Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|127|. Lebih Baik Menahan Diri



Perjalanan tidak berlangsung begitu jauh. Mereka hanya pergi ke salah sebuah penginapan yang ada di pinggiran kota. Egbert memilih itu, karena mereka tidak bisa menghabiskan waktu terlalu lama untuk perjalanan ini. Karena setelah malam ini berlalu, esok harinya mereka akan segera kembali ke istana bulan merah. Di mana Egbert sudah mengatur pesta besar untuk memperkenalkan istrinya kepada seluruh negri Merland.


Istana sudah di dekorasi sedemikian rupa dan undangan sudah di sebar. Jadi itu tidak dapat dibatalkan. Bagaimanapun, Egbert sudah mengaturnya sedemikian rupa, karena itu sudah termasuk dalam rencananya untuk mempercepat proses perebutan tahta.


Kereta kuda berhenti, Egbert melompat turun lebih dulu dan membantu Annette turun kemudian. Malam itu Egbert menyamar sebagai seorang peniaga yang membawa serta istrinya dalam perjalanan.


"Ini kunci kamar anda" Resepsionis wanita, yang berambut tersanggul rapi ke atas dan mengenakan pakaian serba hitam dari atas dan bawah itu mengulurkan tangannya, menyerahkan kunci kamar, "Semoga anda dan istri anda dapat beristirahat dengan nyaman di penginapan kami"


Setelahnya wanita itu sedikit membungkuk sopan dan mengangkat kepalanya dengan seulas senyum di bibir. Pemandangan itu membuat Annette berpikir, cara mereka melayani tidak jauh berbeda dengan manusia. Itu ramah dan murah senyum.


Egbert dingin seperti biasanya. Mengambil kunci, ia langsung menarik Annette masuk ke dalam kamar penginapan.


Mengunci pintu dan menutup rapat jendela kamar. Egbert menarik sebuah tali dan kipas di langit-langit kamar berputar dengan kecepatan sedang.


Kamar itu tidak seberapa luas, hanya memiliki kasur dari teratah kayu biasa dan satu kamar mandi kecil di sudut.


Annette menanggalkan jubah nya dan nyaris hampir menarik wig hitam dari kepalanya. Tapi Egbert menahan tangannya, "Jangan lepas. Kita harus tidur dengan identitas ini malam ini"


Annette menarik tangannya, "Aku mengerti"


Berjalan ke arah ranjang, Annette pergi duduk di tepinya. Kasur itu berbahan dasar kapas. Membuatnya terasa keras di duduki, "Jadi, kenapa orang-orang itu bertekad membunuh ku?"


Egbert pergi duduk di samping Annette dan dia yang paling malas berbicara. Malam itu telah menceritakan seluruh beluk permasalahannya kepada Annette. Semua bermula dari pengkhianatan besar dari orang dalam istana. Yang melakukan pembingkaian terhdap kaisar terdahulu hingga menyeretnya dalam tali gantung kematian. Sang permaisuri yang sangat mencintai nya pun turut mengikutinya dengan meminum segelas jus dari bawang putih kematian— sebuah bawang putih beracun yang hidup di Merland.


Satu-satunya racun yang dapat menyebabkan kematian bagi para vampir.


Setelahnya itu berlanjut pada kisah suram seorang putra mahkota muda yang baru saja berusia delapan tahun. Tepat pada malam purnama penuh, di mana aroma darah kematian masih menyelubungi kekaisaran, dia harus di angkat menjadi kaisar muda. Tapi Anthony, Paman kekaisarannya, datang dengan sebuah perundingan.


"Dia akan menduduki tahta dan menjadi kaisar sementara. Para petinggi istana menyetujui itu, mengingat aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang kaisar"


Annette duduk menyimak dengan jejak emosi yang terus bermunculan di sepasang matanya yang sesekali berkedip dan bergetar. Ia tidak akan mengira Egbert— vampir berdarah dingin yang bengis dan egois itu, akan menjadi korban dari skema kejam perebutan tahta.


"Dulu sekali aku sangat polos. Aku berpikir paman ku— satu-satunya keluarga yang ku miliki. Rela menanggung beban besar itu hanya untuk membantu seorang bocah kecil seperti ku yang tampak sangat tidak berdaya. Berlalunya waktu dan tahun, aku kian bertumbuh dan menjadi pria dewasa. Aku mendapatkan cinta pertamaku saat ajang pemburuan dan begitu saja terlibat dalam hubungan. Awalnya aku takut paman tidak akan merestui hubungan kami, karena kekasih ku seorang wanita dari rakyat biasa...tapi hal yang mengejutkan, dia.."


Pandangan Egbert yang memandang lurus kearah jendela, menoleh kepada Annette yang duduk di sampingnya, "Dia menyetujuinya begitu saja"


Mata Annette berkedip, "Wanita itu..apa dia vampir yang menggigit leherku?"


