Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Kuliah Lagi




Pagi itu untuk pertama kalinya aku masuk kuliah, Arga mengantarkan ku di depan gerbang kampus. "Sebenarnya aku masih ingin liburan denganmu, sayang," ucap Arga seperti enggan melepaskan ku.


"Kita sudah beberapa waktu bersama, Ga. Sudah tak terhitung kamu menutaskan hasratmu padaku ketika kita hanya berdua dirumah," aku menggerutu kesal.


Arga tampak terkekeh melihat wajahku yang berubah masam karenanya. "Bagaimana lagi. Aku sangat merindukan istriku," ucapnya.


"Terserahmu sajalah."


Arga meraih kepalaku mendaratkan kecupan mesra dikeningku serta tak lupa ia mencercap bibirku yang terpoles oleh liptint berwarna merah muda. "Kenapa bibirmu manis sekali? aku suka," ujarnya sambil membayangkan rasa apa yang ia cercap baru saja.


"Jelas, ini liptint keluaran terbaru dari de beauty cosmetic kamu kan ceonya, kok bisa tidak tau sih?"


"Benarkah? pantas saja rasanya enak, seperti stowberry." Kemudian ia mencoba mencercap bibirku lagi untuk mengulangi adegan tadi.


"stop! aku sudah telat, jangan mencoba menciumku lagi, Arga!"


"Sekali saja, please! " ucapnya lagi.


"No .... !"


Wajah Arga berubah masam, karena ia tak dapat menuntaskan keinginannya. " Kamu pelit sekali, Asta. Ingat waktu di taman bermain, kamu memintaku untuk mencium mu."


"No ... Arga, aku sudah terlambat. Aku akan masuk sekarang."


Arga memegang tanganku dengan erat.


"Tapi nanti malam lanjut ya?" rengeknya.


"Ih ... kamu kenapa sih? manja sekali."


Aku turun dari mobil Arga, meninggalkannya dengan rasa penyesalan karena tak dapat menciumku lagi.


"Jangan lupa, sayang. Nanti ke kantor, ingat jika tak datang, aku potong gajimu!" seru Arga.


"Iya, nanti aku ke kantor."


Aku melambaikan tangan kepada Arga dan masuk ke kampus.


Aku berjalan santai di jalan kampus yang sedikit ramai dengan riuh anak-anak kampus ini, rasanya aku sangat merindukan suasana ini. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku dari belakang.


"Hai ... gadis!" sapa orang itu.


Seketika aku melirik ke arah sang pemilik tangan tersebut. "Kamu ,Jo."


"Kamu mengingatku?"


"Tentu saja, kamu adalah teman ku satu-satunya di kampus ini.


"Berarti kamu sudah sembuh?"


"Yap ... betul sekali, hari ini aku sangat bersemangat," ujatku dengan tekat menggebu-gebu.


"Bagaimana dengan suami mu? apakah dia memperlakukan mu dengan baik?"tanya Jonathan penuh rasa ingin tahu dan khawatir.


"Yah, begitulah. Arga sudah lebih baik padaku sekarang, bahkan ia tak ingin melepaskan ku sedikit pun."


Raut kecewa tampak terpancar dari wajah Jonathan. "Oia ... ibuku berkata, beliau sangat merindukanmu, Asta."


"Benarkah?"


"Iya," sahut Jonathan singkat.


"Oke aku kapan-kapan aku akan mampir bersama Arga," ucapku.


"Mengapa harus dengan Arga?"


"Karena ia suami aku, Jo."


Terserah kamulah, Jonathan berjalan cepat dan meninggalkan ku.


Selama di dalam kelaspun ia tak memperhatikan ku seperti biasa, ia malah asyik dengan para fans wanitanya.


❇❇❇❇❇


Aku berjalan pulang, ku lirik jam tangan yang melekat di pergelangan tangan kananku, waktu menunjukan pukul 2 siang, ku pikir aku harus segera pergi ke kantor Arga. Jika tidak ia pasti akan merajuk.


