The Veil of Eileria

The Veil of Eileria
Pernikahan Lukas dan Amber



Dua minggu setelah kejadian di mana rahasia yang selama ini Amber sembunyikan terbongkar, kini semua orang sedang bertepuk tangan menyaksikan pernikahan sepasang sejoli yang pada awalnya saling menolak untuk menikah. Amber menolak menikahi Lukas karena dia tidak mau membuat Lukas menikahinya karena sebuah keterpaksaan.


Sementara Lukas, dia tidak ingin menikahi Amber karena dia masih ragu dengan anak yang ada di dalam kandungan Amber. Tetapi karena bujukan dari orang-orang terdekat mereka, akhirnya mereka mau menikah demi anak yang ada di dalam kandungan Amber. Untuk masalah itu anak Lukas atau bukan, mereka bisa melakukan tes DNA setelah anak itu lahir.


Nathan berjongkok di depan kursi roda istrinya untuk mengusap air mata yang keluar dari mata indah istrinya itu. Dia tersenyum lalu mengusap pipinya lembut. Eil tersenyum kepada Nathan. Dia mendongak saat merasakan sebuah tangan besar mengusap kepalanya tak kalah lembut dari usapan yang Nathan lakukan di pipinya.


Bara tersenyum. Hari ini dia di minta Nathan untuk menemaninya dan Eiileria menghadiri acara pernikahan Amber dan Lukas. Sebenarnya Bara senang-senang saja menerima permintaan ibu hamil yang selalu membuatnya terkejut dan terkadang merasa tidak enak kepada Nathan.


Akhir-akhir ini Eileria selalu ingin berdekatan dengan Bara. Dia mengatakan kalau dia akan mual jika Bara sampai jauh darinya. Dia tidak bisa kalau tidak melihat Bara ada di antara dirinya dan Nathan. Alhasil, Bara harus selalu siap saat Nathan tiba-tiba menelponnya dan menyuruhnya untuk datang, di manapun dan kapan pun Eil mau.


Eil sudah seperti adik untuk Bara, dia sudah bisa merelakan wanita cantik itu meskipun pada awalnya sangat sulit. Namun, karena sering bersama, bahkan Nathan juga ada di antara mereka, Bara sadar, mencintai tidak harus selalu memiliki. Tingkat paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain yang memang dia cintai.


Nathan tidak marah ketika Bara menyentuh istrinya. Bukan tidak marah, dia hanya sedang berusaha bersikap biasa aja. Apa yang di lakukan Bara pada Eil hanya sebatas kasih sayang dari seorang kakak kepada adiknya. Nathan ingin menjauhkan Bara dari Eil. Tetapi, itu akan membuat wanita yang sangat dia cintai itu terluka. Mood ibu hamil itu memang selalu baik. Tetapi kalau sampai keinginannya tidak di turuti, dia akan sangat sedih dan bisa menangis seharian.


"Eil Baby," pekik Sulli yang datang bersama dengan Jerome. Wanita cantik itu terlihat sangat seksi meskipun tidak menggunakan pakaian terbuka seperti biasanya. Dia terlihat sangat anggun mengenakan long dres panjang tanpa lengan yang membuat bahu putih mulusnya terekspos dengan baik.


Jerome mengikuti Sulli dengan wajah yang merengut. Dia sempat beradu mulut dengan Sulli karena tidak suka melihat tampilan Sulli yang selalu menampakan tubuh seksinya di depan banyak orang. Sulli sebenarnya sudah berganti pakaian lebih dari 7 kali. Dan itu karena dirinya yang selalu berkomentar dan memaksa Sulli untuk menggunakan baju yang lebih tertutup.


Sulli sempat marah karena capek bergonta ganti pakaian. Bahkan dress yang dia kenakan sekarang sebenarnya tidak mendapat persetujuan dari Jerome, namun karena dia marah dan mengatakan kalau dia tidak akan pergi ke pesta pernikahan Amber karena Jerome terus menyuruhnya berganti pakaian, Jerome mengalah dan membiarkan nya menghadiri pesta ini mengenakan dress yang dia pakai sekarang.


