
Egbert duduk di ruang kerjanya sambil memangku Annette di sisinya. Dia mengecup pipi istrinya. Mata hitamnya yang selalu nya berkilat dingin, kini penuh sinar kebahagiaan, "Bagaimana dengan kelas-kelas yang kau ikuti sejauh ini?"
Annette membalas ciuman itu dengan mengecup cepat bibir Egbert. Kemudian dia menghela nafas panjang, "Sangat melelahkan"
Dia bukan lagi gadis dua puluhan dengan semangat studi seperti dulu. Biar begitu dia selalu menjadi pribadi yang cepat mempelajari sesuatu. Hanya kelas-kelas yang harus dilewatinya sebagai prasyarat menduduki posisi permaisuri kekaisaran, itu cukup berat baginya.
Dari kelas sejarah Merland yang begitu panjang lagi membosankan, pengetahuan politik seputar kekaisaran Merland hingga serangkaian etiket bangsawan yang cukup rumit dan masih banyak hal lainnya yang harus dipelajarinya karena akan memegang posisi permaisuri kekaisaran Merland.
Sekilas ini sedikit mengingat kan Annette dengan peradaban kerajaan Eropa kuno. Walau dalam banyak hal, banyak sistematika pemerintahan yang berbeda. Paling beberapa yang mirip hanya gelar kebangsawanan dan sistem monarki nya.
Egbert mengelus pipi Annette lembut, "Jika kau mau, aku bisa menyuruh mereka untuk menghentikan semua formalitas itu"
Annette mengerutkan keningnya dan tertawa.
"Tidak perlu. Aku tidak ingin rakyat mu mengenal ku sebagai permaisuri yang buruk"
"Kau yakin?" Egbert tau betapa melelahkan semua kelas-kelas itu. Terlebih lagi bagi Annette yang sejak lahir hanya merupakan rakyat biasa.
Annette mengangguk. Kemudian dia merapikan tata letak kerah Egbert dan bros rantai nya yang terbuat dari emas.
"Kau tidak perlu khawatir. Beberapa hari ini aku mulai sedikit terbiasa. Lagipula kedepannya pasti akan lebih berat dari ini. Jadi aku harus mempersiapkan diri ku yang terbaik. Biar bagaimanapun posisi yang ku pegang ini bukan suatu perkara main-main. Aku tidak ingin mengecewakan rakyat mu dan aku ingin menjadi permaisuri yang dimana kau dapat berbagi beban dengan ku"
Egbert menatap Annette dalam dan memeluknya, "Lega mendengarnya. Rasanya beban di pundak ku sudah sedikit berkurang karenanya"
Annette tersenyum dan menenggelamkan dirinya lebih jauh dalam dekapan hangat Egbert.
Saat itu pintu ruang kerja Egbert di ketuk.
Pelukan keduanya terus terlepas.
"Masuk" Seru Egbert.
Pintu didorong terbuka. Egbert melihat Sean berjalan masuk kedalam dengan sorot mata lesu dan tak bergairah. Annette yang melihatnya, menautkan sepasang alisnya dan berbisik di telinga Egbert, "Apa itu karena kau mencuri cuti nya?"
Egbert memperhatikan raut wajah Sean sebelum menjawab, "Sepertinya bukan"
"Hormat saya pada paduka dan yang mulia permaisuri"
Sean membungkuk, memberi salam formalitasnya.
Egbert mengerutkan keningnya, "Tidak perlu begitu formal, langsung duduk saja"
Sean mengangguk pelan dan wajahnya yang tertekuk itu sedikit suram. Dia berjalan ke salah satu sofa tunggal yang ada di ruang tersebut dan duduk.
Annette turun dari pangkuan Egbert, "Sudah waktunya kelas etiket. Aku pergi dulu"
"Eum" Egbert mengangguk dan memajukan pipi kanannya sebagai isyarat agar Annette menciumnya sebelum pergi.
Annette membungkuk ke bawah dan mengecup cepat pipi Egbert.
Bibir Egbert melengkung tinggi ke atas, matanya menatap punggung Annette yang berangsur-angsur pergi meninggalkan ruang kerjanya dengan ekspresi hangat di wajahnya.
"Jadi, bagaimana hasilnya?" Tanya Egbert. Setelah melihat pintu ruang kerjanya di tutup dan punggung Annette yang tak terlihat lagi.
Tatapan Sean yang memandang lurus tepat ke jendela yang tertutup rapat itu terlihat menerawang jauh dan kosong. Tapi dia masih mendengar apa yang di tanyakan Egbert.
"Katanya dia akan berhenti"
Egbert tersenyum puas, "Bagus. Itu berarti aku tidak perlu repot-repot mengurusi nya lagi"
Jadi tak peduli apakah Emma sudah memberitahu Rajeev identitas Annette yang sebenarnya. Karena itu tak lagi bekerja. Rajeev pasti tidak akan sembarang mengambil langkah bodoh mengingat bukti-bukti kebusukannya telah ada di tangannya.
Itu berarti, dia tidak perlu khawatir. Hanya perlu tetap menjaga kewaspadaan nya saja.
"Sekarang segalanya sudah berakhir. Aku sudah mendapatkan posisi yang sudah seharusnya menjadi milik ku. Sekarang saatnya kau memilih" Ucap Egbert pada Sean, "Posisi apa yang kau inginkan?" Tanya nya kemudian.
"Sudah berakhir ya.." Suara Sean terdengar jauh dan hambar. Dia mengenang cinta pertamanya yang dulu berakhir dan kini telah berakhir ke sekian kalinya.
Egbert mengerutkan keningnya, "Sean?"