Kebetulan hari ini tidak ada yang menjemputku, secertaris Wisnu pasti sangat sibuk karena hari ini hari pertama Arga berangkat ke kantor.


Setelah 30 menit kemudian, aku sampai di kantor Arga, dengan langkah pasti aku masuk ke dalam sana, tak terhitung jum'lah karyawan yang menundukan kepala karena melihat kedatanganku.


Dan mau tak mau aku juga mengikuti mereka dengan menundukan kepala.


Sudut pandan penulis


Arga tak sengaja bertemu Wina di dalam lift ketika ia akan turun ke bawah, ia pikir Arga akan menjemput Istrinya di kampus.


"Arga!" seru Wina dengan wajah kusut seperti tak terurus.


"Hei ... bagaimana kamu bisa ke mari, Wina?!"


"Arga aku mohon. Kembalilah padaku, aku merindukan mu," ucap Wina menarik jas warna abu-abu yang Arga kenakan.


"Aku melepaskanmu kemarin, Wina. Tapi ternyata kamu tidak jera juga?!"


"Aku mohon!" Wina menarik Arga hingga masuk ke dalam satu lift dengannya.


"Apa-apaan ini, lepaskan!" teriak Arga kesal sambil tangannya mencoba melepaskan genggaman tangan Wina pada jasnya.


"Tidak, aku tak akan melepaskan mu!"


"Kamu mau, jika Asta tau ini, kamu akan aku bunuh."


"Bunuh saja aku sekarang!" tantang Wina dengan sekuat tenaga hendak mencium bibir Arga.


Sementara itu Lift terus berjalan turun ke bawah.


Sudut pandang Asta(Aku)


Aku berjalan menuju lift, kutekan tombol lift ke atas. Aku masih menunggu santai.


Tiba-tiba saat Pintu lift terbuka, aku melihat pemandangan mengejutkan dari dalam lift tersebut. Dimana Wina sedang memanggut bibir Arga dengan serampangan.


Kakiku lemas, air mataku merangsek keluar dari sela-sela pipiku, laki-laki ku bercumbu mesra dengan mantan istrinya di hadapan ku.


Mata Arga membelalak kaget melihat kedatangan ku.


"Asta ... aku bisa menjelaskan ini semua!" seru Arga melepaskan panggutan Wina di bibirnya, dan mendorong tubuh Wina dengan kuat sehingga ia jatuh tersungkur.


"Apa yang aku lihat, tak akan pernah bohong, Arga!"


"Tidak! aku bisa menjelaskan, sayangku!"


"Persetan dengan kalian aku akan pergi." Aku berlari keluar kantor banyak mata yang memandang pertengkaran kami, namun aku tak perduli.


Sudut pandang Arga


Saat Arga akan menyusul sang istri, tangan Wina memeluk erat kaki Arga sehingga membuatnya tak dapat berlari mengejar istrinya. "Lepaskan aku, Wina!"


"Tidak!" jawab Wina dengan air mata menetes dan wajah frustasi.


Beberapa security tampak berdatangan mencoba melepaskan tangan Wina.


Setelah terlepas, Arga menatap wajah Wina dengan marah matanya memerah dan rahangnya mengeras.


"Bawa dia pada Wisnu sekarang, pastikan dia mendapat balasan yang setimpal," ujar Arga.


Arga berlari mengejarku.



❇❇❇❇


Hai temen-temen terimakasih untuk like, komen, vote dan ratenya, dan terimakasih untuk tetap stay menunggu kisah ini update.


Novi akan berusaha dengan keras agar Novel ini dapat update setiap hari.


oia ... Novi punya satu novel lagi, judulnya Love Story of a Water God, genre fantasi romantis. Jangan lupa dibaca juga ya, nggak kalah baper loh.


Btw Novi juga ada grub chat di Noveltoon ini. Jika kalian ingin berkenalan dengan Novi lebih jauh, kalian bisa masuk kesana, ditunggu ya!


Gumawo


Novi Wu