
Sore hari ini sudah seminggu Dinda bersama Arkan sebelum ke berangkatan Arkan. Di rumah Dinda di temani Gressia hari ini Arkan akan berangkat.
Ada mobil hitam sedan mewah didepan terparkir.
Pakain formal dan membawa tas.
"Kakak, pulang yang cepat, Dinda khawatir," ucapnya terus terang Arkan terdiam menatap Dinda lalu seketika tersenyum mengusap kepala Dinda.
"Kakek Nenek lebih sering jenguk kamu, Bocil itu pasti ngerepotin kamu," ucap Arkan mengarah pada Rama dan Nenek kakek yang setiap hari akan melihat Dinda dan berkunjung.
Seminggu sebelumnya Kakek dan Nenek datang kerumah. Pak Jersey dan Giovano juga datang bersama Kakek dan Nenek. Om Rayhan datang bersama Istrinya tidak termasuk Rama, bocil cerewet.
"Ini terakhir sisanya pasti selesai, Kalo bisa aku lakuin sambil sama-sama kamu aku kerjaain pulang pergi," ucap Arkan dengan serius.
Dinda diam, mungkin kali ini resiko sungguhan setelah tahu siapa Arkan dan pekerjaan bahaya apa yang Arkan dekati.
"Hati-hati, Dinda ikhlas Kakak pergi jangan pikirin Dinda," ucap Dinda tiba-tiba dengan wajah sedih. Arkan mencium keningnya lama.
"Aku cuman tugas biasa gak sampe ke medan perang," ucap Arkan memeluk Dinda.
"Iya tahu bukan ke medan perang emang berantem sampe berdarah ada benda tajam senjata emang bukan medan perang hah,"kata Dinda dengan kesal.
Arkan mengangguk dalam pelukan Dinda. Ke khawatiran yang tidak bisa di bayar dengan apapun di gantikan dengan apapun sama seperti bukti tulusnya Dinda.
Arkan berangkat keluar dari gerbang diantar oleh Dinda dan Gressia yang juga mengantar sampai gerbang. Rettrigo dan Temannya berdiri depan mobil menunggu mobil bosnya berjalan.
*
Di dalam bobil Arkan terdiam Rian juga begitu.
Di tempat lainnya alias rumah Kakek Pak Jersey dan Giovano mengucapkan terimakasih karena Kakek mau menerima kehadiran mereka dan juga memberikan izin juga untuk Arkan. Ya, walaupun sebenarnya tidak di beri izin juga tidak masalah.
Tapi, izin kali ini harus dengan tanda tangan wali sungguhan Giovano biasanya yang memberi persetujuan tapi, untuk hal ini berbeda dan Kekak dan Kakek di butuhkan juga keluarga lainnya.
Terdengar berat ya tugasnya, dan keluarga harus menandatangi berkas. Tapi, kenyataan itu benar Rian saja harus mendatangi ibunya Stella di bogor untuk meminta persetujuan istri Giovano juga di mintai tanda tangan asli tidak boleh virtual walaupun kakak tiri.
Arkan akan benar-benar bekerja tim nyata, ini tugas pertama yang besar. Bukan, bukan pertama tapi, kesekian kalianya tapi, kali ini lebih serius sangat serius.
Sampai Di hotel Arkan dan Rian lalu Justin, Yuda, Lorenzo dan Bagus sudah berkumpul di ruangan kamar hotel Arkan yang memang memiliki lima kamar biasa dan satu kamar untuk Arkan sendiri.
Di hotel sudah tengah malam kali ini mereka benar melakukannya dengan rencana. Setelah pembagiannya Lorenzo dan Bagus mengambil sampel atau bukti nyata di perusahaan farmasi di pusat kota dekat hotel mereka. Yuda dan Justin akan pergi ke bagian kantor.
Sedangkan Arkan dan Yuda akan mencari hal lainnya yang dekat dengan Alderos Sozhak.
*
Dua hari berlalu bukti tentang Perusahaan Farmasi pernah mengedarkan obat berbahaya di dapat beserta bukti nyata dan bukti data yang begitu banyak.
Arkan dan Rian juga mendapatkan beberapa orang yang bisa di percaya di pengadilan.
Setelah malam itu.
Sekarang pukul dua dini hari di kota lainnya Di Indonesia dekat Hotel tempat mereka menginap sebuah kantor pembangunan dan kantor yang biasa di datangi para pejabat penting mereka datangi.
Kantonya sepi ini berbahaya.
Di rumah Dinda memecahkan satu gelas hingga Gressia masuk kedalam rumah.
