Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia



"Apa kalian tau cara terbaik menghibur gadis manusia yang sedang bersedih?" Sore harinya Egbert mengumpulkan seluruh pelayan di kastil nya di ruang tengah. Ia berdiskusi dengan mereka untuk menyiapkan suatu hal yang dapat menghibur Annette ketika gadis itu kembali ke kastil.


Egbert bertanya bukan karena ia minim pengalaman dalam soal urusan menghibur wanita. Karena sekalipun karakternya nyaris menyaingi es batu, tapi ia pernah menjadi tipikal pria yang paling romantis dan setia untuk seorang wanita. Hanya semua itu pupus dalam sekejap karena menerima pengkhianatan dari kekasihnya.


"Aku bertanya, karena mungkin ada sedikit perbedaan antara pola pikir gadis manusia dengan gadis di bangsa ku. Itu kenapa aku menanyai kalian" Ucapnya lagi.


Mikha dan Zeta saling bertukar senyum penuh sinyal. Keduanya senang karena Egbert begitu memperhatikan Annette. Di samping itu Mary tetap berdiri santun dengan perawakan tenangnya. Ia menjadi orang pertama yang berbicara, "Menurut saya, tidak ada perbedaan yang begitu signifikan antara gadis manusia dengan gadis dari bangsa anda tuan. Pada hakikatnya, kami adalah makhluk yang mengedepankan perasaan, penyuka keindahan, menikmati perawatan dan mendambakan keromantisan" Jabar Mary dengan begitu lugas.


Membuat Mikha dan Zeta menganggukkan kepalanya bersamaan setelah mendengar jawaban tersebut, "Ya, tepat sekali apa yang dikatakan kepala pelayan Mary" Ucap keduanya serentak.


"Kalau begitu, apa kau ada saran yang dapat mencakup semua yang kau katakan tadi?" Tanya Egbert pada Mary, "Keindahan, perawatan dan keromantisan, aku ingin kau menyiapkannya dalam satu momen yang dapat menghibur gadis itu malam ini"


Sebelum mengiyakan, Mary mengulum bibir bawahnya seraya berpikir. Tidak butuh waktu lama baginya memikirkan apa yang harus dilakukan hingga ia pun menganggukkan kepalanya, "Baik tuan. Saya mengerti apa yang harus dilakukan. Anda dapat mempercayakan saya dalam hal ini"


Egbert mengangguk puas sebagai tanggapan. Seperti biasa, Mary tidak pernah mengecewakannya.


Mary pun bergegas mengarahkan Zeta dan Mikha untuk mengikuti pengaturannya dalam membuat persiapan tersebut. Sore itupun penghuni kastil terlibat dalam kesibukan yang hampir mirip seperti malam persiapan pernikahan Egbert dan Annette.


......................


Annette masih tidak pulang ke kastil. Ia masih duduk di tempat duduk depan minimarket hingga senja menjelang. Padahal ia sudah tidak punya apapun lagi yang harus dilakukan. Tapi rasa sedih yang beruntun yang menimpanya seharian ini membuatnya tak bergairah untuk pulang ke kastil. Ia memilih duduk diam memperhatikan orang-orang berlalu lalang dan sedikit kebisingan kendaraan yang cukup riuh dengan pandangan kosong.


Sekali-kali Laura keluar hanya untuk memeriksa keadaannya dan kembali bekerja di dalam.


Malam harinya ketika langit sudah menghitam dan merah mega senja sudah pergi. Annette masuk kedalam minimarket. Ia berdiri tepat di depan lemari pendingin dan menatap pada sederet kaleng bir.


Ia sangat jarang minum-minum. Ia ingat terakhir kali ia melakukannya pada saat reuni dengan teman SMA nya tahun lalu. Itu karena ia benci rasa alkohol dan bagaimana minuman itu bekerja hingga mempengaruhi kesadarannya.


Tapi kini...


'Aku merasa sangat ingin meminumnya'


Tepat ketika pintu lemari pendingin di buka dan Annette sudah siap mengambil dua kaleng bir, seseorang datang menepuk pundaknya dari belakang.


"Apa yang kau lakukan?"


"Aku ingin sedikit mengacaukan kesadaran ku" Suara Annette terdengar lemah.


"Letakkan kembali" Perintah Laura, "Kau tidak bisa mengkonsumsi alkohol, ingatlah kau sedang mengandung sekarang" Ucap Laura lagi.


