The Veil of Eileria

The Veil of Eileria
Maafkan Aku Nathan



Dua hari setelah operasi Alard selesai, Nathan pergi menjalani tugasnya ke Irak. Dia membawa serta beberapa anggotanya untuk mengawal orang penting yang dimaksud oleh ketuanya saat itu.


Nathan berjalan di sebelah laki-laki yang perawakannya tidak setinggi Nathan, juga tidak segagah Nathan. Laki-laki itu sudah tua hanya saja melihat dari mobil dan juga pengawal yang dia miliki Nathan rasa laki-laki itu memang orang yang sangat kaya, bisa jadi dia adalah orang yang sangat berpengaruh.


sekarang sudah tiga hari sejak Nathan mengawal kliennya. Saat ini mereka berjalan memasuki Kasino yang cukup besar kota itu, Namun tanpa Nathan sadari seseorang ternyata sedang mengintai mereka dari jauh.


"Maafkan aku Nathan."


Dsinggggg.....


Bluppp.....


Darah mengalir begitu peluru menembus jantung laki-laki tua itu. Nathan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, dia juga melihat ke arah gedung di mana peluru itu itu berasal. Nathan sudah mengadahkan pistolnya. Dia tahu dia sudah gagal, tapi dia sedang berusaha meminimalisir kemungkinan yang mungkin akan terjadi. Peluru pertama sudah menancap di jantung kliennya, dia tidak mungkin membiarkan peluru kedua atau ketiga kembali menyerang kainnya itu.


"Segera telepon ambulans!" ucapan Nathan pada beberapa pengawal yang ada di sana. Kepanikan jelas terlihat, bapak tua itu memegang dadanya yang sedang mengeluarkan darah. Dia juga sesekali terbatuk mengeluarkan darah hitam entah itu darah dosa atau memang darah penebusan dosa. ( entahlah autor pun tidak tahu).๐Ÿ˜


Nathan dan beberapa anggotanya serta pengawal-pengawal yang lain membuat arcade menghalangi sesuatu yang mereka takutkan akan kembali menyasar kepada kliennya. Akhirnya bapak tua itu dimasukkan ke dalam mobil ambulans, seorang petugas menutup pintu mobil ambulans itu sedangkan Nathan, dia masuk ke dalam mobilnya sendiri.


Dua hari kemudian.


Nathan sedang tertunduk dalam di depan atasannya saat ini. Dia tidak berani menjawab ataupun menyela ucapan-ucapan dari komandannya yang sedang memarahinya. Nathan sudah berusaha sebaik mungkin, namun siapa yang menyangka jika kliennya akan mati di tangan penembak jitu. Jika itu face-to-face mungkin Nathan akan menang, tapi ini, dia diserang dari belakang. Apa mungkin Nathan bisa mengelak? tidak bukan.


kau akan ditangguhkan untuk sementara selama 6 bulan ini, jangan pergi bekerja ini adalah hukuman yang sudah sangat ringan. Seharusnya kau sudah dipecat, namun aku berusaha bicara kepada kolonel dan juga para petinggi. Mereka setuju untuk tidak memecat mu, kamu hanya diberhentikan untuk sementara. Maafkan aku, aku tahu kau sudah berusaha tapi ini di luar kendaliku Nathan. Semoga Kau mengerti," ucap komandan itu kepada Natan. Natan hanya bisa mengangguk dia membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan itu.


"Kapten! aptain tidak dimarahi bukan? apakah kau dipecat? tidak bukan?" tanya salah satu anggota di timnya. Nathan tersenyum, dia menepuk pundak anggotanya itu lalu berkata "Bekerja keraslah! dan jangan berakhir sepertiku," ucap mantan lalu pergi dari kantor itu saat itu juga.


Sementara di sisi lain.


Eil sedang berada di ruangan rawat Alard. Sudah seminggu sejak Alard melakukan operasi. Kini anak itu sudah beraktivitas seperti biasanya, hanya saja dia memang masih dalam tahap observasi dan masih dalam pengawasan Daniel.


"Alard sayang! kau jangan terlalu lelah ya! namun beraktivitaslah seperti biasa, semoga kau panjang umur sayang," ucap Eil sambil mengelus kepala Alard dengan lembut. Ya, pangeran kecilnya itu sedang tertidur, mungkin dia lelah setelah beberapa saat bermain.


