
Setelah selesai makan,aku melewatkan jamuan teh Orang tua Arga,aku lebih memilih merebahkan tubuhku ke tempat tidur,sementara Arga dan kedua orang tuanya tampak asyik mengobrol tentang hal yang benar-benar tak ingin ku dengar.
'Ah...Nyaman nya':Batin ku,sambil menggoyang-goyangkan kaki ku.
Tiba-tiba mataku tertuju pada Album foto tua berwarna biru di sudut atas rak buku di kamar Arga.Aku mencoba meraih dan mengambil nya.
Begitu aku mendapatkan nya kubuka bolak-balik album foto itu yang ternyata berisi foto masa kecil Arga,Rey dan seorang gadis cantik bernama Cherryl.
'Cantik sekali gadis ini,inikah wanita yang bernama Cherryl itu?':Aku bertanya dalam hati dan terus membolak-balik album foto itu.
Arga masuk,ia menatapku yang memunggunginya dan masih tak sadar akan kehadirannya,ia berjalan pelan tanpa suara derap kaki seolah melayang.
Kemudian merengkuh dan melingkarkan tangannya di perut ku.
"Sedang apa kamu?":Suara Arga tampak menggoda.
Aku tersentak kaget dengan kehadiran Arga,Aku mencoba meloloskan diri darinya dengan melepaskan tanganya dari perut ku.
Arga menatap album foto itu,ekspresinya tampak berubah tersenyum kemudian meraih nya.
"Ini adalah kenangan ku,Rey dan Cherryl,tempo hari aku sudah pernah cerita siapa Cherryl,bukan?.Jadi suatu saat jika dia kembali,kamu tak boleh cemburu dengannya.Oke!":Kalimatnya menegaskan jika seharusnya aku tak boleh cemburu dengan Cherryl sahabatnya.
Aku mengaguk mengerti,dan memalingkan wajah ku dan berjalan ke arah balkon menikati pemandangan di daerah Arga tinggal sejak kecil,tampak sejuk dan asri,karena area perumahan tempat Arga tinggal terdapat di kaki sebuah bukit,banyak pohon dan sejuk,sepanjang penglihatan dan agak jauh berdiri deretan rumah-rumah mewah.
Aku palingkan wajahku ke arah Arga yang masih sibuk dengan Album fotonya:"Apakah yang tinggal di daerah sini adalah para pengusaha kaya?".
Arga meletakkan album fotonya di atas kasur kemudian menghampiriku:"Hem..disini adalah perumahan elite,tak jauh dari sini kediaman Rey dan Cherryl hanya berjarak beberapa rumah saja":Ungkap Arga.
"Benarkah,jadi kalian sudah bertetangga sejak kecil?":Aku penasaran dengan kisah masa kecil mereka.
Arga berjalan ke arah sebuah kursi dan duduk:"Ya...Tapi Rey menghancurkan nya,kamu tau kenapa Rey sangat membenci ku?".
"Kenapa dengan Rey,padahal sejak awal aku pikir Rey adalah orang baik,tampan dan berwibawa":Aku mulai bertingkah konyol dengan membayangkan wajah Rey dengan tersenyum,meskipun nyatanya jika aku bertemu dengan nya aku sedikit kasar pada Rey.
"Waktu kami sama-sama kuliah,Rey pernah menyatakan cintanya pada Cherryl namun,entah mengapa Cherryl menolaknya,dan malah menyatakan cintanya padaku,sejak saat itu Rey bersumpah akan menghancurkan hubungan percintaanku,dan dia cukup berhasil pada Wina":Arga mengingat dan mengais kisah kelam nya dengan Rey.
Aku sedikit terkejut dengan kalimat Cherryl menyatakan cintanya pada Arga.Astaga ini benar-benar mengagetka,pikirku.
"Lalu,apakah kamu menerima Cherryl?":Aku makin penasaran.
"Tidak,saat itu aku sudah bersama Wina,dan ketika aku menikah Cherryl memutuskan untuk tetap tinggal di Inggris":Ungkap Arga.
"Apakah kamu mencintai Cherryl?":Aku sedikit menyipitkan mataku.
"A...lepas kan aku!:Aku berteriak karena pelukan Arga.
Ia malah makin menjadi-jadi mengErat kan pelukan Nya dan menekan-nekan hidung ku dengan lembut,kemudian aku berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri,namun dekapan Arga makin kuat dan hangat,hingga aku tak mampu berkutik seolah terhipnotis dengan sosok tampan di depan ku ini.
Kami saling menatap,suasana berubah menjadi tenang seolah tak ada suara satu pun,bahkan angin pun seolah tak berhembus dengan situasi saat ini.
Arga mendekatkan Wajahnya ke Wajahku,semakin dekat dan dekat,sesaat ketika bibir kami akan saling beradu,aku cepat-cepat memalingkan wajahku,namun dengan lembut Arga meraih pipiku dan menghadapkan wajahku sehingga aku kembali bertatap muka dengan pria tua nan mempesona ini,bagaimana tidak umur kami berjarak 15 tahun seharusnya aku memanggilnya Ahjussi(Paman dalam bahasa korea).
"Asta,apakah kamu tak mampu merasakan dan mendengar detak jantungku saat bersama mu?":Ungkap Arga seolah ia mengatakan perasaanya yang sesungguhnya.
Sementara aku yang dari tadi di paksa duduk di pangkuan Arga nampak salah tingkah di buatnya:"Yang aku tau kamu mencintai Wina":Sahut ku ketus.
"Hei...Meskipun begitu,sejak kita menikah aku tak pernah sekalipun menyentuh Wina":Ucap Arga.
"Mengapa?,bukankah kamu mencintai Nya?".
"Aku tak tau,seolah jika aku menyentuh Wina,Aku benar-benar akan merasa bersalah padamu":Kata Arga menggombal.
Aku menaikan pinggir bibir ku dan mencibir nya:"Kamu selalu kasar padaku".
"Aku hanya tak suka kamu dekat-dekat dengan bocah tengik teman kampus kamu itu":Seru Arga.
"Apakah kamu cemburu?".
"Mungkin":Jawab Arga...
aku tertawa terbahak-bahak:"Hahhahhahah".
"Apakah ada yang lucu,Nyonya Arga?":Arga tiba-tiba membopong tubuhku dan berjalan ke arah tepat tidur.
'Ya Tuhan,apa yang akan di lakukan laki-laki ini padaku':Gumam ku dalam hati seraya menggigit bawah bibirku karena menahan perasaan yang seolah akan meledak karena gugub.
Mantap-mantap 😂😂
**⤵⤵⤵⤵
Jangan lupa like&komen
oia vote juga boleh loh..
thx u 🤗**