
Sekitar lima bulan lebih telah berlalu, akhirnya saya dapat menamatkan Vampire's Secret Baby ini. Maaf kalau alur ceritanya yang sedikit membosankan dan romansa nya sedikit kurang terasa. Barangkali memang saya sedikit buruk dalam mengelola plot yang dapat menarik minat pembaca.
Cerita yang saya tulis sudah pastinya memiliki sesuatu yang baik dan buruk, untuk itu silahkan ambil yang baiknya saja dari cerita ini dan buang yang buruknya.
Dalam cerita VBS ini saya hanya fokus antara percintaan Annette & Egbert dan bayi rahasia vampir kita yaitu Aldrich. Setelah identitas nya terungkap, Aldrich tidak lagi menjadi rahasia dan saya pikir sudah seharusnya cerita ini berakhir.
Untuk itu sekarang saya datang dengan rencana novel terbaru saya: Vampire's Secret Wife. Ini berkisah tentang kehidupan Aldrich dengan istri rahasia nya. Awalnya saya berpikir untuk projek novel terbaru saya adalah romansa-modern dan tidak membuat seri terbaru untuk kesinambungan cerita VSB ini. Karena saya berpikir untuk mengakhiri VSB ini begitu saja tanpa perlu buku seri lanjutan.
Hanya plot baru terkait kehidupan Aldrich begitu saja muncul di minda saya, bersama dengan dosen konservatif Sean dan dokter Parker yang masih lajang. Membaca dari komentar beberapa pembaca di chapter terakhir terkait rasa penasaran akan kisah Aldrich yang merupakan putra mahkota sementara Merland, di tambah lagi ada lomba menulis novel fantasi-Non Human dari Noveltoon dan saya tertarik untuk mencoba nya.
Jadi akhirnya saya memutuskan untuk membuat seri lanjutan dari cerita ini. Di sana nantinya tidak akan terlalu dimunculkan Annette dan Egbert, karena mereka bukan lagi tokoh utamanya. Sudah tentu nya ceritanya akan jauh berbeda karena sesuai judulnya: Vampire's Secret Wife.
Cerita kali ini hadir dengan mengangkat kisah Aldrich yang merupakan seorang vampir setengah manusia bersama istri rahasia nya. Barangkali ini adalah sedikit gambarannya:
Aldrich membuka matanya dan mendapati dirinya duduk di sebuah kursi kayu dengan kedua tangannya terikat ke belakang. Mulutnya terkunci rapat dengan lakban hitam dan hanya kedua kakinya yang bebas bergerak.
"Kau sudah bangun?"
Suara acuh tak acuh seorang wanita, membuat Aldrich mengalihkan pandangannya pada objek yang baru saja berjalan masuk kedalam ruang tempat nya di kurung. Aldrich menebak itu adalah gudang kosong melihat begitu banyak debu dan sarang laba-laba yang memenuhi tempat itu.
Jemari telunjuk lentik wanita itu datang mengangkat dagu Aldrich, "Kau masih mengingat ku tampan?"
Mata Aldrich berkedip dalam kejutan.
Dia...
Wanita gila tempo hari!
Wanita yang mengenakan baju dalam putih dan luaran jas merah menyala dengan rok hitam sempit selutut itu menyungging kan senyum di bibir, "Aku tidak akan melepaskan mu dari sini"
Mata Aldrich menyipit tajam. Dia ingin mengatakan sesuatu hanya mulutnya yang di lakban itu, membuatnya tak dapat melakukannya.
Mata Aldrich terus menjeling marah. Dia mulai memberontak dan mengamuk. Tangannya yang terikat itu mulai bergerak untuk melepaskan jeratan simpul tali yang sangat ketat. Karena terus gagal, dia pun berpikir untuk mengeluarkan kekuatan api miliknya. Tapi...
"Kau hanya punya dua pilihan, menikah dengan ku atau mati!"
Aldrich mengangkat kepalanya dan terkejut melihat sebuah pistol sudah diletakkan tepat di pelipis kirinya dan tangan wanita itu yang siap menarik pelatuk.
Keringat dingin terus membasahi punggungnya.
Wanita itu dengan kasar membuka lakban yang menutup rapat mulut Aldrich. Gerakan kasarnya itu membuat Aldrich mengerutkan keningnya merasakan permukaan bibir nya begitu terbakar dan perih.
"Berbicara!"
Aldrich menghela nafas jengah, "Jika kau sangat ingin menikahi pria tampan, aku dapat mencarikan satu untuk mu"
"Tidak dibutuhkan"
Mata Aldrich menatap dingin, "Kenapa kau ngotot sekali memaksa ku menikah dengan mu? ku pikir masih banyak pria diluar sana yang jauh lebih tampan dariku untuk kau jadikan suamimu"
Wanita itu mengerutkan bibirnya, "Mereka semua tidak layak"
Sepasang alis Aldrich bertaut, "Lalu apa yang membuat ku layak?"
Wanita itu menekan moncong pistol itu ke pelipis Aldrich, membungkuk dan berbisik di telinganya, "Kau layak karena kau satu-satunya pria yang menolak menikah dengan ku"
Sekilas begitulah gambaran dari ceritanya. Hanya novelnya masih dalam proses, nanti ketika sudah muncul saya akan menginformasinya.
Sekian, terimakasih 🙏🏻🥰