Egbert mengangguk, tak ada senyum di matanya, "Ya. Namanya Emma"


Bulu mata Annette bergetar samar, 'Ah, jadi nama wanita itu Emma..'


"K-kau, apa kau masih mencintainya?" Annette ingin mengutuk lidah bodohnya. Kenapa ia bisa datang dengan pertanyaan memalukan itu?


"Tentu saja aku ingin—ups" Annette menutup rapat mulutnya. Dia menggigit bibir bawahnya yang dibawa sedikit ke dalam dengan frustasi, "Tidak, maksud ku tentu saja aku tidak ingin mendengarnya. Aku tidak sepenasaran itu.." Annette terdengar gugup.


Ada senyum di mata Egbert, "Meskipun aku pernah sangat mencintainya.." Egbert memberi penekanan pada kata 'pernah', "Aku tidak akan mau lagi mencintai seseorang yang hampir mencekik ku mati"


Bulu mata Annette bergetar dan bola matanya membesar dalam kejutan, "J-jadi... selama ini aku melihatmu beberapa kali seperti tercekik itu karena..."


Egbert benci mengetahui kelemahannya di temukan, tapi Annette sudah melihat semuanya. Jadi tidak perlu ada yang disembunyikan, "Begitulah"


Bibir Annette terkatup, diam.


"Suatu malam dia datang ke kamar ku dan mencekik ku. Saat itu aku masih memiliki kesadaran penuh dan berhasil menggagalkan aksinya. Sejak itu aku membuangnya dan menemukan fakta bahwa dia seseorang yang sengaja di rancang Paman ku untuk berada di sisiku. Sederhananya, Paman ku ingin menggunakan jerat kecantikan untuk membunuh ku"


Annette sangat tidak menduga itu. Bagaimana mungkin paman— satu-satunya keluarga yang dimiliki Egbert dan yang paling dipercayai, akan melakukan skema buruk tersebut.


"Dan pembingkaian kaisar terdahulu, itu dia juga yang melakukannya. Itu kenapa aku ingin merebut kembali apa yang menjadi hak ku, tapi untuk itu aku harus sudah memiliki seorang penerus sah. Itu kenapa aku menyuruh Sean mencari gadis manusia untuk menikah dengan ku. Hanya untuk mencapai persyaratan tersebut. Bisa saja aku memilikinya dengan wanita vampir di negri ku, tapi aku... tidak dapat mempercayai mereka lagi"


Sekarang, Annette mulai mengerti. Kenapa lima tahun silam, Egbert sangat bersikeras menikah dengannya dan menekannya untuk melahirkan seorang anak.


"Sekarang paman ku sudah merasa mawas, karena aku sudah memiliki seorang istri. Dia takut jika aku akan segera memiliki keturunan sehingga mengambil aku dapat menduduki kursi tahta. Jadi itu kenapa dia menyuruh orang-orangnya untuk bergerak membunuh mu.."


Annette mengibarkan bulu matanya dengan ekspresi penuh kejutan yang sangat.


"Itulah kenapa aku langsung bertekad untuk mengirimkan Aldrich menjauh dari kita dan menyembunyikan statusnya. Itu karena jika identitas nya terkuak, akan ada banyak orang yang mengincar nyawanya".


Sepasang bola mata Annette bergetar hebat dalam keresahan, "Kalau begitu kenapa kau—"


"Aku tidak bisa membiarkannya terus berada di negri manusia" Potong Egbert, dia langsung mengerti kemana arah pertanyaan Annette tertuju, "Di dalam tubuhnya mengalir darahku yang seorang vampir. Dia perlu pembekalan khusus terkait kemampuannya sebagai seorang vampir seperti salah satunya mengendalikan tenaga dalam. Kau ingat terakhir kali dia hampir mati karena tidak tau cara mengendalikan energi nya?"


Annette menundukkan kepalanya.


"Besok kita akan kembali ke istana bulan merah dan tetap melangsungkan pesta. Setelahnya, aku akan membawamu berjumpa dengan Aldrich"


"Tidak" Annette mengangkat kepalanya, "Aku pikir itu terlalu berbahaya jika kita menjumpainya dalam waktu dekat ini. Lebih baik, aku menahan diri ku.."


Annette sungguh tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi pada putranya. Jadi ia tidak mau bertindak ceroboh.


Egbert meletakkan telapak tangan yang besar di atas punggung tangan Annette, "Aku senang akhirnya kau berpikir demikian. Kalau begitu, setelah pesta aku akan langsung mengirimkan mu kembali ke kastil ku yang ada di manusia"


"Kenapa begitu?"


"Karena akan terlalu berbahaya jika kau berada di sini"