
Annette sudah berada di kastil besar Egbert. Bertemu dengan Mikha dan Zeta yang awalnya terkejut ketika melihat kemunculan dirinya. Tapi keduanya pun datang menyambutnya dengan pelukan hangat dan wajah senang hati.
"Senang melihat anda lagi nyonya"
Annette merasa sedikit terbebani dengan panggilan 'nyonya' yang kini cukup asing di telinganya, "Aku juga senang berjumpa kalian lagi"
Di belakang dua pelayan itu, berdiri kepala pelayan Mary yang tidak pernah berubah sama sekali. Wanita empat puluhan itu selalu dengan sikap tenang bersahaja nya yang berwibawa. Menarik seulas senyum simpul di bibir, menyapanya dengan sopan sebagai sambutan, "Selamat datang kembali nyonya, lama tidak bertemu"
"Lama juga tidak bertemu anda kepala pelayan Mary" Meskipun wajahnya diliputi ke-senduan, Annette tetap memaksa kan sejejak senyum di bibir.
"Mary" Itu adalah Egbert, yang berdiri di belakang mereka sambil menggendong Aldrich yang sudah tak sadarkan diri.
"Antar kan dia ke kamarnya dan jangan biarkan dia keluar dari sana tanpa izin dariku" Egbert memberikan perintah itu kepada Mary langsung saja di depan Annette yang masih berdiri di sana.
Annette hanya diam dengan tampang sedihnya dan tak berkutik apa-apa.
"Baik tuan"
Kemudian Egbert memutar tumitnya, berdiri menghadap Annette sepenuhnya. Mata dinginnya telah membekukan Annette dengan tatapannya yang tajam, "Jika kau masih ingin melihat putramu, tunggulah kepulangan ku dengan patuh disini"
"Eum" Angguk Annette. Begitu patuh dan penurut.
"Aku pergi" Mengatakan itu, Egbert langsung memutar tumitnya dan berjalan keluar dari pintu.
Tapi sebelum itu Annette memanggil, "Egbert"
Membuat langkahnya berhenti di ujung pintu. Punggung tegapnya tidak berbalik, hanya kepalanya yang sedikit menoleh ke belakang.
"Tolong selamatkan dia bagaimanapun caranya" Annette memasang tampang memohon, suaranya sedikit terdengar parau dan ujung hidungnya mengerut asam.
"Eum" Setelah 'em' singkat itu, Egbert langsung menggunakan tenaga dalamnya sebagai vampir untuk melesat cepat ke mobil dan pergi meninggalkan kediaman.
Annette berjalan lesu, mengikuti Mary yang menuntunnya menuju kamarnya. Pintu kamar di buka dan segalanya masih begitu familiar dalam retina Annette. Ranjang besar yang nyaman, lemari kayu dengan ukiran dan meja rias yang di atasnya tidak ada benda apapun.
"Setelah anda pergi melarikan diri dari kastil, tuan masih menyuruh saya untuk rutin membersihkan kamar ini" Terang Mary, meskipun tanpa di tanya.
"..." Annette menoleh pada Mary, mengedipkan matanya pelan dan tidak mengatakan apa-apa.
"Pakaian-pakaian anda juga masih lengkap di lemari karena tuan tidak mengizinkan kami untuk membuangnya"
"Harusnya dia membuangnya. Bagaimanapun, sudah lima tahun aku menghilang" Annette menatap kearah pintu lemari. Sejenak ia merasa penasaran, apa benar yang dikatakan Mary?
"Tapi yang terjadi tuan tidak membuangnya" Ucap Mary, bibirnya mengulum rapat dalam senyuman.
"..."
"Saya sudah bekerja pada tuan Egbert sekitar dua puluh tahun lamanya. Jadi, saya sudah sangat hafal dengan karakter dan kepribadiannya"
"..." Annette menatap mata Mary, menunggu wanita paruh baya itu melanjutkan ucapannya.
"Dia mungkin dingin dan acuh di permukaan, tapi di balik itu dia mempunyai hati yang sejuk dalam menjaga orang-orang kepercayaannya. Itulah alasan kenapa saya masih betah bekerja dengannya sampai hari ini"
"Apa tujuan anda mengatakan ini padaku?"
