Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|54|. Pelayan Pribadi Anda?



"Karena kau sudah menjadi orang kepercayaan ku, maka aku akan memberitahu mu satu rahasia terbesar ku" Ucap Egbert. Mengangkat salah satu kakinya dan menyilang kan nya dengan sangat menawan, ia melanjutkan, "Aku makhluk penghisap darah"


Annette mengedipkan matanya. Tidak begitu terkejut dengan fakta yang sudah lama ia ketahui itu.


"Kalian manusia mengenalnya dengan sebutan vampir" Lanjut Egbert lebih jauh. Matanya menyipit dalam, mendapati respon Annette yang agaknya tidak terkejut sama sekali.


Itu reaksi yang aneh.


Hampir semua orang yang pertama kalinya ia beritahu kebenaran tersebut, seluruhnya terkejut nyaris akan pingsan. Tapi tidakkah cukup pelik melihat gadis pelayan itu tampaknya biasa saja soal itu?


"Kau tidak terlihat terkejut sama sekali"


Annette seketika mengutuk kebodohannya. 'Harusnya aku berpura-pura terkejut seakan baru mengetahui hal itu'


'Hah, kenapa aku bodoh sekali?'


"Ini aneh" Egbert menajamkan tatapannya, membidik Annette siap membuat gadis pelayan itu terkesiap dan tertekan.


"Ah, apanya yang aneh soal itu" Annette menyembunyikan rasa gugupnya dengan seulas senyum, "Aku seorang gadis yang cukup fanatik pada hal-hal seperti vampir" Baguslah otaknya bekerja cepat untuk menciptakan sebuah kebohongan yang fasih, "Jadi itu membuat ku memiliki keyakinan tinggi bahwa mereka benar-benar ada" Terangnya.


Egbert menautkan sepasang alisnya, "..." Mata dinginnya sedikitpun tidak luput dari menelusuri gestur gadis pelayan bar itu.


Jujur saja itu membuat Annette kian cemas karena tatapan Egbert begitu kentara memperhatikan setiap gerak-geriknya. Biar begitu, ia berusaha keras untuk tetap tenang dan melanjutkan, "Klise nya, aku yakin vampir itu ada. Jadi melihatnya secara langsung seperti ini, itu tidak begitu mengejutkan ku"


"Begitu kah?" Egbert tampak menaikkan salah satu alisnya, jelas terlihat ragu.


Annette mengangguk mantap, "Eum" Merasakan keraguan Egbert, ia pun berkata lebih jauh untuk menyakinkan pria itu, "Orang-orang mungkin menganggap aneh soal aku yang begitu meyakini sebuah mitos. Bagaimanapun, senang mengetahui ternyata kalian benar-benar ada"


Egbert manggut-manggut mengerti. Biar begitu ia tidak dapat menepis perasaan yang begitu familiar setiap kali memandang sepasang bola mata hitam besar yang menawan. Itu sungguh mengingatkannya pada...


Istri kecilnya yang sudah melarikan diri entah kemana.


Membawa kabur benihnya yang entah sudah lahir, hidup atau barangkali mati.


"Kalau begitu apa saya sudah boleh pergi sekarang?" Annette sungguh tidak sabar ingin segera pergi meninggalkan tempat itu. Karena...


Berada di ruang yang sama dengan Egbert, sungguh membuatnya kesulitan menghirup oksigen sekitar.


"Mulai malam besok kau akan menjadi pelayan pribadi ku" Alih-alih menjawab pertanyaan Annette, ia mengubahnya menjadi pernyataan lain.


Itu tak lain adalah hal yang akan Annette lakukan setelah malam ini.


Setelah malam dimana ia menjadi salah seorang kepercayaannya.


Annette menautkan sepasang alisnya dengan sorot mata tak mengerti, "P-pelayan pribadi anda?"


"Eum" Angguk Egbert.


Annette mengedipkan matanya, perasaannya buruk soal itu.


Sejauh yang ia tau, Egbert tidak pernah punya pelayan khusus di sisinya. Paling ia hanya memiliki beberapa pelayan yang mengurus Kastil dan salah seorang yang paling dipercayainya untuk mengurus mereka dan segala keperluan yang ada tak lain adalah kepala pelayan Mary.


Itu adalah informasi yang diperolehnya lima tahun silam yang masih membekas dalam ingatannya sampai sekarang.


"Jadi kau tetap datang ke bar seperti biasa. Tapi kau hanya perlu melayani ku" Lanjut Egbert.


Sejauh ia bekerja di sana, ia hampir tidak pernah melihat wujud Egbert. Hal tersebut membuatnya yakin, Egbert cukup jarang datang ke bar. Lantas ia membutuhkannya untuk menjadi pelayan khususnya di bar buat apa?


Bukannya pria itu sangat jarang mengunjungi bar?


"Saya suka darah mu"


Deg!


Annette sudah menduganya. Memang tidak ada yang baik dalam mengikat perjanjian dengan pria vampir itu. Baik lima tahun silam dan sekarang...


"Jadi aku ingin kau menjadi pelayan darah ku"


Pria itu selalu saja menjebaknya.


Annette terduduk lesu mendengar hal itu.


Menjadi pelayan darahnya?


Yang benar saja?


Apa dia gila?


"Maaf, sepertinya saya tidak bisa"


Mana mungkin Annette menerima pekerjaan konyol itu. Sedangkan di rumah saja, ada putranya yang menanti asupan darah miliknya. Haruskah ia menambah pria ini lagi?


'Hah, bisa-bisa aku mati karena kehabisan darah'


"Lagi pula saya hanya menandatangani soal perjanjian kerahasiaan. Bukan perjanjian bekerja sama dengan anda atau sejenisnya" Dia bukan lagi gadis lugu yang akan mati ketakutan tak terkontrol sampai tak dapat membedakan keputusan mana yang boleh dibuat dan mana yang tidak.


"Jadi anda tidak bisa mendesak saya untuk menerima pekerjaan sebagai pelayan darah anda itu" Tutur Annette. Meskipun tidak dapat melenyapkan rasa takutnya, tapi ia dapat membungkusnya dengan mencoba bersikap setenang mungkin.


"Lima ratus ribu" Egbert langsung menyatakan sebuah nominal besar untuk membuat gadis manusia itu tergiur, "Setiap malam kau melayani ku, kau akan mendapatkan upah segitu, bagaimana?"


Annette tersenyum tipis menolak, "Saya tidak tertarik sama sekali"


Ia mungkin kekurangan uang, tapi hidupnya masih jauh lebih berharga.


"Satu juta" Egbert langsung melipat gandakan jumlah nominalnya dan berujar, "Setiap malam kau akan mendapatkan bayaran sebanyak itu, apa kau masih tidak berminat?"


Annette lagi-lagi tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, "Tidak sama sekali"


Penolakan Annette itu membuat Egbert mengerutkan keningnya tak suka. Ia tidak mengira gadis pelayan didepannya itu akan begitu sulit dibujuk. Itu sungguh mengingatkannya pada gadis manusia di lima tahun silam, Annette.


Gadis yang sama sekali tidak tergiur dengan jumlah uang yang begitu besar, terakhir membuatnya tak punya pilihan selain mendesaknya dengan sebuah ancaman nyata.


"Bagaimana dengan lima juta?" Egbert ingin melihat, apa gadis pelayan itu masih akan menolak tawaran yang sangat fantastis itu.


"Sayangnya jawaban saya masih sama" Annette tersenyum simpul, "Tidak"


'Benar-benat gadis manusia yang keras kepala!'