Arkan Dinda

Arkan Dinda
Mengajarkan penghianat



Arkan duduk menatap keluar jendela lalu datang makanan dan minum tidak lama Arkan selesai makan Arkan pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Setelah nyaman dengan pakaian bersih Arkan duduk kembali sambil membuka buku dan membacanya secara perlahan dan tenang. Hingga lembar ketiga di baliknya ke lembar ke empat.


Seorang perempuan duduk dihadapannya dengan takut dan meremas ujung lengan tuniknya.


"Ma-maaf Kak Arkan, Bisa tolong lepasin Kakak Sella," ucap Silla meminta Arkan melepaskan Citra Rosella.


Arkan bergeming. Buku didepan Arkan masih terbuka tatapan mata Arkan juga masih menatap tulisan tinta hitam di setiap lembar dan bait buku itu.


"Sa.. saya tahu kakak saya keterlaluan dan juga Sa-saya juga bersalah karena yang meletakan mikro kamera itu di tas Dinda. Ta-tapi, tidak lebih dari itu," ucap Citra Silla dengan wajah yang pucat dan bicaranya gemetar takut.


"Kaak.. Apa Sa-saya perlu memberikan syarat dan tawaran, Apa saya harus menggantikan kakak saya," ucap Citra Silla dengan takut-takut.


Wajah tampan seperti pahatan yang sempurna itu masih bergeming di hadapannya.


Citra Silla tidak ada pilihan lain.


"Baik! Saya akan ceritakan semuanya dari yang saya tahu tentang kedua orang tua saya. Saya akan mulai sekarang dari Mama saya yang sebenarnya pemimpin Mafia Blackrose Mama saya juga putri satu-satunya dari keluarga Betricias Mama saya yang membuat rencana pembunuhan atas nama orang inisial A untuk perempuan berkebangsaan Indonesia dan Inisial A untuk lelaki berkebangsaan Italia." Citra Silla berhenti bicara mengambil nafasnya.


"Aku akan menjaminmu untuk tidak terkena masalah dan kau juga masih bisa bertemu dengan mereka secara leluasa," Kata Arkan serius dengan wajah tegas dan dingin tanpa merubah posisi wajah yang masih membaca menghandap lembaran buku.


"Saya tidak pamrih, Saya mulai lagi... Mama saya pernah menyukai Tuan yang bersal dari Italia lalu pernah bertemu beberapa kali, jika saya melihat Mama saya mengalami cinta pertama dari orang yang berasal dari Italia. Lalu Mama saya bertemu papa saya yang memiliki tujuan sama tapi, Tuan bernama Tuan Rayhan adalah teman Papa saya tidak setuju karena Tuan Rayhan tidak menyetujui Papa dan mama saya melakukannya diam-diam dan akhirnya meminta seseorang perempuan dengan rambut hitam lurus inisial L."


Dari arah lain Justin berjalan membawa beberapa foto.


Meletakannya di hadapan Arkan dan Citra Silla.


"Yaa.. Dia.. dua orang beda jenis ini sial A. Dan ini perempuan Inisial L."


Jutin terkejut. Yang Citra Silla berikan adalah kedua orang tua Arkan dan Lametta.


"Dari yang saya tahu kalo malam itu waktu tidak sengaja menguping Papa Saya, Saya mendengar mereka berhasil membakar hidup-hidup perempuan dan Menembak seorang lelaki di dadanya hingga mati," jelas Citra Silla.


"Nona Silla apa anda sadar jika kedua orang ini adalah orang tua ku dan perempuan ini orang yang hampir membunuhku," ucap Arkan.


Seketika Silla menggeleng.


"Sa-saya tidak tahu saya kebetulan tahu saya sebenarnya hanya mengatakan yang saya lihat di ruang kerja ayah dan waktu pembicaraan malam lalu waktu mereka berdua bicara dirumah," ucap Silla ketakutan tatapan matanya yakin dan jujur.


Arkan menatap wajah Silla dengan datar.


Justin membereskan semua foto itu dan memberikan Silla sebuah ponsel khusus.


"Hubungi nomor dengan gambar tengkorak itu jika anda terdesak," ucap Justin.


Silla dengan gugup mengambilnya dan menganggukkan kepalanya kecil.


"Sepertinya kamu bisa ikut kami sebentar." Kata Arkan serius.


*


Pagi di dalam pesawat Arkan duduk dihadapan Citra Rosella.


