The Veil of Eileria

The Veil of Eileria
Mandi Air Dingin



"Brengsek!" geram Eil sambil memukul setir mobilnya.


"Hei Ku!" teriak Eil kepada laki-laki yang sedang menarik rambut perempuan tadi. Laki-laki itu celingukan. Lalu menghentikan apa yang sedang dia lakukan dan melangkah mendekati Eil.


"Kau siapa hah? kau mengenalku?" tanya laki-laki itu sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Cihhh, tidak ada gunanya aku mengenal orang sepertimu," ucap Eil dengan nada suara mengejek.


"Kau sungguh berani Nona."


Setttt...


Bughhhh...


Brukkkkk...


Eil mengibaskan tangannya setelah melayangkan tinjuan di wajah laki-laki itu sampai laki-laki itu tersungkur.


"Shittt.. Kau menyakiti tanganku," ucap Eil.


Wanita yang tadi di tolong Eil malah memperhatikan perkelahian yang sedang di lakukan laki-laki itu dan Eil. Eil menatap wanita itu. "Pergilah! bayimu bisa terluka jika dia terus berada di sini." Wanita itu ingin menolak, tapi Eil terus mengibaskan tangannya.


"Kau berani mencampuri urusan rumah tangga kami," ucap laki-laki itu sambil berdiri.


"Cih, jadi kau suami juga ayah dari bayi itu?" tanya Eil dengan wajah dinginnya.


Setttt... Bughhhh.. Bughhhh... Eil menghajar laki-laki itu membabi buta. Namun , Eil menghentikan aksinya saat ada cahaya lampu yang menyoroti mereka berdua. Eil mengerutkan dahinya saat melihat no di plat mobil yang semakin mendekat ke arahnya.


"Nathan!"


Settt.... Bughhhh... Bughhhh...


"Shhhhhh." Eil mendesis saat merasakan sudut bibirnya robek karena mendapat pukulan dari laki-laki yang tadi sedang dia hajar. Eil sempat lengah karena teralihkan oleh mobil yang dia yakini itu adalah mobil suaminya. Eil menahan tangan laki-laki yang sedang menindihnya dan sedang mencoba untuk memukulnya kembali. Dia bukan tidak bisa melawan. Tapi kalau sampai Nathan tahu Eil pandai berkelahi, Eil takut Nathan akan menaruh curiga padanya.


Kitttttt...


Bammmm...


Nathan menghampiri dua orang yang sedang berkelahi di sudut basement rumah sakit. Awalnya dia hanya ingin melihat apa yang sedang terjadi. Namun saat matanya bertemu dengan mata Eil Nathan langsung berlari dan. . .


Settttt... Nathan menarik kerah baju yang di kenakan laki-laki brengsek tersebut. Laki-laki itu berdiri namun tak lama setelahnya dia kembali terlentang di lantai karena Nathan membanting tubuhnya dengan keras.


Bughhhhhh.... Bughhhh... Nathan memukuli laki-laki itu beberapa kali. Eil yang melihat Nathan sedang marah dan memukuli orang dengan membabi buta sontak saja langsung berdiri dan menarik lengan suaminya.


Nathan Menghempaskan cekalannya di leher laki-laki itu. Dia membalik badannya dan menatap Eil lekat.


"Kau baik-baik saja?" tanya Nathan. Eil mengangguk sambil tersenyum.


"Syukurlah," ucap Nathan lalu memeluk istri kecilnya. Eil melihat wanita yang sedang menggendong bayi menatap ke arahnya. "Shutttt," ucap Eil tanpa suara. Dia meletakan jari telunjuknya di atas bibir. Wanita itu mengangguk seakan mengerti dengan apa yang sedang di isyaratkan oleh Eil. Ya, wanita itu tadi hendak pergi. Tapi saat melihat Eil di hajar oleh suaminya, dia tidak berani untuk meninggalkan Eil begitu saja.


"Kenapa kau bisa berurusan dengan laki-laki seperti itu?" tanya Nathan melepas pelukannya dan menatap lekat mata Eil.


"Ssshhhhh," desis Eil saat Nathan menyentuh sudut bibirnya.