"Nona apa yang terjadi?" Gress mendekat ke Dinda seketika Dinda menoleh.
"Heheh gak papa ini airnya panas ke senggol," alasan Dinda.
Di tempat lainnya Arkan di kantor yang sepi seketika serangan membuat mereka berlindung cepat.
Umpat mereka.
"Gila.. Gak sejauh ini," Kesal Bagus.
"Bener-bener mirip kayak kita waktu mau pulang dari italia," sahut Lorenzo.
Rian Yuda Justin Arkan tidak ada ucapan yang keluar mereka berempat sibuk mencari celah untuk segera melakukan tugas mereka.
Arkan dan Rian mengambil Alih.
Tanpa sadar tembakan keluar gedung kantor. Arkan dan Rian melihat begitu banyak orang dengan berbagai senjata juga ada tangan kosong mereka terlihat akan mengeroyok Arkan.
Di dalam Lorenzo dan Bagus menjaga Yuda dan Justin mengambil semua data yang dapat di lihat.
Bruaak... Pintu di dobrak. Membuat Lorenzo sedikit kaget segera langsung mendang orang yang mendobrak pintu.
Bagus juga melawan mereka dengan tangan kosong. Mengulur waktu untuk Justin dan Yuda.
Seketika Yuda menemukan sebuah vidio yang tanpa edit.
Tanpa banyak basa basi alasan Yuda bergerak cepat.
Di luar Arkan dan Rian sudah menghabisi separuhnya menumbangkan sekitar Tiga puluh orang.
Di tambah ada tiga mobil datang membawa Dua puluh lima orang. Lorenzo dan Bagus yang mendapatkan sampel untuk melengkapi data akhirnya bisa membatu Arkan dan Rian.
Mereka berempat berhasi kabur setelah semuanya tumbang dan pingsan.
Sampai di Hotel.
Mereka hanya Mendapatkan data. Dan Lorenzo Bagus mendapatkan gantungan kunci juga pisau korek dan kain sobekan yang aneh ada noda darah juga ada kalung di dalam temuannya itu.
Arkan melihat sudah dua perusahaan yang Alderos pegang di ambilnya.
Lalu tinggal tiga perusahaan lainnya yang ada di satu kota lainnya di Indonesia. Menyangkut pemerintah tiga perusahaan itu sangat sensitif bergerak sedikit salah saja, bisa-bisa Arkan dan teman-temannya menjadi pelaku dan korbannya adalah Alderos Sozhak.
Di rumah utama Alderos Sozhak sangat khawatir karena surat pengadilan Indonesia sudah di terimaya. Tidak mungkin jika perusahaan Farmasi dalam bahaya dan kantor di kota lain dengan banyak Mafia tinggi di bayar mahal ke bobolan ini sangat aneh dua tempat itu justru bisa membuka tiga tempat lainnya.
Seketika Alderos menatap rancangan T3Y yang sedang dalam pembangunan.
Tiba-tiba sebuah email yang masuk seperti sebuah nada dering yang tidak berhenti.
Hampir ketakutan Alderos benar-benar khawatir. Ini sama saja dia sedang di awasi seseorang dan di bunuh dari dalam dengan hati-hati tanpa terasa.
Alderos memperkirakan jika Pemimpin Tengkorak itu akan gegabah dan semena-mena tapi, ternyata Alderos malah diserang orang yang seperti punya banyak celah cerdas, yang Alderos sendiri tidak tahu bagaiamana cara orang itu bisa dan seperti apa orangnya? Alderos tahu jika teman Maulana pemimpin Tengkorak tapi, tidak mungkin jika bayangan sama dengan orang yang telah menyerangnya dan menjatuhkan sahamnya beberapa hari lalu dan beberapa detik lalu.
Seketika Alderos menggunakan komputer di hadapannya mengakses Secorpion dan Blackrose seketika jangkaun tidak biasa.
"Apa mungkin tidak! Ini tidak bisa terjadi!"
"Sialan kalian semua!" Teriak Alderos Sozhak membuat rumahnya mendengar kerasnya teriakan itu.
Di markas tengkorak Diyo dan Beto mereka berdua membuat arus informasi Alderos tersendat dan datanya tidak keluar.
Di tempat lainnya Arkan mengobati lukanya dan yang lainnya juga mengobati lukanya.
Setelah lebih baik Kini Arkan dan teman-temannya menaiki pesawat umum untuk sampai di kota lain di Indonesia dengan tujuan berikutnya tiga perusaan sebagai target terakhir. Misi terakhir adalah hadir di persidangan selama Sehari saja karena itu ramalaman Pak Jersey, Belum tentu benar sepertinya.