Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia



"Kenapa kau bisa berpikir begitu?" Madam Belinda menautkan sepasang alisnya.


Annette meremas gaun merahnya yang berat itu, "Dia yang mengatakannya sendiri"


Belinda menghela nafas berat. Ia dapat merasakan kekecewaan yang mendalam dari gestur tubuh Annette yang tampak sangat tidak berdaya dan pasrah.


"Ku pikir, yang mulia telah salah menyadari perasaannya. Aku tau dan aku sangat yakin.. kalau yang mulia sangat mencintaimu"


Annette mengangkat kepalanya, bola mata hitamnya bergetar samar bertemu dengan mata tua Belinda.


"Yang mulia memiliki pengalaman yang tragis dalam menjalin hubungan. Jadi kupikir, itulah penyebabnya"


"..." Annette menatap dalam diam. Tentu ia sudah mengetahui kisah tragis apa yang wanita tua itu maksud.


"Yang mulia menolak mengakui perasaannya yang sebenarnya padamu. Menurutku, itu terjadi karena yang mulia terlalu takut untuk menyadari keberadaan perasaan tersebut atau barangkali dia mencoba menampik nya. Bagaimanapun kepercayaan yang mulia terhadap cinta dan hubungan sudah pernah rusak sekali dengan kerusakan yang sangat tidak berbentuk. Tentu saja akan sulit memperbaiki kerusakan tersebut"


Annette mengerti. Seberapa rusak keparahan itu. Seseorang yang sangat dicintai Egbert, suatu malam datang mencekiknya— membawa ambisi untuk membunuhnya.


Sungguh kerusakan yang sangat tidak tertolong!


Belinda mengambil tangan Annette dan menggenggamnya lembut, "Mencintai seseorang dibutuhkan kepercayaan. Itu sesederhana kita dapat bersama dengannya dari malam hingga pagi tanpa harus khawatir keberadaannya akan melukai kita. Mungkin, seperti itulah dalam kasus yang mulia"


"..."


"Wanita tua ini sudah lama sekali merawat yang mulia, dari kecil hingga dewasa, aku sudah melihat semua proses perkembangannya. Jadi harus ku katakan, kepercayaan anak itu terhadap cinta tak ubahnya seperti sebuah tembikar. Jika itu jatuh dan hancur, dia tidak akan kembali ke bentuk semula. Tapi bukan berarti itu tidak dapat diperbaiki"


Madam Belinda menatap Annette dalam.


"Kau..kau telah memperbaiki tembikar yang sudah rusak itu"


Itu kenapa Egbert tidak lagi ragu bermalam bersama Annette hingga fajar bertandang.


"Sekalipun itu tidak dapat kembali ke bentuk awal dan ada bekas retakan yang cukup jelas"


Itu kenapa Egbert tak lagi dapat menyatakan cintanya se-lugas dulu. Bahkan menganggapnya seperti tidak lagi ada.


"Tapi estetika yang diberikan dapat menambah nilai sehingga melapisi keretakan tersebut dengan keindahan. Seperti tembikar pecah yang direkatkan kembali dengan logam mulia seperti emas dan perak cair.. dengan sendirinya tembikar rusak itu akan menjadi sebuah perbaikan yang indah. Jadi aku ingin..kau menjadi logam mulia tersebut, yang akan memperbaiki kerusakan pada kepercayaan yang mulia terhadap cinta. Yang bukan hanya sekedar memperbaiki saja, tapi juga menambah nilainya, dengan begitu.. yang mulia dapat kembali berani untuk mencintai.."


Dengan nilai-nilai terkait kemurnian dan ketulusan cinta yang dibawakan Annette untuk Egbert, Belinda sangat yakin hal itu akan terjadi.


"Bisakah kau melakukannya?"


Bola mata Annette tanpa sadar bergertar.


"A-aku.." Annette merasa beban yang sangat berat datang menekan kedua pundaknya.


Belinda mengeratkan genggamannya dan memberi tatapannya yang penuh arti pada Annette, "Aku tau kau dapat melakukannya"


"K-kenapa anda begitu yakin?"


"Itu karena aku dapat melihat, kau sangat mencintai yang mulia"


Tidak ada wanita yang dapat tahan dengan fakta cintanya bertepuk sebelah tangan. Dia pasti akan segera pergi, kecuali dua hal..


Kalau bukan karena wanita itu terlalu bodoh—yang terakhir pasti karena dia terlalu cinta.


Dan dua hal itu, sangat tipis sekali bedanya.


Salah seorang pelayan datang menepis keheningan di antara Annette dan madam Belinda.