Mary mengulum senyum kecil menjawab, "Saya mau bilang, kalau saya sangat menyayangkan keputusan anda lima tahun lalu yang memutuskan untuk melarikan diri. Padahal jika anda dapat bersabar dan sedikit lebih bertahan, saya yakin hari ini akan melihat pemandangan keluarga kecil yang harmonis telah mengisi kastil besar yang sunyi ini"
"..." Kali ini Mary bungkam, tak menjawab apa-apa.
"Jika harus kembali ke lima tahun belakang, maka pilihan saya tetap sama"
Yaitu pergi melarikan diri dari Egbert dan kastil besarnya yang dingin.
"Bagaimanapun dia adalah tuan mu, jadi aku mengerti kenapa kau berkata demikian. Tapi sekiranya kau mengerti apa yang aku derita saat itu, aku yakin kau tak akan mengatakan ini"
Mary menganggukkan kepalanya mengerti, "Ya, saya tau. Barangkali saya telah salah. Tapi karena anda sudah kembali, maka biarkan saya memberitahu anda cara terbaik membuat tuan Egbert mau menjaga anda disisinya"
"..."
"Ketulusan, kepercayaan dan kesetiaan, jika ketiga hal ini anda dapat membangunnya dengan benar, bukan tak mungkin kelak tuan Egbert akan membuka hatinya yang sedingin es pada anda"
"..."
"Kalau begitu saya permisi dan selamat beristirahat"
Annette beberapa saat terdiam, sambil memperhatikan punggung Mary yang berangsur-angsur lenyap dari pandangan. Setelahnya ia menghela nafas berat dan pergi duduk di pinggir ranjang sambil berharap cemas...
"Semoga Aldrich baik-baik saja"
......................
Egbert telah membawa Aldrich diam-diam ke kediaman dokter Robbin yang letaknya ada di pedesaan. Ia juga datang dalam penyamaran, untuk berjaga-jaga dari membuat orang curiga.
Membaringkan tubuh kecil Aldrich di atas kasur, ia membiarkan dokter Robbin melakukan serangkaian pemeriksaan pada bocah yang kata Annette adalah putranya.
Walau ketika melihat rambut kuning jagung nya yang aneh, ia merasa tidak begitu yakin. Bagaimanapun rambutnya bewarna hitam pekat dan Annette coklat keemasan. Lantas dari mana warna rambut anak itu berasal?
Tapi Egbert memilih untuk menepis kecurigaannya dan menyelamatkan anak itu lebih dulu. Baru setelah nya ia akan menyelidikinya untuk pembenaran.
"Bagaimana?" Tanya Egbert setelah melihat dokter Robbin yang selesai memeriksa.
"Saya merasakan detak jantung yang tak wajar, apa dia campuran?"
Campuran adalah istilah yang merujuk pada vampir yang tidak murni vampir sepenuhnya, melainkan ada campuran gen manusia didalamnya. Dulu sebelum sistem pengasingan di berlakukan, itu adalah hal yang lumrah di temukan. Tapi setelah era tersebut diberlakukan, nyaris tidak ada lagi yang namanya campuran.
"Eum"
"Ah, pantas saja kalau begitu" Robbin mengangguk-angguk mengerti.
"Lalu bagaimana dengan keadaannya?"
"Sedikit buruk. Tenaga dalamnya pecah dan menjadi tak terkendali. Hal ini mungkin terjadi karena dia tidak dibekali ilmu cara mengendalikannya. Di tambah dengan struktural tubuh manusianya, kekacauan tersebut telah menyerang setiap pembuluh darah dalam tubuhnya terutama bagian otak" Jelas Robbin, "Baguslah anda membawanya dengan cepat kemari. Atau jika tidak, bukan tak mungkin pembuluh darahnya pecah dan anak itu bisa saja mati karena sakit akan kerusakan bagian dalam yang cukup parah"
Untuk sesaat, Egbert merasa puas dengan keputusan bijak Annette yang mengakuinya begitu saja hanya demi anak itu langsung mendapatkan penangan yang tepat.
"Saya sudah mengunci titik tenaga dalam anak itu. Jadi itu akan baik-baik saja sekarang. Hanya saya curiga bahwa ada pemicu lain selain itu.."
"Jadi, kenapa anda tidak memeriksanya apa itu?"