"Kau harus menceritakan semuanya padaku nanti. Sekarang kita harus mengobati lukamu. Kita kembali ke dalam ya," ajak Nathan. Eil dengan cepat menggeleng.


"Kita harus mengantar wanita dan bayi itu pulang Nathan," tunjuk Eil pada Wanita dan juga bayi yang ada di gendongan wanita itu.


Dua jam kemudian. Nathan dan Eil sudah tiba di mansion mereka. Nathan menolehkan kepalanya menatap Eil yang sedang tidur di sampingnya.


"Ini pasti sangat menyakitkan," ucap Nathan sambil mengelus lembut pipi Eil. Pipi Eil bengkak dan juga ada ada luka lebam di sana. Eil sebenarnya sempat menolak untuk pulang satu mobil dengan Nathan. Tapi Nathan bersikeras untuk tidak membiarkan Eil membawa mobil sendiri dalam keadaan terluka seperti sekarang. Tadi mereka juga sudah mengantar wanita yang Eil tolong. Sementara suami wanita itu di bawa ke kantor polisi dan di tindak lanjuti oleh pihak yang berwajib. Nathan keluar dari mobil dan berjalan mengitari mobilnya. Setelah itu, dia menggendong Eil dan membawanya ke kamar mereka.


Nathan kembali menatap wajah Eil. Nathan tidak tahu dengan apa yang sedang dia rasakan. Selama ini dia mengira bahwa dia hanya menginginkan tubuh Eil. Tapi saat Eil terluka Nathan seakan bisa merasakan apa yang Eil rasakan. Dia sangat marah saat melihat Eil sedang di hajar seseorang.


"Aku sebenarnya kenapa!" ucap Nathan pada dirinya sendiri. Ya, Eil adalah wanita pertama yang hadir dalam kehidupan Nathan. Eil juga wanita pertama yang mampu membuat jantungnya berdebar. Nathan selalu merasa kalau dia adalah pemilik dari wanita cantik yang kini sedang tidur di ranjangnya. Nathan tidak suka Eil didekati pria lain. Nathan juga akan selalu khawatir pada Eil jika Eil jauh darinya. Tapi Nathan benar-benar tidak tahu dia kenapa. Awalnya hanya ingin bertanggung jawab. Tapi selalu ada hal lain yang mengganjal dalam hatinya.


"Kau tidak akan nyaman jika tidur mengenakan pakaian kotor ini Eil." Nathan pergi ke walk in closed dan mengambil piyama milik istrinya. Setelah selesai dia kembali ke ranjang dan membuka baju Eil satu persatu.


"Nathan!" gumam Eil dengan mata yang masih terpejam. Dia terbangun karena dia merasa ada yang sedang membuka pakaian-nya.


"Tidurlah lagi! aku hanya ingin mengganti pakaianmu, kau tidak mungkin tidur mengenakan pakaian kotor."


"Hmmmm," Eil kembali memejamkan matanya. Sementara Nathan sedang berusaha untuk membuka pengait bra milik istrinya. Ya. Nathan sudah tahu kalau Eil memang tidak pernah mengenakan bra saat tidur.


Glekkkk... Dengan susah payah Nathan menelan ludahnya saat melihat dua gunung kembar milik istrinya. "Sadar Nathan!" ucapnya pada diri sendiri. Jika saja Eil sedang tidak terluka. Nathan sudah pasti akan mendaki gunung dan melewati lembah malam ini. Namun, dia bukan laki-laki brengsek yang akan mengedepankan nafsunya. Dia tentu tahu diri. Ini bukan waktu yang tepat untuk Little Bao keluar dari sarangnya.


Setelah memakaikan piyama. Kini Nathan beralih ke bagian bawah. Ya, dia sedang membuka pengait celana jeans yang di kenakan Eil. Lagi dan lagi. Nathan di buat panas dingin karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.


"****," umpatnya dalam hati. Dia langsung menyelimuti Eil dan menaruh pakaian Eil di keranjang pakaian kotor. Setelah melihat Eil sekilas, dia langsung berjalan menuju kamar mandi dan "Ini bukan salah mu Eil, tapi berkat kau, aku harus mandi air dingin di tengah malam."


Kasian sekali kamu Nathan...😂😂


...To Be Continued.....


...reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You...