"En, kau bisa pergi"


Sesudahnya madam Belinda mengajak Annette ke ruang makan dan dengan sopan mempersilahkannya untuk mencicipi hidangan yang ada.


"Masih ada hal yang harus ku urus, wanita tua ini mohon undur diri.."


Madam Belinda semakin sopan dari yang sebelum-sebelumnya. Jelas wanita tua itu telah mengakui kedudukan Annette dalam hatinya sebagai putri mahkota dan istri dari putra mahkota.


Annette dengan sopan mengangguk dan melihat wanita tua itu pergi meninggalkan ruang makan.


Di ruang pesta, Egbert sudah bosan melayani para bangsawan dalam setiap percakapan yang penuh unsur menjilat. Dia memutuskan untuk pergi dan mencari Annette. Tapi langkahnya tiba-tiba di hadang oleh seorang wanita bergaun merah muda. Perawakannya jauh lebih muda dari Annette.


"Yang mulia putra mahkota.." Gadis itu membungkuk sopan kepadanya, "Perkenalkan saya Lady Clare Winston, putri dari Viscount Winston"


Egbert menatap lurus, wajahnya tanpa ekspresi dan mulutnya sedikitpun tidak mengatakan apa-apa.


Itu membuat gadis itu menggigit bibir bawahnya dengan perasaan rumit, "Setiap dari anggota keluarga kekaisaran, diharuskan berdansa paling tidak tiga kali di pesta resmi kerajaan. Oleh karena itu, dapatkah saya memiliki kehormatan tersebut untuk menjadi partner dansa kedua anda yang mulia?"


Dansa pertama sudah dilakukan dengan istri sahnya. Dansa kedua dan ketiga, keluarga kekaisaran dapat melakukannya dengan selir jika mereka memilikinya atau memilih salah seorang lady yang menarik perhatian mereka.


Tapi itu hanya sebuah tradisi, bukan suatu keharusan. Itu sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan para bangsawan.


"Anda adalah putri dari Viscount Winston?"


Gadis muda yang bernama Clare itu menganggukkan kepalanya dengan anggun, "Benar yang mulia"


Egbert sebenarnya Ingin langsung menolaknya. Tapi berpikir untuk lebih sopan. Bagaimanapun segera ia akan menjadi kaisar, dia harus belajar lebih tegas dan berwibawa dalam mengontrol emosi dan tindakannya.


"Silahkan anda pelajari lagi pengetahuan umum anda terkait peraturan pesta resmi kerajaan. Mana satu yang tradisi dan mana yang sebuah keharusan, anda harus menghafalkan nya dengan baik"


Wajah gadis muda itu memerah. Seperti sudah mengetahui kesalahannya.


"Maaf, saya tak dapat memberikan kehormatan itu kepada Lady. Karena saya tidak berniat menikmati tradisi yang dapat melukai hati istri saya. Anda adalah seorang wanita, semoga lady dapat mengerti maksud dari ucapan saya tersebut"


Selesai mengatakan itu, Egbert mengambil langkah pergi meninggalkan gadis muda itu. Sejenak ia menghela nafas, itu adalah sikap sopan nya yang sudah paling susah payah dia usahakan.


Dari kejauhan tampak Viscount Winston mendatangi putri dengan wajah memerah padam menahan malu, "Gadis bodoh! Kenapa kau bisa melakukan kesalahan sekecil itu?"


Gadis muda itu langsung menunduk menatap lantai. Sepasang matanya memerah panas dan hatinya teramat sakit. Penolakan yang mulia putra mahkota memang sedikit melukai perasaannya, tapi ayahnya yang langsung datang mematuhinya di muka umum. Itu jauh lebih membuatnya semakin menyedihkan.


Di belakang sana berlari viscountess yang langsung datang memegang pundak putrinya dan membelanya, "Tolong tahan diri anda. Pesta yang diselenggarakan putra mahkota masih belum berakhir.."


Viscountess sangat kecewa pada suaminya. Memarahi putrinya di muka umum seperti itu, apa pria itu mau membuat putrinya kehilangan wajah dan pria bangsawan mana nanti yang akan mau datang melamarnya?


Viscount Winston sadar akan kesalahannya. Dia diam dan pergi begitu saja.


Lady Clare tidak lagi punya wajah untuk terus berada di pesta. Sebelum pergi meninggalkan aula pesta, dia berucap pada ibunya, "Ayah yang ingin aku melakukannya. Sekarang aku sudah mengecewakannya, pastinya ayah tidak ingin aku lebih lama di sini.."


Viscountess tampak sangat tidak berdaya untuk putrinya. Patriarki di negri ini, membuatnya hanya bisa pasrah dan tidak dapat berbuat apa-apa.


"Bu, aku pergi"