Annette menatap kosong ke arah perut besarnya, sesaat ia tertawa parau seakan ingin menangis. Laura yang melihat pemandangan itu, merasa sakit untuk Annette. Sungguh gadis yang malang. Kehidupannya mungkin dulu susah, tapi gadis itu masih rekah dengan senyuman. Hanya semenjak menjadi istri paksa seorang vampir, kehidupannya menjadi kacau dan malang tak berbentuk.


Laura merebut dua kaleng bir itu dari tangan Annette dan meletakkannya kembali ke kulkas.


"Aku akan menyiapkan air madu hangat sebagai gantinya" Ucap Laura. Tadi siang ia membeli jus strawberry kesukaan Annette tapi gadis itu memuntahkan nya karena mual. Karena itu ia berpikir untuk membuat sesuatu yang lebih netral untuk ibu hamil seperti Annette.


Laura dapet melihat sejejak aura keibuan yang samar-samar mulai terlihat dari diri Annette.


Setelah mengatakan itu, Annette menghubungi Gordon untuk menjemputnya dan ia pun kembali ke kastil cukup awal malam itu.


Tepatnya pukul delapan lewat lima belas menit, ia sudah tiba di kediaman besar itu. Annette mendorong pintu dan dua orang pelayan langsung menyambutnya dengan seulas senyum hangat.


Yang mengejutkannya, mereka datang memegang kedua lengannya dan menyeretnya ke kamar. Di sana ia langsung di duduk kan di depan meja rias oleh Zeta dan Mikha sibuk mencari gaun di almari.


"Kalian mau buat apa?" Tanya Annette. Tidak ada ekspresi kebingungan di wajah cantiknya hanya ada kepasrahan pada keadaan.


Mikha dan Zeta hanya saling bertukar senyum sebagai jawaban. Annette pun memilih tidak bertanya lagi. Selesai wajahnya di rias cantik dan tubuhnya terbungkus anggun dalam gaun ibu hamil separas lutut. Mikha dan Zeta pun membawanya ke taman belakang.


Mata Annette langsung di sambut dengan lilin-lilin yang berderet di sepanjang jalan setapak. Hingga di ujung sana ia melihat sebuah meja makan malam dengan desain putih romantis. Tepat ada Egbert yang berdiri seolah sudah menunggu lama kehadirannya.


Pria itu tampil cukup menawan dengan jas hitam formal. Membawa aura kegelapan menyatu dalam kebekuan wajahnya yang tampan. Melihat pria itu tersenyum begitu lebar menyambut kehadirannya, hati Annette seketika berdesir lirih dalam harapan...


'Setelah semua kekacauan yang melanda ku seharian ini'


'Malam ini aku mendapatinya tersenyum begitu menawan tepat ke dasar mataku'


'Sesaat aku merasa semuanya terbayar sudah'


"Malam istri ku" Meski sapaan itu terdengar begitu dingin dari wajah Egbert yang se-beku es, tapi itu nyaris saja membuat Zeta dan Mikha nyaris menjerit karena terbawa suasana.


Tentu saja keduanya dengan cepat membekap rapat mulut mereka, menahannya. Sedangkan Annette sendiri sudah membeku di tempat. Merasa dunianya berhenti berputar beberapa detik.


"Nyonya, kami tinggalkan anda bersama tuan Egbert" Bisik keduanya di telinga Annette dan mereka pun bergegas pergi memberikan privasi sepenuhnya pada pasangan suami istri itu.


Annette masih diam. Melihat Egbert yang berjalan ke belakangnya dan kemudian ia mendapati tangan besar pria itu perlahan menyelip dari pinggangnya hingga mendarat ke perut besarnya.


"Ini adalah kejutan yang ku buat khusus untukmu" Bisik Egbert tepat di telinga Annette, "Kau suka?"


Annette seharunya bingung malam itu. Ia hanya terlibat dalam surat kesepakatan formal dengan Egbert sampai bayi dalam perutnya lahir. Lantas kenapa Egbert bersikap sampai sejauh ini?


Namun sangat di sayangkan.


Annette yang naif, memilih terbuai dalam peran seorang istri yang menikmati perawatan manis suaminya dan melupakan realita yang sebenarnya.


"Kejutan dalam rangka apa?" Saat itu, Annette sudah melupakan semua kesialan dan kesedihannya.


"Kejutan untuk istriku yang sejauh ini sudah bertahan..." Egbert tidak melanjutkan kata-katanya, sebagai gantinya ia mengelus lembut perut besar Annette sebagai penutup kalimatnya.


Saat itu, Annette seketika merasa seperti seorang istri yang paling bahagia di dunia.