
Untuk siapapun yang mendukung karya siapa pun tapi tidak benar-benar membacanya, tolong jangan kasih bom like sayang. Bom like bisa merusak performa karya. Terimakasih.
Happy reading semuanya....
Hari sudah semakin malam. Eil, wanita itu masih setia menunggu Nathan di ruang tamu. Dia sudah mendapatkan kabar dari Lukas kalau suaminya itu baik-baik saja. Namun, entah kenapa Nathan masih belum pulang juga.
Eil tersenyum saat mendengar suara langkah kaki yang kian mendekat. Dia berdiri kemudian berlari untuk menghampiri sang suami.
"Nathan!" panggil Eil. Dia langsung mengahambur ke pelukan Nathan dan mengalungkan tangannya di leher kokoh sang suami. "Kenapa tidak menjawab telepon ku?" tanya Eil. Bukannya menjawab Nathan malah melepas tangan Eil yang melingkar di lehernya. Dia lantas berjalan malas melewati Eil.
Eileria mengerutkan keningnya bingung. Ada apa dengan suaminya ini. Kenapa dia begitu dingin. Tidak biasanya Nathan bersikap cuek seperti ini. Eil menaruh kecurigaan yang tidak-tidak di benaknya. Namun dia berusaha untuk positif thinking . Mungkin Nathan hanya kelelahan dan butuh istirahat.
"Nathan!" panggil Eil lembut. Ada apa ? apa semuanya baik-baik saja?" tanya Eil kemudian. Dia mengikuti suaminya ke dapur.
Nathan sama sekali tidak melirik Eil yang kini sedang melihatnya sambil tersenyum. "Aku tidak apa-apa. Tadi ponselku aku matikan saat ada meeting di kantor. Aku lupa menghidupkannya lagi setelah kembali ke ruangan ku."
Eil mengangguk. Dia tidak ingin memperpanjang masalah ini. " Apa kau sudah makan? mau aku masakan sesuatu?" tanya Eil sambil memeluk suaminya dari belakang.
Nathan lagi-lagi melepaskan pelukan Eil." Aku sudah makan. Kau makanlah sendiri malam ini. Aku capek. Aku mau mandi dan akan langsung beristirahat."
Eil mematung saat Nathan pergi meninggalkan nya begitu saja. Hatinya sakit saat dia menatap nanar punggung suaminya yang mulai menjauh. Ini sungguh di luar kebiasaan Nathan. Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan suaminya. Apa Eil melakukan sesuatu hal yang salah sampai Nathan marah dan mendiaminya seperti ini.
Nathan masuk ke kamar madinya dengan tergesa.
Brakkkkkk....
Dia membanting pintu kamar mandi dengan sangat keras. Setelah berada di dalam, dia langsung menyalakan shower tanpa melepas pakaiannya lebih dulu. Nathan membiarkan air shower itu membasahi seluruh tubuhnya. Sungguh dia tidak ingin membiarkan Eil menyentuhnya dalam keadaan kotor seperti ini. Dia memukul tembok kamar mandi beberapa kali. Nathan tidak memperdulikan tangannya yang sudah mengeluarkan darah. Rasa perih yang Nathan rasakan di tangannya belum bisa menebus dosa yang telah dia lakukan . Hatinya sakit. Dia ingin sekali memeluk Eil dan mengatakan padanya kalau dia sudah melakukan kesalahan. Dia sudah mengkhianati Eil tanpa sengaja. Tapi apakah itu bisa di sebut dengan ketidak sengajaan?.
Nathan menarik rambutnya dengan keras. Bukan cuma hatinya yang berdenyut nyeri. Kepalanya juga serasa akan pecah saat ini. Melihat senyum yang di berikan Eil padanya membuat Nathan semakin merasa bersalah dan semakin ingin menghajar dirinya sendiri saat ini. Dia menempelkan keningnya ke dinding kamar mandi. Kegiatan itu berlangsung cukup lama. Saat Nathan keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya, dia melihat Eil yang sedang tertidur di atas ranjang mereka.
