Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|96|. Aku Adalah Kekasihnya



"Pftt.." Emma menutup setengah bibirnya dan meledak dengan tawa. Tak lupa matanya yang menyipit cantik, menyoroti Annette dengan tatapan meremehkan.


Annette mencoba untuk tetap tenang dan tidak tersulut emosi. Sekalipun ledakan tawa yang mengetuk nyaring gendang telinganya itu terdengar sangat tidak menyenangkan. Ia memilih menekan segala ketidaksenangan nya dalam hati, "Sepertinya kau tidak percaya dengan apa yang baru saja ku ucapkan"


"Tidak" Begitu cepat Emma menghentikan tawanya, "Tentu saja aku percaya" Mata Emma menerbitkan senyum cantik mempesona.


Membuat Annette yang sebagai wanita saja, merasa iri dan mengakuinya dalam hati.


"Hanya, sangat disayangkan.." Emma mengambil beberapa langkah mendekati Annette. Di matanya, gadis manusia itu begitu naif dan malang. Dia tidak pandai bersikap tinggi, tapi tidak dapat tahan direndahkan.


Berdiri dihadapan Annette, jari telunjuknya terulur ke depan, menarik dagu kecil Annette yang tak berlemak, "Gadis cantik seperti mu harus berakhir menjadi nyonya tanpa status. Jika harus dibandingkan dengan masa lalu, posisi mu ini bahkan lebih rendah dari seorang selir. Setidaknya, selir masih memiliki status yang diakui sebagai wanitanya kaisar, tapi kamu..."


Annette menekan rahang nya untuk tidak tertawa. Jadi, wanita ini telah salah paham pada kondisinya?


"Status apa yang kamu pegang? Peliharaan seorang vampir atau mainan seorang pria?"


Annette memutar matanya bosan. Ia tidak akan mengira wanita angkuh itu akan memiliki imajinasi yang begitu liar terhadap dirinya. Sejejak tawa tak berdaya keluar dari mulutnya. Matanya menyipit dengan senyum acuh, "Kedengarannya anda adalah seorang wanita dengan daya imajinasi tinggi. Apa anda seorang penulis naskah atau pengarang romansa? Hum?"


"Pftt.." Itu sungguh diluar dugaan. Ternyata gadis manusia didepannya itu tidak se-naif yang ia bayangkan. Ia cukup tau kapan harus mengembangkan duri untuk melindungi dirinya seperti landak.


"Sudahlah" Emma menepuk pundak Annette dan menghela nafas pelan, "Karena kau adalah peliharaannya aku tidak akan begitu mempersulit dirimu. Tapi malam ini.." Emma memajukan wajahnya ke depan, mulutnya berbicara tepat di ambang telinga Annette dengan suara berbisik, "Biarkan aku sedikit mencicipi darah mu"


Saat itu sekujur tubuh Annette menjadi kaku.


Emma menulusuri kecantikan yang begitu polos didepannya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Duke Rajeev memelihara seorang gadis manusia di kastil besarnya. Melihat gadis cantik itu tumbuh dengan baik di tempat mewah ini, agaknya duke Rajeev benar-benar mengistimewakan nya. Tapi di mata pria itu, jelas dirinya jauh lebih berharga.


Jika tidak, kenapa Duke Rajeev masih membiarkan gadis itu pergi bekerja di bar hanya untuk memata-matai Egbert?


Jadi...


Mengusik peliharaan nya, tidak akan menjadi masalah kan?


Annette tau kalau wanita cantik didepannya itu memiliki hubungan khusus dengan Egbert. Mengingat hari di mana wanita itu melangkah ke ruang kerja Egbert di bar— ia masih dapat membayangkan tatapan penuh sarat kerinduan dari seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu memancar dari wanita vampir itu. Serta suaranya yang terdengar begitu intim ketika menyebut 'pangeran ku'..


Siapapun yang mendengar tentu dapat langsung mengetahui bentuk hubungan mereka cukup special untuk seukuran teman lama.


'Apa yang didepan ku ini mantan kekasih Egbert?'


Annette tidak bisa berbohong. Kalau ia memiliki perasaan yang sama dengan para istri umumnya yang selalu menganggap 'mantan kekasih suami mereka' adalah alarm yang berbahaya.


Meskipun lima tahun lalu ia melarikan diri dari Egbert dan telah terluka oleh nya— tapi lima tahun lalu itu..


Ia pernah jatuh cinta pada pria itu.


Dan sekarang ia mengatakan dirinya ingi melakukan balas dendam, tapi nyatanya jika menggali lebih jauh kedalam hatinya yang rapuh. Barangkali itu hanyalah alasan naif nya agar dapat menetap di sisi Egbert.


