
Arkan pergi keruangaannya tidak lama Hansimon datang bersamaan Yuda dan Justin.
Rian Bagus Lorenzo ada di ruangan Hansimon sebelah.
Pak Jersey sudah duduk di hadapan Arkan yang baru saja duduk dengan kondisi setelah mencuci tangan dan membersihkan wajahnya.
"Kalian kenal Dengan Utami Aryanay dia adalah ibu dari Zalfa wanita hamil yang mengandung Anaknya Gareng. Utami Aryanay adalah saudara dari ibunya Asyifa saudara ipar Arkan, Aku tidak tahu kenapa bisa tapi masalahnya nama Utami Aryanay muncul kepermukaan setelah anak buahku menyelidiki koneksi Secorpion dan Black Rose dari data yang kalian berikan dan satu lagi Rayhan merasa jika keterkaitan Utami ada andil besar dalam Could Nine."
Mendengar Kata Could Nine wajah Yuda dan Justin terdiam beberapa saat Arkan hanya datar saja sejak tadi, lain dengan Hansimon yang seperti memikirkan sesuatu.
Pak Jersey menoleh pada Hansimon.
"Kau memikirkan sesuatu, Aku duga kau pasti tahu Could Nine."
Hansimon menatap Arkan Yuda dan Justin.
"Could Nine adalah jajaran mafia kelas tinggi masih lebih tinggi Could Nine yang dulu di pimpin Tuan Alano Marcquez dan di bantu Tuan Giovano, setelah peristiwa kebakaran itu. Dan setelah beberapa tahun lamanya, Tuan Giovano menyelidiki jika Kedua orang tua Tuan Alano dan Tuan Giovano adalah pemilik dari organisasi Could Nine. Dan juga tidak tahu kenapa waktu pertemuan Tuan Alano dan Tuan Giovano tepat tapi, dari yang saya tahu jika ruangan yang kalian pernah datangi di rumah Tuan Giovano sekarang di Kota sederhana atau kota terpencil di Italia itu kantor barunya, dari Organisasi Cuold Nine."
Arkan terdiam.
"Ini Seperti Rantai besi tebal tidak ada ujungnya dan kuat, butuh timah panas untuk menghancurkan semuanya, memotong satu persatu membuat kita seperti mencari tikus dalam labirin yang kita buat," ucap Pak Jersey.
"Bener-bener panjang banget dan itu pun ada disekitar kita. Dan kenapa ada tengkorak dan..." Yuda menatap Hansimon.
"Kepastiannya hanya Tuan Giovano, dari sedikit informasi Tuan Giovano pernah bicara tentang Tuan Alano pada saya, Sebenarnya, Tuan Alano lah penyebab Could Nine tiada dan kini kembali tapi tidak tahu siapa yang membuat nama Could Nine muncul kembali."
Could Nine, Awan sembilan itu artinya. Berati jika ini berhubungan dengan Black Rose dan Secorpion berarti Om Rayhan tahu tentang ini.
Arkan memikirkan itu seketika menatap semuanya.
"Kita lakukan panggilan nanti malam lewat daring, Gue gak bisa terlalu lama," ucap Arkan pada semuanya.
Arkan bangkit dan menatap semuanya Pak Jersey juga ikut bangkit dan membenarkan jasnya.
"Rawan untuk istrimu tahu siapa Ayahnya dan siapa Ibunya sebenernya, Aku hanya menjelaskan bagaimana Bisa terhubung dengan istrimu untuk masalah kali ini, yang jelas ini bukan misi seperti sebelumnya misi ini sedikit berbeda," ucap Pak Jersey dengan wajah datarnya.
Arkan pergi dari sana. Justin Yuda juga pergi. Hansimon dan Pak Jersey di ruangan itu saling terdiam menatap kepergian Arkan.
Lorenzo Bagus dan Rian terdiam mereka bertiga ketika ponsel mereka saling berbunyi.
Mereka mengangkat bersamaan. Seketika itu mereka langsung berlari keluar dan pergi dengan cepat.
Di ruangan lainnya Zalfa menatap Gareng yang berlutut di hadapan Zalfa.
"Pergilah," ucap Zalfa tidak mau ada Gareng di hadapannya.
"Maaf kan aku, Aku mohon bisa mati di cincang Bos jika kau tidak memaafkanku," ucapnya dengan malu sambil menangis.
"Oh alasanmu kemari karena takut pada Arkan, Itu namanya bukan niat meminta maaf Tulus," ucap Zalfa dengan nada tinggi.
"Aku tahu aku memang payah dalam hal ini tapi, apa aku tidak bisa mendapatkan kesempatan Aku ingin merawat anak itu aku juga bertanggung jawab, Memang kau menghindariku karena aku mengatakan tidak ingin punya anak ketika kita melakukan itu."
