Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|62|. Kau Temani Aku Pulang



Emma mengepalkan tangannya dengan hati yang merasa kesal untuk Egbert. Beraninya pria itu menganggapnya seperti orang asing dan menyuruh pelayan manusia untuk mengusir nya dari sana. Ia yang merasa tak terima itupun terus berjalan ke tempat Egbert duduk.


Annette baru saja akan bergerak membawa wanita itu keluar. Tapi siapa yang menduga wanita itu malah pergi mendatangi Egbert?


'Ah, sungguh merepotkan!'


"Sayang aku merindukanmu"


"..." Sekujur tubuh Egbert membeku mendapati Emma yang sudah datang memeluknya dari belakang.


"Kenapa kau bersikap seolah tidak mengenal ku hum?"


"..." Kedua tangan yang ramping itu datang mengalungi lehernya, seketika membuat tenggorokannya tercekat.


"Kau tau? Sikap mu yang seperti ini menyakiti ku"


Rajuk wanita itu. Suara manjanya jatuh tepat di ambang telinga Egbert. Ia dapat merasakan hembusan nafas hangatnya yang terus saja membuat bulu roma nya naik— menjadikannya terkukung dalam ketakutan masa lalu.


Bayang-bayang dirinya yang tertidur pulas di kamar dan pergerakan seorang wanita yang naik ke atas ranjang begitu saja datang berkelebat. Itu berputar dan bermain di minda nya.


Matanya masih terpejam, meski saat itu ia dalam keadaan setengah sadar. Tapi ia dapat yakin derap langkah kaki yang berjalan begitu berani ke kamarnya itu tak lain adalah kekasihnya. Malam itupun ia memilih bersikap abai dan berpikir untuk membiarkan kekasihnya itu datang berbaring bersamanya.


Tapi hal yang tak terduga terjadi. Jari-jemari wanita itu yang kurus panjang, perlahan datang menyusup ke lehernya. Kemudian kedua tangan yang halus itu menggenggam lehernya hingga ia merasakan sebuah tekanan yang siap meremukkan tulang tenggorokannya.


"Khuk.."


Tanpa sadar, Egbert telah membawa rasa sakit masa lalu itu ke dalam dunia nyatanya. Membuat nya refleks memegang leher, seperti seseorang yang baru saja di cekik.


"Egbert, ada apa dengan mu?" Emma membungkuk untuk melihat wajah Egbert dan ia menemukan titik-titik keringat dingin yang membasahi pelipis pria itu.


Egbert tidak menjawab. Ia hanya mengangkat tangannya untuk menepis tangan wanita itu dari bersentuhan dengan kulit lehernya. Tapi ia menemukan tangannya menjadi kaku dan sulit di gerakkan.


"Egbert?" Emma menautkan sepasang alisnya dalam kebingungan.


Sekali lagi Egbert ingin menggerakkan tangannya, tapi itu hanya bergetar dan berat untuk di gerakkan.


"Egbert?" Panggil Emma lagi. Tapi pria itu mengabaikannya.


Egbert sudah mengerahkan segala energinya untuk bergerak tapi kekuatan alam bawah sadarnya begitu besar. Itu mengunci pergerakan otot-otot dalam tubuhnya sehingga ia tidak leluasa bergerak.


Alhasil ia pun berteriak keras, "Kau—"


Annette yang sejak tadi hanya berdiri diam menonton, terperanjat di posisinya berdiri. Ia cukup terkejut mendapati teriakan Egbert yang layangkan untuknya itu.


"Sing.kir.kan. wa.ni.ta ini!" Titahnya dengan penuh penekanan. Tampak sangat yang gelora api berkobar dalam matanya yang tampak penuh ketakutan dan ketidakberdayaan.


"T-tapi dia—"


"Cepatttt!" Pekik Egbert lagi. Siap membuat Annette tersentak kesekian kalinya karena kaget.


"B-baik" Angguk Annette dan terus berlari untuk menyeret wanita itu keluar.


"Maaf, sepertinya anda harus pergi" Annette dengan sopan menarik lengan wanita itu dan menuntunnya keluar. Namun...


Seketika rasa pesona Annette terhadap wanita itu hilang.


"Lepas!"


"Kalau begitu keluar lah!" Ucap Annette. Ia sudah kehilangan respek pada wanita arogan itu.


"Tidak mau"


"Kalau begitu aku akan memanggil penjaga untuk menyeret mu keluar" Ujar Annette. Ia mungkin tampak mudah di tindas di permukaan. Tapi melayani berbagai macam jenis orang selama bekerja lima tahun di bar, telah membuatnya mempelajari banyak hal untuk menangani mereka.


Seperti wanita angkuh satu itu. Annette yakin wanita itu memiliki citra diri tinggi dan rasa prestis yang besar. Ia pasti akan sangat menolak situasi di mana dirinya di seret keluar oleh penjaga.


"Kau—" Emma menggertakkan giginya, menatap Annette seakan ingin menggigit gadis manusia itu sekarang juga.


Terakhir ia tetap berpikir logis, menghela nafas dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan ruangan Egbert.


Itu membuat Annette tersenyum-senyum sambil memperhatikan punggung wanita itu berjalan pergi, 'Sudah ku duga! Ia pasti tidak dapat menanggungnya'


Tepat sebelum Emma pergi melangkah kan kakinya keluar pintu, ia berbalik kearah Egbert dan berucap, "Aku akan mendatangi mu lagi di lain waktu"


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia pun keluar dan lenyap sepenuhnya dari ruangan.


"Maaf, saya sama sekali tidak menduga ini akan sangat menggangu anda. Lain kali saya tidak akan membawa siapapun itu ke ruangan anda" Tukas Annette dengan penuh penyesalan.


Sebenarnya ia sangat terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya malam ini. Itu adalah pertama kalinya ia melihat seorang Egbert yang acuh, dingin dan bengis. Mendadak menjadi kaku gemetar di hadapan seorang wanita.


Itu membuat Annette bertanya-tanya..


'Sebenarnya siapa wanita tadi?'


'Apa hubungan dia dengan Egbert?'


"Kalau begitu saya permisi" Ucap Annette kemudian. Melihat Egbert yang sama sekali tidak menggubrisnya, ia hanya berpikir untuk pergi saja.


Tepat ketika ia baru saja hendak melangkah pergi, pergelangan tangannya langsung di tarik oleh Egbert.


"Kau mau kemana?"


"Saya mau pulang"


"Tunda itu!"


"Huh?"


"Kau temani aku pulang dulu, baru kau pulang setelahnya"


"Apa?"


......................