"Nona, kamar anda sudah kami siapkan. Anda pasti sudah melakukan perjalanan yang melelahkan, anda dapat beristirahat sekarang atau barangkali ingin bertemu dengan tu—"


"Tidak dibutuhkan" Annette segera menyela ucapan Mary, "Tuan sedang sibuk dengan pekerjaannya. Tidak baik menggangu nya"


Emma mengerutkan keningnya berpikir, 'Apa tuan yang mereka bicarakan adalah Duke Rajeev?'


'Tapi, Duke Rajeev tidak mengatakan apa-apa padaku kalau dia juga akan datang kemari'


"Baik nyonya, jika anda berkata begitu. Maka saya tidak akan pergi memanggil tuan di ruangannya" Mary sangat menghargai Annette sebagai nyonya kastil. Terlebih Annette sudah melahirkan seorang tuan muda di keluarga kecil ini, tentu kedudukannya sangat tinggi di hati tuan Egbert.


Mary sama sekali tidak menangkap percakapan yang penuh nada permusuhan dari dua orang wanita cantik itu, berkata dengan santai, "Jadi, apa anda berdua ingin bercengkrama lebih lama? Jika begitu, saya akan memanggil seseorang pelayan untuk menyajikan minuman"


"Tidak diperlukan!" Emma melipat kedua tangannya dan kepalanya menoleh kearah Mary, "Siapkan aku bak mandi air mawar. Aku ingin berendam"


"Baik" Mary mengangguk mengerti. Baru saja ia akan memanggil seorang pelayan, tapi wanita vampir itu kembali bersuara.


"Tapi aku tidak ingin didalam bathtub"


Mary menautkan sepasang alisnya bingung, "Jika anda tidak ingin di bathtub lalu anda ingin berendam di mana lagi?"


"Aku yakin di kastil besar ini memiliki tempat pemandian khusus. Jadi aku akan berendam di sana"


Annette yang mendengar itu, tentu tau tempat apa yang wanita vampir itu maksud. Jelas itu hanya ada satu di dalam kastil dan posisinya ada di dalam kamar Egbert.


"Tapi, itu adalah pemandian khusus milik tuan. Tidak sembarang orang boleh menyentuh nya" Tutur Mary. Ia sedikit sadar, mungkin wanita cantik itu tampak anggun dan bermartabat. Tapi ternyata cukup sulit untuk di layani.


Tamu tak tahu malu apa yang datang-datang langsung meminta tempat pemandian khusus?


"Aku bukan sembarang orang. Aku adalah kekasihnya"


Mary membelalak kan matanya dengan penuh kejutan.


Tidak mungkin!


Setelah bekerja pada tuanya bertahun-tahun, ia yang paling jelas betapa tuan Egbert begitu membenci memiliki hubungan dengan para wanita vampir di negeri nya. Itulah kenapa ia sampai memilih hidup bertahun-tahun di negeri manusia dan bahkan mengambil salah seorang gadis manusia untuk melahirkan nya keturunan.


Sekilas ia menoleh untuk melihat reaksi Annette. Wanita penuh keibuan itu tampak tenang di permukaan. Tapi dari sepasang bola matanya yang menahan keras untuk tidak bergetar, tidak dapat menyembunyikan jejak lukanya.


Mary menghela nafas pelan. Tapi ia berdiri di posisi Annette, maka ia akan maju membela nya, "Itu hanya kekasih. Segera setelah tuan sudah bosan dengan anda, pada akhirnya anda akan menjadi orang asing baginya. Jadi berdiri dari sudut pandang ini, saya tetap tidak dapat membiarkan anda menggunakan pemandian itu tanpa seizin dari tuan"


"Kau—" Emma mengepalkan tangannya dalam amarah.


Sedang Annette tidak dapat menahan diri untuk tidak tergelak, "Pftt.."


Ia tau kalau Mary baru saja membelanya. Ia merasa sangat tersentuh untuk itu.


Mary menipiskan bibirnya dengan senyum kecil dan menegakkan kepalanya untuk menatap lurus Emma, "Nona, anda tidak perlu khawatir. Bathtub yang ada di kastil ini cukup besar dan nyaman. Anda pasti dapat puas menggunakannya"


Emma masih tidak terima dengan perlakuan kepala pelayan itu yang jelas baru saja menghinanya. Ia pun berkata dengan amarah yang teredam, "Panggil tuan kalian kemari, aku ingin menyampaikan keluhan"


Sebelum Mary dapat berkata-kata, suara tenang Annette mengalir tenang menuturkan, "Tidak perlu merepotkannya. Dia tengah sibuk sekarang. Jika kau memiliki keluhan, kau dapat mengatakannya padaku"