"Kau sangat cantik Eil," ucap Sulli menyentuh bahu Eil sambil tersenyum.


Eil membalas senyuman dari Sulli. "Kau juga sangat cantik Sulli. Apalagi pakaian yang kau kenakan ini sangat cantik, Jerome pasti senang melihat kau berpakaian lebih tertutup seperti ini."


Sulli mendengus. Eil jelas tidak tahu drama apa yang sebelumnya terjadi sebelum dia datang ke acara ini. Dia ingin menjelaskan semuanya tapi Jerome menariknya dan menuntunnya untuk lebih mendekat kepada mempelai wanita dan pria di acara pernikahan itu.


"Kau lihat itu Eil? Dia sangat kasar," ucap Sulli tanpa suara. Eil hanya tersenyum. Dia menarik tangan Nathan dan meminta suaminya untuk melakukan apa yang di lakukan Jerome dan Sulli.


"Biarkan aku yang mendorong kursi rodanya Nathan," ucap Bara yang hanya di balas anggukan oleh laki-laki itu.


Hampir semua orang yang ada di acara itu memperlihatkan Eileria dan dua laki-laki yang ada di sampingnya. Yang satu mendorong kursi roda Eileria, dan yang satunya lagi menggenggam tangan Eileria di samping kursi roda yang di gunakan wanita cantik itu.


"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian bisa menjadi keluarga yang bahagia."


"Terimakasih Kak. Semoga Kakak cepat sembuh."


Eileria mengangguk. Dia beralih menatap Alard yang sedang berdiri di tengah-tengah Amber dan Lukas.


"Selamat Alard. Sekarang Alard sudah punya Mommy baru. Jangan sedih terus ya!"


Alard mengangguk. Dia mendekat ke arah Eileria dan memeluk Eil yang hendak memeluknya juga . Alard jelas saja bahagia ketika tahu kalau Amber akan menjadi mommy nya yang sah. Selama ini Alard selalu meminta Lukas untuk menikahi Amber. Tetapi Lukas selalu menolak dengan alasan-alasan yang tidak di mengerti oleh Alard.


"Mommy, Alard akan punya adik ya?" tanya bocah kecil itu setelah dia melepas pelukannya.


Eileria mengangguk. Dia tersenyum sambil mengusap pipi Alard lembut.


"Iya, Alard akan memiliki seorang adik. Jaga Mommy Amber dengan baik ya Sayang. Jangan biarkan Daddy membuat Mommy mu menangis. Kalau itu terjadi, segera hubungi Mommy Eil. Mommy akan langsung datang dan memberikan pelajaran pada Daddy Lukas."


Alard dengan cepat menganggukkan kepalanya. "Siap Mommy. Alad tidak akan membiarkan Daddy berbuat jahat kepada Mommy Amber. Kalau Daddy melakukan itu, Alad akan memberitahu Kakak supaya Kakak mencolet nama Daddy dari kaltu kelualga."


Eil ternganga. Kenapa Alard bisa mengatakan hal seperti ini. Dia melirik Darius yang sedang duduk di meja yang tak jauh dari tempat kedua mempelai berdiri. Laki-laki tua itu tersenyum sambil mengacungkan gelas wine ke arah Eileria.


Eileria menggelengkan kepalanya. Dia yakin kalau Darius lah yang mengajari Alard untuk mengatakan hal seperti itu. Dasar kakek tidak berperasaan.


Semua orang yang ada di pesta itu terlihat sangat bahagia. Meskipun kedua mempelai terlihat sedikit canggung, namun mereka sangat serasi.


"Aku juga ingin menikah Jerome!"


Jerome melirik Sulli yang kini sedang menatap dua pengantin di atas pelaminan dengan mata yang mendamba.


...To Be Continued....