
Amber mematung. Dia tidak berani mengangkat wajahnya karena takut dengan jawaban yang akan keluar dari mulut Lukas. Jantungnya sudah berdegup tidak karuan. Apa yang akan Lukas katakan pada Alard. Tapi tunggu!... Maksud dari Mommy ke tiga itu apa? kalau Mommy pertama, mungkin itu adalah Ibunya Alard yang sudah meninggal. Tapi Mommy ke duanya siapa
"Dengarkan Daddy sayang! kamu tidak bisa meminta Daddy untuk menikahi orang yang tidak Daddy sukai. Kak Amber akan terus menjadi teman kita."
Deg...
Jantung Amber seakan terhempas saat itu juga. Bentuk penolakan tidak langsung yang di lakukan Lukas padanya membuat Amber hampir menitikkan air mata. Apa dia terlalu banyak berharap selama ini? apa Lukas baik padanya hanya karena sebuah sopan santun? tapi, seharusnya ini tidak terjadi bukan?
Lalu , segala kebaikan yang di lakukan Lukas padanya selama ini bukan karena dia menyukai Amber tapi karena dia hanya melakukan sopan santun? apa benar itu yang terjadi?
"Daddy jahat. Alad tidak suka Daddy, Alad mau Daddy menjadikan Kakak Cantik sebagai Mommy untuk Alad. Mommy Eil tidak mau menjadi Mommy Alad yang sesungguhnya. Kenapa Daddy juga membuat Kakak Cantik tidak bisa menjadi Mommy Alad. Alad benci Daddy."
Lukas berusaha untuk menenangkan Alard, tapi apa yang dia lakukan sia-sia. Alard terus memberontak dan meminta untuk di turunkan dari gendongan Lukas.
Blammmm... Pintu ruangan itu tertutup saat Alard sudah berhasil keluar dari ruangan Lukas.
"Alard!" panggil Lukas kepada anak semata wayangnya. Dia berlari untuk mengejar Alard. Begitupun dengan Amber, dia melupakan kegelisahan yang sedang dia rasakan. Baginya Alard lebih penting.
"Alard!"
"Alard!"
Kini hampir semua karyawan yang tahu wajah Alard berusaha untuk mencari bocah kecil itu. Lukas dan Amber sudah mencari Alard ke segala sudut ruangan. Bahkan tempat-tempat seperti toilet dan yang lainnya pun sudah mereka geledah, tapi sayang, Alard masih belum menunjukan batang hidungnya sedikit pun.
"Tuan, kami sudah mencari hampir ke semua ruangan, tapi Tuan Kecil tidak ada, ucap seseorang karyawan yang terdapat banyak karyawan lain di belakangnya.
"Aku tidak mau tahu, kalian harus mencari Alard sampai ketemu. Aku tidak mau kalian kembali padaku dengan tangan kosong. Bawa putraku ke hadapan ki. Siapapun yang menemukan Alard lebih dulu, dia berhak meminta apapun yang dia inginkan."
****
"Alard!"
"Alard sayang, kamu di mana Nak? ini Kakak Cantik. Kakak mau ajak Alard makan ice cream kesukaan Alard, Alard keluar ya sayang, temui Kakak. Kakak janji, Kakak akan melakukan apapun yang Alard mau."
Amber menghela nafas berat saat dia tidak mendapat respon apapun. Alard nya masih tidak menunjukan tanda-tanda kalau dia kan keluar dan menemuinya.
"Kamu kemana Alard. Jangan membuat Kakak khawatir, Kakak sayang sama Alard."
"Alard!"
"Alard!"
Amber masih terus berlarian untuk mencari bocah kecil itu. Dia tidak akan menyerah sampai dia bisa melihat Alard dan memastikan bahwa Alard baik-baik saja.
"Ponsel... Ponsel,"
"Kakak mohon angkat telepon Kakak Alard," gumam Amber sambil menempelkan ponselnya ke telinga.
Satu kali dia mencoba masih tidak ada jawaban, dua kali, masih tidak ada jawaban juga. Apa yang harus Amber lakukan. Dia mencoba sekali lagi, dan....
"Halo Alard!" panggil Amber.
