The Veil of Eileria

The Veil of Eileria
Kejahilan Eileria



Semua tamu undangan tengah menikmati pesta yang telah di siapkan oleh Sulli dan Amber. Tidak terlalu banyak orang yang datang, hanya beberapa kenalan dari sepasang sejoli itu serta keluarga besar Darius.


Eileria asyik memakan kue yang terhidang di atas meja sedangkan Nathan sedang mengobrol dengan Bara di belakang kursi roda istrinya.


"Amber!" panggil Bara ketika melihat Amber hendak mengambil makanan di atas meja.


Gadis itu menoleh. Dia tersenyum. "Kak Bara!" ucapnya.


Bara berjalan menghampiri Amber lalu mulai berbincang dengan gadis cantik itu. Amber terlihat sangat bahagia bercanda dengan Bara. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi. Bahkan pakaian yang mereka pakai hampir memiliki warna yang senada.


"Akh, maafkan aku!" ucap Bara mengulurkan tangannya lalu mengambil sesuatu di rambut Amber.


Pada awalnya Amber terkejut. Namu saat Bara memperlihatkan sebuah daun kecil padanya, Amber malah dibuat tertawa lantaran dia sempat berpikir yang tidak-tidak.


"Seseorang sedang memperhatikan mu!" bisik Bara di telinga Amber membuat posisi mereka seperti sedang berpelukan.


Amber mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dikatakan oleh Bara. Namun dia tidak melihat siapapun.


"Siapa yang sedang memperhatikanku Kak?" tanya Amber yang memang tidak mengetahui apapun.


Bara tersenyum. Dia tidak menjawab pertanyaan dari Amber namun memblok tubuh gadis itu membuat orang yang ada di balik pohon tidak bisa melihatnya lagi.


"Bajingan kau Bara, kau mencari kesempatan dalam kesempitan."


Lukas menggerutu sambil menyingkirkan beberapa semut yang merayap di tangan juga di lengannya.


"Dasar pria hidung belang!" Lukas menghardik Bara dengan mulut pedasnya.


"Baiklah, sekarang waktunya kita untuk berdansa," teriak Sulli membuat semua tamu undangan bersorak gembira.


Jerome mengisyaratkan seseorang yang bertugas untuk mengatur jalannya pesta agar dia segera memutar musik untuk mengiringi para tamu yang akan berdansa termasuk juga dirinya dan Sulli.


Ketika musik mulai dinyalakan, hampir semua pasangan sudah mulai berdansa. Bara melirik Amber lalu mengulurkan tangannya membuat Amber tertegun untuk sesaat. Namun, anggukan dari Bara membuat gadis cantik itu mengerti dan mulai mengulurkan tangannya dan menerima uluran tangan dari Bara.


"Terima kasih Cantik," ucap Bara sembari tersenyum.


Kini mereka sudah ada di antara pasangan yang lain. skinshipt yang Bara dan Amber lakukan membuat Eileria tersenyum bahagia. Rencananya baru saja di mulai. Dia tidak sabar untuk melihat bagaimana reaksi Lukas ketika melihat istrinya di sentuh orang lain. Meskipun laki-laki bodoh itu bersikeras kalau dia tidak mencintai Amber, namun Eil tidak percaya kalau Lukas tidak memiliki keperdulian kepada Amber walau hanya sedikit.


"Apa kau juga mau berdansa Baby?" tanya Nathan pada istri cantiknya. Nathan berjongkok di depan Eileria lalu memberikan sebuah bucket bunga yang sangat cantik kepada istrinya itu.



"Nathan kenapa kau memberikan aku buket bunga lagi? Bukankah aku sudah mendapatkannya dari Bara?"


Eileria bertanya sambil menghirup aroma bunga yang Nathan berikan padanya.


"Aku memberikan nya karena ingin. Bunga ini sangat cantik. Sama seperti mu."


Eileria tersenyum mendapat gombalan dari sang suami. Jujur saja, akhir-akhir ini dia selalu malu ketika Nathan mengungkapkan isi hatinya terlalu jujur. Bukan Eil tidak suka, namun dia selalu tersipu seolah dia sedang mendapat gombalan dari crush nya. Dulu Eil sangat berani, bahkan dialah yang selalu menggoda Nathan terlebih dahulu. Mungkin dia sedang mengandung bayi perempuan mangkanya dia bersikap seperti ini.


