The Veil of Eileria

The Veil of Eileria
Bertemu dengan Ulat Bulu



"Kita bertemu lagi," ucap Belle. Dia lekas duduk di depan Eileria yang sedang memakan rotinya.


Eil mendengus, dia tidak ingin menggubrish ulat bulu yang kini sok akrab kepadanya. Daniel yang kala itu melihat raut tidak suka Eil di buat heran dan bingung. Pasalnya, Belle ini adalah orang yang cukup terkenal di kalangan para dokter. Bukan karena kemampuannya, tapi karena latar belakang nya yang sangat luar biasa.


"Ada apa Eil?" tanya Daniel.


"Aku tidak apa-apa, hanya merasa sedikit gatal. Mungkin karena cleaning servis tidak membersihkan meja makan ini dengan baik," cicit Eil asal.


Belle tersenyum. Dia tentu tahu apa yang sedang di katakan Eil adalah untuk menyindir dirinya. "Kau merasa tidak nyaman karena aku duduk di sini?" tanya Belle. Lagi-lagi Eil hanya diam sambil memakan rotinya.


Daniel menyikut Eil. Mungkin Daniel takut kalau Belle akan menggunakan kekuasaannya untuk mempersulit Eil.


"Tidak apa Dr. Daniel. Aku sudah terbiasa melihat sikapnya yang seperti ini. Dia memang tidak menyukaiku," ucap Belle. Daniel tersenyum lalu melirik Eil yang sama sekali tidak tergerak ketika Belle sedang membicarakan dirinya.


"Aku sudah kenyang, kalian makan lah dengan tenang! aku akan kembali ke ruangan ku," ucap Eil. Dia berdiri kemudian berjalan melewati Belle dan Daniel.


"Pergilah!" titah Belle pada Daniel saat dia melihat Daniel terus menatap Eil seolah dirinya ingin mengejar Eil namun sungkan kepada Belle.


Daniel bangkit lalu membungkukkan badannya di depan Belle. Setelah itu dia berlari untuk mengejar Eileria.


Belle tersenyum sambil menyesap kopi yang ada di cangkirnya. Dia memperhatikan Eil dan Daniel cukup lama. Wanita cantik itu seakan mendapat angin segar saat melihat betapa perduli nya Daniel kepada rivalnya yaitu Eileria. Senyuman licik tersungging di bibir merah bata nya. "Aku akan membuat Nathan pergi meninggalkan mu Eil. Kau boleh merasa menang saat ini. Namun, aku tidak akan membiarkan kau bahagia terlalu lama. Tunggu saja, aku pasti akan membuat mu sengsara," ucap Belle.


***


Eil membuka pintu rooftop dengan tergesa. Dia terus melangkah dan berhenti tepat di pagar rooftop rumah sakit itu. Dia menarik napas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. Matanya terpejam . Dia sedang menikmati udara segar yang tidak dia dapatkan di dalam rumah sakit. Matanya tertuju pada sebuah bangunan pencakar langit yang sangat jauh. Namun, karena bangunan itu sangat tinggi dia masih bisa melihatnya.


"Nathan, di antara Bara dan si Ulat Bulu, aku harus fokus pada siapa? mana yang harus aku singkirkan terlebih dahulu. Aku tahu keluarga Belle bukan keluarga biasa. Dia memiliki seorang ayah yang memimpin sebuah organisasi besar di jepang. Aku tidak tahu Belle bersih atau tidak, tapi kalau dia bersih aku tidak akan pernah bisa menyentuhnya."


"Hah.... Ayah, Ibu, apa kalian bahagia di atas sana? aku harap kalian tidak kecewa melihat ku yang seperti ini. Aku hanya tidak suka melihat se gerombolan sampah hidup dengan tenang di dunia ini. Sementara kalian orang-orang baik harus tersiksa dan bahkan kalian tidak di ijinkan untuk hidup lebih lama. Aku harap kalian bahagia di atas sana."


Tap Tap Tap.