Eil keluar dari kamar inap setelah puas melihat pangeran kecilnya. Dia sedang melamun saat ini. "Apa Nathan baik-baik saja?" batinnya. Pikiran kembali melayang pada saat dia sedang berada di Irak. Sebenarnya setelah kepergian Nathan Eil juga pergi ke Irak. Tapi dia tidak pernah tahu kalau Nathan juga pergi ke negara itu. Bukankah pekerjaan Nathan adalah sebuah rahasia, jadi dia tidak mungkin mengetahui jadwal suaminya. Nathan tidak akan pernah memberitahunya, meskipun dia pergi ke lubang neraka sekalipun, Eil tidak akan pernah tahu.


Eil menjauhkan matanya dari teropong yang sedang dia pakai. "Nathan!" ucapnya terkejut. dia kembali memasang teropong itu, dia hanya ingin memastikan kalau yang dia lihat di sebelah target incarannya adalah benar suaminya.


Eil menghembuskan nafasnya berapa kali. Dia masih memikirkan Nathan. Dia masih belum tahu dan dia masih belum mendapat kabar dari suaminya. Eil memang sudah semakin dekat dengan Nathan, tapi mereka sama sekali tidak sedekat itu, tidak mungkin Nathan akan mengirim pesan atau meneleponnya jika tidak ada hal yang penting. Keromantisan yang sering dia lihat di drama sama sekali tidak berlaku padanya dan suaminya. Laki-laki itu sangat dingin, dia memperlakukan Eil penuh kasih sayang, namun kata-katanya sangat berbanding terbalik dengan sikap nya itu.


Tok Tok Tok. Suara pintu ruang kerja Eileria diketuk dari luar.


"Masuk!"


"Hai dokter cantik! ini sudah jam makan siang, kita ke kantin sekarang ya," ucap Daniel tanpa basa-basi. Eil hanya tersenyum, lalu dia berdiri dan mengikuti Daniel keluar dari ruangannya.


Untuk sekarang Eil harus melupakan masalah suaminya terlebih dahulu, dia harus makan supaya dia bisa bertahan hidup dan kembali ke mensionnya untuk bertemu sang suami.


" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Daniel ketika melihat Eil tidak ceria seperti biasanya.


"Aku baik-baik saja Daniel, hanya saja anjing peliharaanku sedang tidak enak badan, dia sedang dirawat di klinik khusus hewan. Aku tidak bisa menemuinya untuk beberapa waktu," bohong Eil pada Daniel.


"Kamu memiliki hewan peliharaan? itu pasti sangat menyenangkan. Aku juga punya seekor kucing di rumah, dia sangat lucu dan menggemaskan." Daniel terus berceloteh disamping Eileria. Eil tersenyum, namun pikirannya sama sekali tidak di sini sekarang. Dia masih tetap memikirkan Nathan meskipun dia sudah berkata pada dirinya sendiri bahwa dia harus melupakan Nathan untuk beberapa saat.


Beberapa menit kemudian Daniel dan Eil sudah berada di kantin rumah sakit. Mereka memesan apa yang akan menjadi makan siang mereka kali ini.


Eil hanya memesan teh Camomile dan Croissant. Dia butuh teh itu supaya dia bisa lebih relaks.


To Be Continued.


Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You..๐Ÿค—๐Ÿค—



...Croissant merupakan salah satu jenis kuliner khas negara Perancis yang mendunia. Kita sering menemukannya di berbagai bakery. Croissant termasuk dalam jenis roti. Roti ini diklaim menjadi salah satu yang paling enak di dunia. Bentuk roti sesuai dengan arti namanya Croissant \= โ€œbulan sabit....



...Kandungan dalam bunga chamomile terdapat flavonoid yang diyakini mampu untuk menangkal berbagai macam radikal bebas serta dapat mengatasi masalah peradangan pada kulit. Selain masalah kulit, mengonsumsi bunga chamomile sebagai teh bermanfaat untuk membantu menenangkan saraf-saraf yang tegang, bahkan dipercaya dapat membunuh sel penyebab penyakit kanker....


...Ketika Realfoodfam mengalami masalah tidur malam atau susah untuk beristirahat, cobalah untuk mengonsumsi chamomile tea. Manfaatnya adalah membuat kualitas tidur menjadi lebih nyenyak serta dapat membuat istirahat lebih baik dari sebelumnya....