Vampire'S Secret Baby

Vampire'S Secret Baby
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati



Setelah mengantarkan dokter Robbin pergi, Egbert langsung menuju ke kamar Annette karena kata para pelayan ibu dan anak itu ada di sana. Tapi percakapan dua orang itu membuat langkahnya berhenti di depan pintu. Awalnya ia tidak berniat masuk, memilih untuk diam dan menyimak.


Hingga ketika bocah kecil di dalam mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak diucapkan dan mendengar suara tangis wanita manusia yang begitu menyayat, tidak tau kenapa Egbert merasakan otot-otot tubuhnya mengencang. Begitu saja ia mendorong pintu dan masuk.


"Eg-bert"


Yang memanggilnya adalah Annette. Gadis manusia yang sudah merupakan istrinya. Dulu begitu gadis dan muda, kini penampilan nya begitu dewasa dan keibuan. Melihat bola matanya yang bergetar basah, ada sesuatu yang menjalar ke dalam hatinya yang sudah lama membeku.


"Minta maaf pada mama mu" Egbert menatap lurus kearah Aldrich.


Sikap dinginnya sedikitpun tidak di segani oleh bocah satu itu yang hanya memasang wajah cemberut dan memalingkan wajahnya. Jelas ia menolak melakukannya.


Annette merasa sakit dalam hatinya. Mendapati Aldrich yang langsung tak mengindahkan apa yang dikatakan Egbert yang menyuruh untuk meminta maaf padanya.


"Kalau kamu tidak minta maaf. Tidak masalah" Egbert melipat kedua tangannya di depan dada, meneruskan, "Tapi jangan datang dan menangis-nangis padaku nanti, jika aku merebut mama mu dari mu"


Setelah mengucapkan itu, Egbert berjalan kearah Annette. Wanita yang bercucuran air mata itu tampak tercenung di tempat. Egbert berdiri tepat di samping Annette, meraih pinggang kecilnya dan membawanya ke dada bidangnya, "Maaf, karena lima tahun yang lalu aku telah memaksa mu untuk melahirkan aku seorang putra. Aku bahkan tidak peduli pada hidup dan mati mu selama kau bisa memberikan aku keturunan. Kau pasti begitu membenci ku dan melarikan diri. Alih-alih mengakhiri segalanya, tapi pada akhirnya kau tetap berjuang sampai akhir demi lahirnya anak kita.."


Bulu mata Annette berkedip dan sepasang bola mata hitamnya yang basah, membesar. Ia merasa sulit mempercayai apa yang baru saja di dengarnya. Juga merasa sulit mempercayai kelembutan dari suara Egbert yang mengalir begitu damai mengetuk relung hatinya.


"Lima tahun ini, kau pasti sudah sangat menderita sebagai ibu tunggal. Itu pasti sangat berat kau menjalaninya seorang diri dan membawa beban itu ke pundak muda mu yang masih begitu belia menyandang status sebagai seorang ibu"


Annette rasanya akan menangis deras dan sekencang-kencangnya. Karena itu benar adanya. Lima tahun ini ia menganggungg segala beban dan penderitaan seorang diri. Tak ada yang datang menyokongnya yang hampir jatuh, ia hanya terus berusaha bangun dan bangun— seorang diri.


"Sebagai gantinya, walau aku tau ini tak akan membayar lunas segala penderitaan mu. Tapi aku akan menjanjikan mu satu hal..."


Egbert melepas pinggang kecil Annette dan bertekuk lutut tepat di hadapan nya. Annette mengedipkan matanya takjub dan gugup. Hal yang lebih mengejutkannya lagi. Adalah ketika Egbert meraih tangan kanannya dan menggenggamnya begitu lembut, "Selamanya kau akan menjadi istri ku satu-satunya, tidak akan ada yang bisa menggantikan tempat mu, kelak kau akan memegang segala status yang berpasangan dengan ku. Jika aku tuan kau adalah nyonya dan jika aku kaisar kau lah yang akan menjadi permaisuri nya. Ini adalah janji mati* ku padamu"


"..." Annette membeku di tempat. Kehilangan kata untuk menjawab. Perubahan Egbert begitu drastis sampai ia sulit mengenali siapa sosok yang baru saja mengatakan seuntaian kalimat yang mengandung janji berat.


"Ketika bangsa ku sudah menyatakan suatu janji mati* pada pasangan nya, itu akan menjadi perjanjian antara hidup dan mati. Yang berarti jika aku melanggar nya, nyawa ku lah tebusannya"


Itu berarti, Egbert akan mati jika melanggar janji yang telah dibuatnya.


Annette nyaris terhuyung ke depan. Rasanya seperti mimpi dan segalanya begitu tidak nyata.


Hingga ketika Egbert datang mengecup khidmat punggung tangannya, itu membuatnya merasa seperti seorang putri bangsawan yang mendapatkan kecupan santun dari seorang ksatria yang bertekuk lutut dan mencium sopan punggung tangannya.


Setelah mengucapkan sumpah tersebut dan mencium lembut punggung tangan Annette dengan penuh penghormatan, Egbert kemudian bangun. Setelah serangkaian yang sangat mengejutkan Annette itu, ekspresi yang tercetak di wajah Egbert tidak banyak berubah. Itu minim emosi dan tidak terungkap jelas.


"Egbert!" Seru Annette.


Yang tentu saja tidak setuju dengan apa yang di katakan Egbert. Ia dapat menerima segala amukan dan kemarahan putranya. Ia akan sakit hati, tapi ia tidak akan pernah membenci darah dagingnya sendiri. Tidak peduli apa, hati keibuan nya, akan selalu mencoba untuk mengerti, memaklumi dan memahaminya.


"Ayo, ikut dengan ku!" Egbert meraih tangan Annette, membawanya pergi meninggalkan kamar.


Tapi Annette menentangnya, "Tidak"


"Aldrich masih kecil, itu wajar memiliki emosi yang tidak stabil. Akan terlalu berat baginya jika kita mendesaknya untuk mengerti"


"Tapi dia telah kecewa padamu yang melahirkannya ke dunia ini"


"Aku tidak peduli. Bagaimanapun dia adalah putraku. Jadi aku akan selalu memakluminya" Ucap Annette. Suaranya penuh sarat akan emosi.


"Tapi aku peduli"


Tiga kata itu meluncur dan langsung membungkam rapat mulut Annette. Jantung nya berdegup kencang seiring bulu matanya yang bergetar tak menentu.


"Maa.."


Annette tidak tau kapan. Putra kecilnya sudah datang, bertekuk lutut dibawah nya dan menarik gaun baju rumahan nya sambil memasang tampang bersalah.


"Jangan pergi.." Lirih mulut kecil itu.


Membuat hati Annette bergetar dalam rasa kasih dan cinta yang tak terperi.


"Jangan ikut dengan pria sial*n itu. Aku janji padamu tidak akan mengeluhkan lagi perbedaan ku dan tidak akan menyalahkan mu lagi karena telah melahirkan ku ke dunia.."


Bibir Annette bergetar, ingin mengatakan sesuatu. Tapi itu berujung dengan suara tangisnya yang tersedu-sedu.


"Maa, itu adalah janji mati ku padamu"


......................


Istilah khusus dalam cerita ini:


*Janji mati: Yang bersifat kematian. Berlaku bagi vampir atau campuran. Yang apabila melanggar, seseorang itu akan mati.