Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia



Egbert berlari ke lantai atas, menuju kamarnya. Segera ia menanggalkan bajunya yang sudah basah karena keringat dan duduk di pinggir ranjang sambil mengatur tekanan dalam dirinya yang yak wajar. Ia menepuk dadanya pelan, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdetak cepat dari batas normal. Kemudian ia mengatur pernafasannya, yang sempat dalam kesulitan beberapa saat lalu.


Memikirkan pertanyaan Annette tadi, Egbert lagi-lagi merasakan tekanan yang tak wajar.


"Egbert, jika ku minta kau untuk jatuh cinta dalam tiga hari padaku, apa kau bersedia melakukannya?"


"Lupakan waktu tiga hari. Dalam sebulan atau mungkin setahun, setelah kita terus hidup dan berbaur di bawah atap yang sama, kelak dapatkah kau mencintai aku dengan tulus sebagai istri mu?"


Mengingat nya saja, itu membuatnya menjadi lebih buruk. Tidak tau apa penyebabnya, ia merasakan rasa asam bergejolak dari dalam perutnya yang membuatnya terus berlari ke kamar mandi, saat merasa mual ingin muntah.


"Haa.." Egbert membuka kran dan mencuci mulutnya dengan air. Mengangkat kepalanya kearah cermin, ia dapat melihat wajahnya dilapisi warna pucat yang tak wajar.


Menghela nafas berat, Egbert pergi meninggalkan kamar mandi. Sepertinya ia perlu mandi untuk merilekskan pikirannya kembali dan mempertimbangkan tubuhnya yang juga sudah basah karena keringat. Karena terlalu malas untuk turun ke lantai bawah, ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Mary.


[Siapkan pemandian untuk ku. Ingat untuk meneteskan minyak esensial lavender dan garam Himalaya ke dalamnya]


Tidak butuh waktu lama hingga sebuah balasan terkirim.


[Baik tuan. Saya akan segera menyiapkannya]


Annette baru saja keluar dari ruang kerja Egbert. Penampilannya sama sekali tidak baik. Wajahnya yang sembab itu tampak lengket karena bekas air mata. Tak hanya itu, matanya juga membengkak dan memerah. Jelas ia sudah menangis terlalu lama di dalam.


Syukur lah tidak begitu banyak pelayan yang berlalu lalang. Karena malam sudah larut, hanya beberapa orang yang masih belum menyelesaikan pekerjaannya yang masih bekerja. Atau jika tidak, akan terlalu sulit baginya menyembunyikan penampilan menyedihkannya.


Pergi ke dapur, Annette mendapatkan segelas air dingin dari kulkas dan meminumnya sedikit demi sedikit. Suhu dingin air melapisi tenggorokan nya dan memenuhi rongga mulutnya. Tapi itu tidak membuat pikiran nya baik sama sekali.


Melihat kotak bubuk teh, baru saja ia berpikir untuk menyeduh nya sedikit untuk menenangkan pikiran. Tapi siapa yang menduga seseorang akan datang melangkah di belakang nya dan memegang pundaknya bertanya, "Ada apa dengan wajah mu?"


Annette menoleh dan melarikan padangan nya kearah lain. Ia mungkin beruntung tidak bertemu dengan para pelayan, tapi kenapa harus tertangkap basah di hadapan wanita vampir arogan itu?


Emma terlihat cukup segar setelah berendam dan membersihkan tubuhnya. Itu membuat kulit putih pucat nya terlihat semakin bersih dan bersinar. Mengenakan gaun tidur hitam longgar di tubuhnya, penampilan nya kian menggoda dan menyihir. Annette yang melihat itu, entah kenapa merasa berkecil hati.


'Jika saingan cinta ku adalah dia..'


'Itu wajar Egbert tidak menyukai ku sama sekali'


Merasakan kesunyian nya dan melihat jejak kesedihan yang masih bergantung jelas di sepasang matanya yang membengkak, Emma memegang perutnya dan tertawa dengan cara yang elegan.


Menurunkan pandangannya ke bawah, Annette dapat melihat Emma memiliki jari-jemari yang lentik dan ujung kuku yang panjang itu terbentuk rapi dan cantik. Menolak penindasan halus nya, Annette membawa kepalanya menjauh, "Bukan urusan mu!"


Emma mengulum bibirnya kedalam dan matanya berkilat dalam cahaya halus yang sedikit menyisipkan jejak kesenangan, "Beberapa saat lalu baru saja kau bertingkah begitu bangga dengan status nyonya mu itu, tapi begitu cepat penampilan mu berubah menjadi gadis malang yang ditinggal kan"


Melipat kedua tangannya di depan dada, Emma tersenyum jelas pada penderitaan gadis manusia yang naif itu, "Apa kau baru saja di tendang dari kamarnya?"


Annette melirik Emma dengan tatapan tajamnya.


Segera Emma menutup mulutnya dengan tiga jari lentiknya, "Ups—" Mengedipkan matanya tanpa merasa bersalah sama sekali, ia menepikan tangan nya dari mulutnya dan lagi melanjutkan, "Jadi, aku benar?" Matanya yang membelalak dalam kejutan itu jelas penuh dengan cemoohan.


Annette tidak bodoh untuk tidak menyadari nya. Tapi ia memilih untuk bungkam dan terlalu malas meladeninya. Seakan tenaga dan pikirannya sudah habis karena terlalu banyak menangis di ruang kerja Egbert tadi.


"Bagaimana dengan ini?" Emma menyingkirkan beberapa helai rambut Annette yang menempel di belahan pipinya yang lengket, "Ikut lah ke kamar ku dan biarkan aku menghibur, hum?"


Annette memutar bola matanya bosan. Sekali lihat saja ia langsung menangkap jelas niat buruk apa yang akan wanita vampir itu lakukan terhadapnya.


"Pergilah!" Annette mendorong bahu kurus Emma, "Jangan ganggu aku"


Mata Emma tersenyum dingin. Ia sudah pernah mencium aroma darah Annette yang benar-benar sangat lezat. Duke Rajeev pasti memelihara nya karena gadis manusia itu memiliki rasa yang istimewa. Karena Duke Rajeev mengusir gadis malang ini dari kamar nya, jadi rasanya bukan masalah jika ia mengambil kesempatan ini untuk sedikit mencicipinya.


"Ayolah, datang ke kamar ku. Biarkan aku menemani kesepian mu malam ini"


Annette mengacuhkan keberadaan wanita vampir itu. Ia pergi mengambil cangkir dan kotak bubuk teh, bersiap menyeduhnya.


"Jika kau masih menolak seperti ini, jangan salahkan aku jika aku memaksa"


Annette hanya menganggap angin lalu omongan wanita vampir itu dan mencari termos air hangat untuk di tuangkan ke dalam cangkir yang sudah ia masukkan bubuk teh kedalamnya.


Emma tidak senang dengan pengabaian nya. Beraninya gadis manusia rendahan itu memperlakukan dirinya seakan tidak ada.


"Baik jika ini yang kau mau" Emma mengambil beberapa langkah ke depan untuk berdiri di belakang tubuh kurus Annette, "Jangan salahkan aku karena menggunakan pemaksaan.."


Tak!