Arkan membaca bukunya sampai Citra Rosella benar-benar sadar.


"Arkan aku tidak main-main drngan ucapanku, Aku akan benar-benar melakukannya," ucap Citra Rosella.


"Lakukanlah," ucap Arkan santai tenang.


Citra Rosella terkejut dan menatap marah juga kesal.


"Buat apa menikahi perempuan bodoh buat apa kau menyukai perempuan bodoh. Ibu Dinda Bodoh karena mengalah dengan istri kedua ayahnya, Membuat Dinda seakan terkucilkan lalu tinggal dengan suaminya. Lalu Dinda menyukaimu hanya menyukai, malu mendekat juga bekerja seakan bisa menghasilakan, Payah," ucapan Citra Rosella menjelek-jelekkan Dinda didepan Arkan.


"Tapi, Aku lebih menyukai perempuan bodoh dari pada perempuan pintar sepertimu, ingatkan aku untuk membuatmu menjadi lama di dalam sel tahanan," ucap Arkan tenang dan sopan tapi, membuat Citra Rosella malas mendengarnya sambil bicara menatap bukunya.


Citra kesal membuang wajahnya.


"Lo sama gue itu dah lama Arkan kenapa lo milih dia," ucap Citra kembali dengan bahasa biasanya dengan Arkan.


Arkan bergeming.


Tidak lama datang Silla dengan wajah takut.


"Kakak lebih baik katakan yang sebenarnya Kak Arkan orang baik,"ucap Silla.


Seketika Citra Rosella menatap Silla adik kembarnya.


"Bodoh... Penghianat, kau tidak biasanya membangkang. Dasar anak rumahan pantas mama tidak menyayangimu karena kau polos lihat kau pasti akan mendapat hukumannya. Papa... Aku rasa papa akan membuangmu kelaut," ujarnya dengan wajah kejam menatap Silla yang wajahnya sudah sedih dan matanya berkaca-kaca.


"Tapi, Silla sudah mengatakan semuanya pada Kak Arkan," ucap Silla dengan polos seketika Citra Rosella menoleh cepat menatap adik kembarnya.


Melempar semangkok sup panas dan gelas pada Silla seketika itu Justin membuat Silla tak kena menarik Silla sebelum semangkok sup panas dan gelas air mengenai Silla.


"Hiks.. Kakak maaf... Silla jujur, Silla gak mau bohong, Silla ngelakuin hal bener Kakak," ucap Silla dengan berteriak dan menangis menatap Citra Rosella.


"Harus nya Aku membunuhmu dari dulu,"ucap Citra Rosella dengan tega. Seketika membuat Silla bertambah sedih.


Arkan menatap Citra Rosella di hadapannya.


"Lo ngeracunin otaknya lo yang ngajarin Cewek polos itu sebagai penghianat,"ucap Citra Rosella dengan wajah tenang dan bahasa yang santai pada Arkan tapi, matanya menyatakan perang juga ingin mencabik wajah Arkan.


Arkan bergeming.


Kurang Ajar!


"Sudah lama aku menantikan hal ini akhrinya aku menemukan siapa Citra siapa itu Gabriel Qnciz dan siapa itu Rosella Blackrose dan sekarang Kalian akan bertemu, Aku sudah membuatkan acaranya nanti malam di pertemuanku," ucap Arkan setelah beberapa menit diam bicara dengan bahasa Inggris.


Citra Rosella membenturkan alisnya menatap tak suka.


Sialan... sialan. Semua rencana Citra Rosella hancur berantakan..


Tidak tahu siapa yang ada dihadapannya permainannya sekarang berubah menjadi hal yang membuat Citra Rosella dan keluarga terpojok sebentar lagi semua hancur dan seharusnya Silla menjadi tameng untuk Citra Rosella. Tapi, Malah Citra Rosella tidak bisa bergerak dan Citra Silla adik kembarannya sudah pergi dan sekarang dia dalam perlindungan Mafia tengkorak, Tidak adil... Ini semua tidak adil bagi Citra Rosella.


Arghhhh....


Silla masih sedih memikirkan kakaknya dan Papa mamanya lalu nama baik Kaluarga, Sebenernya Silla tidak ingin menjadi penghianat tapi, Citra Silla sudah tidak tahan dan Citra Silla rasa semua ini benar dan semoga kedepannya Citra Silla bisa hidup tenang tanpa ada bayangan dari kelompok mengerikan yang Papa mama punya juga pimpin.