"Kak, tolong Alard Kak! Kakak Alard mau pulang!" teriak Alard dengan suara yang bergetar .
Deg...
"Kak Lukas!" panggil Amber.
"Apa kau sudah menemukan nya?" tanya Lukas dengan wajah yang tak kalah panik dari Amber.
Amber menggeleng. "Tadi aku mendengar suara Alard ll dari telepon. Dia , dia sedang tidak baik-baik saja Kak. Bagaimana ini?" tanya Amber yang semakin gusar. Air matanya sudah mengalir seperti air hujan yang tidak ada hentinya.
"Apa yang kau katakan Amber?" tanya Lukas menatap tajam wanita cantik yang sedang menangis di hadapannya.
"Alard, tadi dia mengangkat telepon ku, dia minta tolong, dan dia bilang dia mau pulang," jawab Amber lirih.
Lukas langsung mengeraskan rahangnya. Dia menyuruh semua staf ke amanan untuk memeriksa CCTV yang ada di kantornya. Kenapa dia bodoh dan tidak memikirkan hal ini sebelumnya.
Amber mengikuti Lukas dan para oetugas keamanan untuk melihat apa yang terjadi pada Alard.
"Itu dia! itu Alard!" pekik Amber menunjuk ke arah monitor yang menampilkan puluhan sudut ruangan yang ada di perusahan Nathan yang di kelola olehnya.
"Dia siapa?" pekik Amber lagi ketika melihat seorang wanita yang memakai tudung di kepalanya membawa Alard keluar dari perusahaan.
"Brengseknya," geram Lukas. Dia menunju meja yang ada di depannya dengan sangat keras.
"Apa yang harus kita lakukan Kak Lukas. Kita harus menemukan Alard," ucap Amber yang semakin panik.
Lukas menatap Amber sekilas, kenapa gadis kecil ini terlihat lebih gelisah darinya? sebenarnya se dekat apa hubungan antara Amber dan Alard.
"Kau tenanglah! kita akan menemukan Alard secepatnya," ucap Lukas berusaha menenangkan. Dia sendiri sebenarnya merasa sangat panik, tapi melihat Amber yang terus-menerus menangis membuatnya tidak tega.
Flashback on
Alard masuk ke dalam lift khusus yang membawanya turun dari lantai paling atas ke lantai paling bawah. Dia masih marah kepada Lukas, jadi dia berniat untuk pergi ke suatu tempat yang Lukas sendiri tidak akan bisa menemukan nya.
Ting...
Alard segera keluar dari dalam lift. Dia berhenti sesaat ketika ada seorang wanita cantik berdiri di hadapannya dengan senyuman manis yang Alard sendiri tidak tahu kalau senyuman itu adalah senyuman pemikat.
Wanita itu berjongkok. Alard hanya memperhatikan nya dan menunggu apa yang akan wanita itu lakukan ladanya.
"Kamu Alard kan?" tanya wanita itu . Alard mengangguk.
"Tante Eil meminta ku untuk menjemput mu. Dia mengatakan kalau dia sangat merindukanmu. Tapi karena dia sedang banyak pasien, dia tidak bisa meninggalkan rumah sakit. Alard harus pergi ke sana untuk menemuinya, Alard mau kan?"
Alard diam. Dia memperhatikan sekeliling, kalau Alard bersembunyi di perusahaan, Lukas pasti akan dengan mudah menemukan nya. Dia harus meninggalkan perusahaan untuk membuat ayahnya kesulitan.
"Tante yakin kalau Mommy Eil ingin menemui Alad," tanya Alard berusaha memastikan.
"Eum, tentu saja. Bukankah Mommy sangat menyayangi Alard?" yakin wanita itu.
"Baiklah, Alad akan ikut bersama Tante untuk menemui Mommy Eil "
Wanita itu tersenyum menyeringai, dia bersorak di dalam hati. Ternyata mengelabui bocah kecil sangat mudah. Kalau dia tahu ini sejak lama, dia tidak akan menunggu waktu selama ini untuk menculik anak laki-laki yang sangat lucu itu.
"Kau akan merasakan apa yang aku rasakan Eileria," ucap wanita itu dalam hati.
...To Be Continued....