"Jadi apa kau mau berdansa atau tidak?" tanya Nathan lagi.


Eileria menggeleng dengan cepat. "Kali ini aku hanya akan menonton Nathan. Aku menunggu sebuah pertunjukan yang sebentar lagi akan terjadi."


Nathan mengangguk. Dia berdiri lalu berdiri dibelakang kursi roda Eilaria. Nathan tentu saja tahu dengan apa yang dimaksud pertunjukan oleh istri cantiknya. Eil sengaja mendatangkan Bara untuk memanasi Lukas dan membuatnya cemburu.


"Kakek, Kakek tahu tidak kalau Daddy ada di sini?" tanya Alard sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.


Darius menggeleng. Tentu saja dia tidak tahu. Memangnya untuk apa Lukas datang ke acara seperti ini. Itu bukan gaya Lukas.


Kembali kalimat yang keluar dari bibir mungil Alard membuat Darius terheran-heran. "Lalu sekarang Daddy ada dimana ?" tanya Darius pada cucunya.


Alard mengangkat kedua bahunya seolah dia mengatakan kalau dia tidak tahu. Ya, Alard memang tidak tahu, Eil hanya mengatakan kalau Lukas ada di sini dan tidak memberitahu Alard di mana letak keberadaan daddy-nya.


Darius menggelengkan kepalanya. Dia hampir saja percaya dengan ucapan Alard. Namun dia sendiri masih sangat penasaran, apakah benar Lukas ada di pesta ini. Alard itu bukan tipe anak yang suka berbicara sembarangan. Jadi kalau dia berbicara seperti itu, Lukas pasti memang ada di sini. Namun karena Alard tidak mengetahui keberadaan Lukas, Darius tidak bisa memastikannya langsung.


Mereka berdua kembali memfokuskan perhatiannya melihat Sulli dan Jerome yang sedang berdansa. Begitupun dengan Amber dan Bara. Mereka terlihat sangat happy dan menikmati setiap rangkaian acara.


"Baiklah, sekarang aku akan memberikan kalian semua tantangan. Bagi siapa saja yang tidak melakukan tantangan dariku, aku bersumpah, pertemanan kita akan berhenti disini."


Sulli berteriak dengan suara lantangnya. Semua orang menghentikan dansa yang sedang mereka lakukan lalu beralih menatap Sulli. Mereka menunggu kalimat selanjutnya yang akan di ucapkan oleh Sulli.


Sulli menarik napas panjang lalu ... "Aku mau kalian mencium pasangan kalian masing-masing. Jangan sampai ada yang tidak melakukan ini. Kalau ada yang melanggar, aku jamin, persahabatan dan pertemanan kita berakhir sampai disini."


Semua orang mengangguk dengan antusias, namun tidak dengan Amber. Dia sedang gemetar lantaran takut akan berciuman dengan Bara. Kalau dia menolak permintaan dari Sulli, dia pasti akan menjadi musuh kakak iparnya sendiri. Tapi kalau dia menerima, dia akan kehilangan harga dirinya karena mau berciuman dengan sembarang orang. Meskipun Bara bukan orang sembarangan, namun Bara bukan siapa-siapa bagi Amber, dan mereka tidak memiliki hubungan apapun.


"Apa kau sudah siap?" tanya Bara menarik pinggang Amber membuat tubuh bagian depan mereka saling bertemu.


"Kak! Apa kita harus melakukan ini?" tanya Amber gugup.


Bara mengangguk dengan cepat.


"Dalam hitungan ketiga, kalian harus mulai melakukannya!" Sulli berteriak sambil menatap Bara dan Amber dengan senyuman evil di buburnya.


"Satu!"


"Dua!"


Semua orang mulai mendekatkan wajah mereka termasuk Bara dan Amber.


Ti- ...


"Tunggu!"


Suara seseorang yang menghentikan acara yang akan berlangsung terdengar dengan sangat jelas oleh semua tamu undangan termasuk Eileria,.Nathan dan Bara.


"Aku tidak mengijinkan wanita itu bersentuhan dengan laki-laki lain."


Kalimat itu sukses membuat semua orang bingung dan terkejut. Bagaimana bisa orang asing tiba-tiba muncul lalu membuat peraturan sendiri seperti itu.


"Lukas!"


...To Be Continued....




Visual Kang Jerome. Dia seumuran sama Eil





Visual Sulli. Dia lebih tua 3 tahun dari Eil dan Jerome.