Zalfa tertawa meremehkan dengan wajah sedih sambil mengusap air mata yang keluar.
"Payah... pergilah aku tidak mau melihatmu," ucap Zalfa seketika Gareng berdiri dan bersimpuh di pangkuan Zalfa.
"Jangan menghindariku. Aku mohon aku hanya ingin tahu apa kau benar hamil jika benar aku bodoh jika tidak menerima anakku sendiri," ucap Gareng.
"Apa maksudmu? Kau tidak ingin anak! Kau juga tidak ingin aku hamil ketika berhubungan denganmu lantas apa yang aku lakukan pasti salah di matamu kan, iya! kau memang Bodoh! "
Gareng mengambil kedua tangan Zalfa dan menggenggam erat dan menariknya, Zalfa menarik tangannya ingin lepas tapi ketika Gareng mencium kedua punggung tangan Zalfa. Zalfa terdiam tenang wajahnya menatap kesamping sambil terus menangis.
"Maaf..."
Seketika terlihat ada sebuah gerakan di perut Zalfa.
"Nak!" Zafa terkejut dan memegang perutnya mengusapnya. Seketika Gareng menempelkan tangannya juga di perut Zalfa. Zalfa tersenyum ada sebuah tangan kecil di tengahnya.
"Anak Papa?"
Zalfa tertawa tendangannya menjawab ucapan Gareng.
Seketika Zalfa membuang wajahnya, Ketika Gareng menatapnya.
Di luar sana. Arkan melihat Dinda datang bersama Gressia dan Silla dengan wajah ceria. Arkan dengan kaos abu-abunya lengan pendek dan dada bidangnya terlihat jelas.
"Dinda."
Dinda tidak menjawab ucapan Arkan dan pergi ke mobil sendirian dan berdiri di samping mobil. Arkan menghampirinya dan membukakan pintu mobil Dinda naik dengan diamnya.
Arkan santai saja dan juga masuk mobil. Sadar Arkan wajah Dinda terlihat sangat murung.
"Kamu mau sesuatu?"
Mengangguk lucu. Dinda menoleh ke luar jendela.
"Mau Bakso."
Arkan tersenyum .
Arkan pergi keluar dari halaman Markas. Mobilnya melaju pelan keluar dari kawasan itu.
Seketika di depan pintu gerbang Kuta dan dua temannya menghentikan Arkan.
Mengetuk kaca mobil Arkan.
"Bos. Justin Bagus ama Rian mereka dalam bahaya, Mereka minta buat Bos jangan pergi sendirian karena nona sedang hamil," jelas Kuta melirik Dinda sebentar.
Arkan dan Kuta berbicara pelan Dinda hanya dengan bisikan-bisikan tidak jelas.
Dari belakang Mobil Yuda menyusul dengan Hansimon.
Arkan melihat dari sepionnya Yuda turun dengan wajah marahnya.
Silla dan Veronica juga ada di belakang Hansimon.
Arkan turun dan menghampiri mereka.
"Kenapa kita gak tahu mereka itu lawan siapa, Kenapa gak ada yang ikut Rian pergi!" Yuda kesal sendiri.
Arkan diam menatap Silla.
"Ini Kamera Cctv rumah Veronica ada muka orang ini," ucap Yuda.
Sambil memberikan tablet Silla pada Arkan.
Arkan sedikit merubah raut wajahnya menjadi tegang lalu kembali lagi.
"Apa banyak yang pergi?" Arkan menatap Kuta.
"Sebelum lo keluar gue yang minta lima Orang ngejar Rian Justin sama Bagus kita tunggu informasi aja."
Arkan mengangguk Diam. Gak Lama Ponsel Arkan bunyi dan mengangkatnya. Telepon dari Lorenzo.
"Kan. Gue sama Bagus Aman Lo pasti barusan tahu, mereka cuman neror aja gak sampe nyentuh keluarga kita."
Telepon terputus Tidak lama Rian mengirim pesan dan memberikan foto logo aneh yang pernah di lihatnya di suatu tempat. Arkan juga pernah melihatnya.
"Hallo, Lo udah liat foto yang gue kirim."
"Iya."
"Itu Logo Could Nine Lama."
"Maksud lo?"
"Nanti Lo juga Tahu Kita bahas Di daring nanti," sahut Rian dari telepon dan memutusnya.
Tidak lama datang lima belas orang.
" Semua aman cuman teror yang mereka lakukan," lapor salah satu anak buah Yuda setelah Turun dari motor.
Arkan terdiam. lalu berbalik pergi dan naik kemobilnya yang lain hanya menatap Arkan yang menaiki mobilnya.