The Veil of Eileria

The Veil of Eileria
Keyakinan Sulli



Jerome melangkah masuk ke dalam apartemennya. Tak lama setelah dia masuk, Sulli mengekornya dari belakang. Mereka lebih sering bersama sekarang. Apalagi setelah pernikahan Amber dan Lukas. Adik Jerome sudah tidak tinggal bersamanya lagi. Jadi, dia lebih kesepian dan terkadang lebih sering melamun.


Sulli dengan sabar selalu berusaha untuk menenangkan dan menghibur Jerome. Dia tahu, sangat sulit bagi orang seperti Jerome yang sangat menyayangi Amber harus di tinggal pergi karena adiknya itu harus menikah dengan orang lain. Belum lagi kabar kehamilan Amber yang dulu sempat membuat Jerome marah dan kecewa.


"Kau mau makan malam tidak?" tanya Sulli. Mereka bru pulang dari tempat bekerjanya Sulli. Wanita itu memutuskan untuk bekerja sebagi seorang pengawal presiden. Meskipun dia selalu berpakaian minim, namun saat dia mengenakan pakaian yang manly, dia sangat cantik dan sangat cocok berpenampilan tomboy.


Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa Sulli memilih untuk menjadi pengawal presiden. Sebenarnya Sulli memiliki dua pilihan, dia harus menjadi seorang CEO di perusahaan milik orang tuanya atau menjadi pengawal presiden tadi. Bagi Sulli, menjadi seorang CEO bisa di lakukan kapan saja. Tetapi ketika dia menjadi seorang pengawal kepresidenan, dia hanya punya kesempatan satu kali. Itupun dia mengambilnya karena dia berpikir kalau menjadi seorang pengawal itu sangat keren untuk seorang wanita.


"Aku sedang tidak berselera Sulli," ucap Jerome membuat senyuman di wajah Sulli pudar. Wanita cantik itu mendekat ke arah Jerome. Dia memeluk laki-laki pujaan hatinya dari belakang. Sebenarnya Sulli tidak suka melihat Jerome seperti ini. Namun, karena dia sedang mencoba untuk mengerti Jerome, dia berusaha untuk bersikap biasa saja.


Sulli juga seorang wanita. Meskipun Amber adalah adik Jerome, dia tetap merasa sangat cemburu kalau Jerome terlalu larut dalam kesedihan karena memikirkan gadis kecil itu. Dia sudah memiliki suami, jadi kenapa Jerome harus bersikap berlebihan seperti ini. Sangat aneh dan sebenarnya sulit untuk di mengerti.


"Maafkan aku Sulli. Aku bingung harus berbicara apa padamu. Aku memiliki satu rahasia tentang masa laluku dan Amber. Aku ingin mengatakan kebenaran kepadanya, tetapi aku takut dia akan marah dan membenciku."


Amber mengangguk. "Kau tidak perlu mengatakan apapun. Biarkan semuanya tetap seperti ini. Kau tidak harus memberitahu Amber segalanya. Dia tidak akan mengetahui apapun. Tetaplah rahasiakan ini darinya."


Jerome memutar tubuhnya. Dia memegang kedua bahu Sulli lalu menatap mata coklat wanita itu dalam.


Sulli dengan cepat mengangguk. "Aku tahu, aku tahu segalanya. Eil mengatakan semuanya padaku. Dia juga mengatakan kalau kau mencintai Amber."


Jerome melepaskan tangannya dari bahu Sulli. Dia mundur satu langkah. Sulli hanya tersenyum tipis. Dia merasa agak kecewa karena Jerome menjauh darinya.


"Kau tahu kalau aku mencintai Amber tetapi kau masih berusaha untuk mendekatiku?" ucap Jerome.


Sulli maju satu langkah. Dia mendongak menatap Jerome yang kini juga sedang menatapnya.


"Aku mendekati mu karena aku tahu, kau bukan orang yang mudah untuk ditaklukan. Sejak awal aku tahu kalau kau mencintai adikmu. Kau pikir aku tidak bisa melihatnya?" ucap Sulli kembali tersenyum. "Aku mencintaimu Jerome. Jangan pernah melarang ku untuk berhenti berusaha melelehkan bongkahan es yang ada di dalam hatimu."


Jerome diam. Dia tidak bisa mengatakan apapun karena dia sendiri bingung dan tidak tahu harus mengatakan apa.


To Be Continued ...