"Eil!" panggil Daniel. Dia perlahan mendekat dan berdiri di samping Eileria. Tangannya dia gunakan untuk menopang tubuhnya. "Ada apa? kau terlihat tidak senang ketika Prof Belle berbicara kepadamu." Daniel menoh kan kepalanya menatap Eil dari samping. Dia tidak bisa berkedip, pemandangan di depan matanya sangat indah, ciptaan tuhan ini begitu sempurna, kulitnya yang putih, dagu lancip dan hidung mancung Eil membuat siapa saja terpesona akan kecantikannya.


Eil menoleh. Dia tersenyum saat melihat Daniel tersenyum ke arahnya. "Aku hanya tidak menyukainya Daniel. Dia sangat sombong dan sangat arogan. Padahal pada kenyataanya dia tidak memiliki kemampuan. Kau juga tahu bukan bagaimana dia bekerja di meja operasi? bukan hanya tidak cekatan, dia juga tidak memiliki kemampuan dasar. Dan untuk apa orang sepertinya bekerja di ruang operasi, bukankah dia bisa mengambil pekerjaan lain seperti menjadi wakil pimpinan atau apa gitu."


Eil mengangguk. Berarti selama ini Belle jarang hadir ke rumah sakit. Dan setelah dia tahu kalau Eil kerja di rumah sakit itu, Belle langsung datang dan menjadikan dirinya sebagai dokter yang turun langsung ke meja operasi. Eil harus hati-hati bisa jadi Belle sedang merencanakan sesuatu untuk menjebaknya.


Setelah beberapa menit mereka menghirup udara segar, kini mereka memutuskan untuk kembali ke dalam. Mereka memiliki jadwal operasi siang ini. "Kau sudah lama mengenal Belle Daniel?" tanya Eil saat mereka sudah memasuki lift.


"Aku sudah bekerja cukup lama di rumah sakit ini. Jadi aku tahu siapa Belle dan juga latar belakang keluarganya ."


"Itu pasti identitas palsu Belle. Yakuza yang ada di jepang tidak mungkin membiarkan informasi pribadinya di ketahui banyak orang," gumam Eil dalam hati.


"Kau pergilah lebih dulu Dr. Daniel! aku akan menyusul sebentar lagi," ucap Eil. Daniel mengangguk kemudian masuk ke ruangannya dan tidak lama setelah itu Daniel masuk ke ruang operasi.


Sepuluh menit kemudian, Eil masuk. Dia berjalan ke ruangan khusus cuci tangan. Dia mengarahkan tangannya ke atas lalu membasuh tangannya sampai ke siku. Setelah selesai seorang perawat memakan nya jubah operasi dan juga sarung tangan steril.


Dia melihat meja operasi dengan seksama. Eil sengaja memperhatikan struktur pembagian tugas yang akan di lakukan para dokter dan juga perawat yang ada di ruangan itu.


"Pastikan kondisi terakhir pasien," ucap Eil.


Seorang dokter mendikte apa yang harus dia laporkan. Setelah selesai, dokter anastesi melakukan tugasnya terlebih dahulu. Di lanjutkan dengan dokter bedah dan Eil sebagai instruktur dan dokter utama yang memimpin operasi seperti biasa. Kali ini tidak ada insiden yang terjadi. Belle juga bersikap baik, dia patuh dan tidak bertingkah. Apa yang Eil khawatirkan tidak terjadi. Semuanya berjalan dengan sangat lancar.


Belle menatap Eil yang kini sedang fokus melakukan tugasnya. Sebuah senyuman tersungging di balik masker yang dia kenakan. " Aku akan membuatmu mempercayaiku dulu Eil. Baru setelah itu, aku bisa melancarkan rencana ku untuk mendekatkan mu dengan Daniel."


"scissors."


"Klip."


"Suction."


"Cut."


Baru dua jam sejak operasi berlangsung, buliran keringat sudah membanjiri dahi dan kening Eil.


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komentar nya ya.. Thank You.. 🤗🤗...