Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu



Annette tidak tau kapan tepatnya itu. Tangan yang memiliki kulit se-pucat salju itu datang mendekati lehernya dan memberikan pukulan yang seketika membuat sekujur tubuhnya membeku tak dapat digerakkan. Hal itu mengingatkan nya pada beberapa keterampilan pelayan di kastil Egbert yang juga pernah melakukan hal yang sama.


Annette menatap ngeri wanita vampir didepannya itu...


'Jadi, dia juga bisa melakukan hal seperti ini?'


Dalam ketakutan itu, Annette berusaha keras untuk menggerakkan tubuhnya. Tapi sekeras apapun ia berjuang, nihil adanya. Mulutnya sedikitpun tidak dapat digerakkan hanya sepasang matanya yang masih dapat berkedip dalam keluhan.


Menonton tatapan kegelisahan gadis manusia itu, Emma menutup bibirnya dan tersenyum lucu, "Tidak perlu menjadi begitu khawatir. Aku hanya ingin menemani kesepian mu malam ini.." Jari-jemarinya yang berkuku panjang dan lentik itu mengelus leher jenjang Annette yang bertekstur sangat halus, "Sebagai gantinya, biarkan aku sedikit mencicipi darahmu, bagaimana?"


Annette melotot kan tatapannya pada wanita vampir itu.


Mencicipi darahnya?


Annette hampir akan meledak dalam amarah.


Di mata Emma, penampilan Annette itu tak lebih seperti kucing liar yang berusaha bertindak buas dengan tatapan tajamnya. Hanya sangat disayangkan, kucing liar didepannya itu bahkan tak punya daya untuk menunjukkan cakarnya.


"Tidak perlu menjadi begitu gugup. Yakinlah aku akan menggigit mu lebih lembut dari nya" Tatapan Emma menyapu pada memar biru samar yang ada di sekitaran tulang selangka Annette. Itu sangat samar, sepertinya punya beberapa hari yang lalu, "Sepertinya dia juga bermain nakal dengan mu ya. Memar-memar samar ini, nyaris terlihat seperti gigitan cinta jika diperhatikan"


Emma tanpa ragu mengusap permukaan tulang selangka Annette dengan telapak tangannya. Rasa dingin yang menjalar itu, seketika membuat Annette menjadi panik. Sepertinya wanita itu tidak bercanda sama sekali. Dia..


'Benar-benar akan mencicipi darahku'


Segera Annette diangkut di atas pundak Emma. Syukurlah Annette memiliki berat badan yang seringan kertas, itu memudahkannya untuk membawa nya pergi. Berlari cepat ke kamarnya berada, tidak ada seorangpun yang menangkap kecepatan bayangannya yang melesat pergi membopong tubuh kurus Annette di pundaknya.


Di dalam kamar, Emma melempar tubuh kurus Annette ke atas ranjang. Ia pergi mematikan lampu dan membiarkan lampu tidur kuning keremangan menyala. Merangkak naik keatas ranjang, ia pergi mendekati tubuh kurus Annette yang menjadi kaku tak dapat digerakkan karena perbuatannya tadi.


Ia bukan seorang wanita vampir yang ahli dalam ilmu bela diri. Tapi ia memiliki cara tersebut dari mantan kekasihnya dulu yang mengajarkan nya. Itu adalah sebuah teknik tercepat yang dapat melumpuhkan musuh yang sedang lengah. Mengingat itu, ia merasa sedikit menyayangkan romansa masa lalunya yang harus berakhir tragis karena keinginan ambisius nya.


Menjadikannya bagai setangkai bunga mawar yang ia akan selalu hati-hati merawat setiap kelopak dan bahkan durinya.


Mengenang itu, tentu ada jejak penyesalan. Tapi...


Segera ia membuangnya setelah mengingat apa tujuannya datang ke negri manusia.


"Jangan takut, yakinlah aku tidak akan menyakitimu" Bisik nya. Seiring mulutnya yang perlahan jatuh tepat di sekitar leher Annette yang ramping.


Annette memejamkan matanya dalam kepasrahan. Pada akhirnya, ia harus menerima nasibnya untuk menjadi santapan lezat wanita vampir itu malam ini.


Tepat ketika sepasang taring tajam itu datang menusuk jauh ke dalam daging, mata Annette berair dalam kepedihan dan rasa sakit yang tak tergambar. Meskipun sudah berapa kali di gigit oleh Egbert, ia masih tidak dapat terbiasa dengan rasa sakit tersebut.


Ia dapat merasakan wanita vampir itu yang mulai menghisap darahnya dengan begitu bersemangat. Ingin memberontak, tapi sekujur tubuhnya kaku tak dapat digerakkan. Alhasil ia memang benar-benar hanya bisa pasrah pada nasibnya.


Emma baru saja mencicip nya sedikit, tapi matanya langsung meledak dengan kesenangan. Rasa darah gadis manusia itu sangat lezat. Mengalahkan darah hewani premium tingkat A di negri nya. Ia tidak tau apakah semua darah manusia memiliki rasa seenak itu, karena itu adalah pertama kalinya baginya.


Ia tau meminum darah manusia adalah suatu pelanggaran. Tapi karena Duke Rajeev melakukannya, maka ia tidak akan sungkan. Dan lagi, itu akan baik-baik saja selama ia tidak akan ketahuan.


Emma terus menghisap dan menghisap. Memuaskan dahaga dan laparnya dengan rasa darah yang sangat sempurna. Itu bahkan membuatnya berkeinginan dan terus berkeinginan untuk menyesapnya sampai habis.


Annette dapat merasakan sekitar setengah jam sudah berlalu, tapi wanita vampir itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Ia masih menancapkan taring tajam nya dan menghisap nya dengan buas.


Annette berlinangan air mata dalam ketidakberdayaan. Bibirnya bahkan tidak dapat bergertar untuk merespon kesakitan yang ia rasakan. Hingga ketika ia merasa kepalanya menjadi berat...


Saat itu ia mendapati dunia nya menjadi gelap dan ia kehilangan kesadarannya.


......................