"Aku tidak menginginkan posisi apapun" Sean mengangkat pandangannya ke arah Egbert, "Aku akan menetap di dunia manusia seperti biasa dan mengajar seperti sebelumnya. Lalu kau dapat memanggil ku seperti biasa jika kau membutuhkan bantuan ku"
Sean seharusnya senang mendengar itu, tapi ekspresi wajahnya tetap terlihat redup dan sendu berucap, "Itu bagus"
Egbert mengerutkan keningnya. Dia menebak-nebak apa yang membuat mood Sean terlihat tidak baik. Tapi setelah memikirkannya, dia menebak itu pasti berkenanan dengan...
"Kau baru saja menemuinya?"
Sean tersenyum masam, "Ya"
"Bagaimana keadaannya?"
"Dia baik, hanya sedikit lebih kurus"
"Lalu bagaimana denganmu?"
Sean terdiam sejenak.
"Dia sekarang bukan milik siapapun lagi, kau tidak akan mencoba membangun hubungan dengannya?" Lanjut Egbert lebih jauh.
Wajah Sean semakin suram, "Seperti yang ku katakan, segalanya sudah berakhir"
Seperti itu, Egbert tidak menanyakan apa-apa lagi.
......................
Untuk pertama kalinya malam terasa melelahkan. Egbert telah melewati serangkaian rapat yang panjang dan Annette menyelesaikan kelas-kelas nya yang beruntun.
Dua orang itu berbaring bersama di atas ranjang, saling berpelukan dan bersama-sama melepas penat untuk hari itu.
"Aku tidak menyangka, akan bergerak sejauh ini dengan mu" Ucap Annette. Tangannya menelusuri lekuk dada Egbert yang keras lagi berotot.
"Padahal sebelumnya aku hanya gadis manusia biasa yang diculik Sean untuk menjadi pengantin wanita sementara mu. Tapi sekarang, aku telah bersanding sebagai istri dan permaisuri mu"
Egbert menatap mata Annette dengan tatapan terlembut nya. Jari telunjuknya memainkan seuntai rambut Annette dengan memutarinya pelan, "Aku pun tidak pernah berpikir akan jatuh cinta lagi dalam kehidupan ini. Tapi bersama dengan mu cukup lama, membuat ku merasakannya lagi"
Annette mendongak ke atas dan menata Egbert dengan senyum teduh nya, "Rasanya seperti baru lima tahun yang lalu aku melarikan diri dan membesarkan bayi seorang diri, tapi sekarang..."
Annette menyandarkan kepalanya ke dada Egbert dan tangannya memeluk lengan kokoh nya, "Kita sudah bersama, menjadi suami-istri yang harmonis dengan putra kecil kita yang begitu manis"
Ada senyum kebahagiaan di mata Egbert ketika mendengar itu. Dia membungkukkan kepala nya dan mengecup kening Annette lama.
"Kedepannya akan menjadi hari-hari yang berat. Menjadi istri seorang penguasa seperti ku, pasti akan sangat membebani mu. Aku akan sibuk berkutat dalam banyak hal dan akan sering berbagi beban dengan mu. Tidak ada banyak waktu untuk menemanimu dan yang pastinya akan sedikit waktu luang untuk kita bersama. Seperti itu, apakah kau akan tetap bersama dengan ku?"
Annette mengangkat tangannya dan mengelusi belahan pipi Egbert yang dingin, "Ya, apapun itu aku akan tetap bersamamu"
Egbert tersenyum, mengambil tangan Annette dan mengecup lembut punggungnya, "Aku memulai hubungan dengan mu menggunakan pemaksaan, secara keseluruhan cinta kita bermula dalam kebengisan dan kekeraspalaan ku. Untuk semua itu, aku sungguh sangat menyesal. Istriku..."
Egbert menatap Annette dalam, "Maafkan aku" Suaranya berat dan penuh akan sarat penyesalan.
Bulu mata Annette berkibar dan relung hatinya bergetar, "Suamiku, kau tidak perlu minta maaf. Karena bagiku, segalanya sudah berakhir. Sekarang sudah cukup dengan kau mencintaiku dan menjadi satu-satunya untukmu"
Keduanya kini menatap satu sama lain, bertukar pandang dalam tatapan yang dalam lagi penuh arti. Mata keduanya sama-sama memancarkan senyuman kebahagiaan. Kemudian wajah keduanya mendekat dan mereka berciuman dalam ketenangan dan kedamaian.
......................
...TAMAT...
Akhirnya Vampire's Secret Baby kini sudah berakhir. Egbert sudah menyelesaikan rencananya, telah kembali berani mencintai dan yang pasti identitas bayi vampir kita yang sudah besar yaitu Aldrich sudah terungkap sehingga Egbert dapat menduduki tahta.
Saya tidak ingin membuat cerita ini menjadi begitu berbelit-belit dan keluar dari garis judul besarnya. Semoga akhir bab ini dapat memuaskan para pembaca.
Sekarang Egbert dan Annette telah bersama dengan mencintai satu-sama lain. Untuk yang bertanya di kolom komentar mengenai orang tua Annette, hal tersebut sama sekali tidak ada dalam rancangan cerita ini. Karena seperti perkenalan di bab-bab awalnya, Annette hanyalah seorang gadis sebatang kara yang hidup mandiri setelah pergi meninggalkan panti asuhan. Ya, hanya itu saja terkait latar belakang tokoh utama kita dalam cerita ini.
Terimakasih banyak bagi para pembaca yang sudah memberikan vote dan gift untuk cerita sederhana ini. Bagi kalian yang sudah menuliskan komentar, saya begitu senang membacanya dan maaf kalau ada beberapa yang belum sempat atau tidak saya balas, dan yang pastinya saya juga berterima kasih bagi semua pembaca yang sudah mengikuti cerita ini sampai tamat.
Salam Sayang
_Sifa Azz ♥️_