Nathan berjalan mendekati ranjang. Dia masih mengenakan jubah mandinya. Bahkan rambutnya masih sangat basah sampai buliran air jatuh dari ujung rambutnya ke atas lantai yang dia lewati.
Sepasang mata cantik terbuka perlahan setelah telinga sang empunya mendengar suara pintu kamar yang tertutup. "Sebenarnya kau kenapa Nathan?" gumam Eil. Dia sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari pintu. Rasa penasarannya semakin tinggi. Namun dia tahu kalau dia tidak bisa menanyakan apapun pada Nathan untuk saat ini.
****
Di tempat lain. Di sebuah kasino yang sangat besar di kota itu. Seorang wanita cantik dengan bibir merah batanya sedang tersenyum . Dia sesekali menegak alkohol yang ada di gelasnya. Di depan wanita cantik itu juga terdapat seorang laki-laki yang lumayan tampan. Tidak, laki-laki itu sangat rupawan meskipun dia sudah tidak muda lagi.
"Parfum yang kau berikan ini sangat mujarab Bara. Laki-laki itu tidak bisa berkutik ketika menghirup aroma memabukkan yang keluar dari tubuhku."
Bara tersenyum . Hanya sudut bibirnya yang tertarik ke atas. "Itu hanya sampel dari produk yang sedang aku kembangkan. Aku juga sangat senang kalau memang hasilnya se menarik itu," ucap Bara. Dia menyesap rokok yang ada di tangannya. Asap putih keluar dari mulut nya seperti sebuah maha karya. Ya.. Bara memang sangat tampan. Saking tampannya, apa yang menjadi bagian dari dirinya akan terlihat indah.
"Tapi aku penasaran. Kalau aku tidak memakan permen penawar yang kau berikan, apa aku juga akan terbuai dan ling-lung untuk sesaat?" tanya Belle lagi.
"Hmmmm.. Itu adalah cara kerjanya. Tapi untuk saat ini parfum itu memang hanya di peruntukan untuk pria. Aku sedang melakukan pengujian yang lain. Aku pernah menggunakan parfum itu untuk membuat seorang wanita terjerat. Tapi itu tidak terjadi." ucap Bara.
Belle tersenyum. Dia tahu dia tidak memilih partner yang salah. Bara memang orang yang sangat bisa dia andalkan. Selain tampan, laki-laki itu juga sangat menggoda.
Belle berdiri kemudian duduk di samping Bara. Dia mulai aktif mengulurkan tangannya ke paha terluar Bara, dan ketika tangan Belle sampai ke paha terdalam laki-laki itu. Bara menoleh. Dia tersenyum menyeringai . Detik berikutnya, Bara sudah mengukung tubuh Belle di atas sofa hitam yang ada di dalam ruang KTV yang sedang mereka tempati.
Bara tahu, Belle ini masih sangat berharga untuknya. Dia hanya ingin men cicipi tubuh Belle tanpa ingin membunuhnya. Untuk saat ini. Orang seperti Bara adalah orang paling licik di dunia. Dia akan menyingkirkan siapapun yang menurutnya sudah tidak dia butuhkan lagi. Meskipun itu adalah orang terdekatnya, Bara tidak akan sungkan.
Jika kalian ingin tahu, Bara adalah seorang bandar narkotika kelas internasional. Dia memilki sebuah ladang bunga yang menjadi bahan utama dari narkotika buatannya. Hanya saja, ladang bunga itu terdapat di sebuah pulau terpencil. Selain karena menggunakan sistem ke amanan yang sangat canggih. Pulau itu juga sangat jarang di ketahui orang biasa.
Setiap gerak-geriknya tidak pernah membuat orang lain curiga karena dia menutupi kehidupan glamornya dengan sebuah perusahaan mobil mewah. Ya.. Banyak orang mengira kalau sumber ke kayaan yang di miliki Bara hanya dari sebuah perusahaan mobil. Tapi mereka tidak tahu kalau Bara sebenarnya memiliki pasar lain yang lebih menguntungkan untuknya dan juga untuk organisasi yang dia kembangkan.
...To Be Continued....
...Hai reader jangan lupa like dan komentarnya ya. Thank you....