
"Maafkan aku Nathan," ucap Eil setelah menyelimuti dan mengecup bibir suaminya sekilas.
Beberapa jam yang lalu..
Drtttzzzzz.... Drttttzzzz...
"Halo!"
"Azalea! malam ini ada tugas untukmu. Bersiaplah, target kita kali ini adalah seorang bandar narkotika yang sudah sangat terkenal di dunianya. Kau harus sigap. Tidak mudah menemukan celah seperti sekarang. Dia akan pergi ke sebuah kasino terbesar yang ada di Paris malam ini."
"Baiklah. Aku akan bersiap," ucapnya lalu menutup sambungan teleponnya.
Grebbbb....Eil membulatkan matanya saat tangan Nathan memeluk erat pinggangnya kala itu. Dia langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya di atas meja pantry.
"Nathan! panggil Eil lembut. "Kau belum tidur? bukankah besok kau sudah akan masuk kerja di perusahaan?"
"Aku tidak bisa tidur Eil.. Aku sudah mencoba berbagai hal yang katanya bisa membantuku untuk segera tidur. Tapi semuanya sia-sia."
"Kau gugup hmmm? atau mau di keloni?" tanya Eil setelah memutar tubuhnya dan menangkup wajah Nathan dengan gemas.
"Hmmmm keduanya," ucap Nathan . Sedetik kemudian dia membenamkan kepalanya di leher Eileria. Nathan menyesap aroma tubuh istri kecilnya, dan itu membuat tubuh sang istri meremang membuatnya sedikit menginginkan sesuatu yang lebih.
"Eumhhhhh.... Nathan!" panggil Eil dengan suara seksih nya.
"Ada apa Baby? kau menginginkan sesuatu?" tanya Nathan di sela-sela kegiatannya. Dia semakin gencar mengecup dan meng hi sap leher Eil. Sesekali dia juga menj lati daun telinga Eil membuat wanita itu semakin menggeram nikmat.
"Nathan stop!" cegah Eil sambil mendorong dada suaminya. Nathan menghentikan aktivitasnya dan mengerucutkan bibirnya kesal. Dia hanya ingin menggoda Eil. Kenapa istrinya itu malah menghentikannya. Bukankah tadi Eil juga sangat menikmatinya.
Cup. Sebuah kecupan mendarat di bibir Nathan. Laki-laki itu tersenyum lalu mencondongkan kembali badannya hendak membalas ciuman sang istri.
"No Nathan! aku akan membuatkan teh camomile untukmu. Kau pergi ke kamar lebih dulu! aku akan menyusul mu nanti. Aku janji tidak akan lama." Eil mendorong tubuh suaminya memaksa Nathan untuk segera naik ke atas.
"Kau jahat Eil." Eil terkekeh mendengar umpatan dari mulut suaminya. Dia tidak menyangka kalau Nathan lambat laun mulai berubah dan mulai memperlakukan Eil dengan sangat baik. Eil memberikan flaying kiss lalu berjalan kembali ke arah dapur. Dia langsung membuatkan teh camomile seperti janjinya.
Namun, setelah sampai di atas. Eil tidak langsung ke kamar dia dan Nathan. Eil masuk ke dalam kamar lamanya dan mencari sesuatu di dalam sana.
"Maafkan aku Nathan! gumam Eil sesaat setelah dia memasukan beberapa obat tidur ke dalam cangkir teh yang akan dia berikan kepada Nathan.
"Nathan!" panggil Eil sambil menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh suaminya. "Kau merajuk hmmm?" Eil duduk di pinggiran ranjang lalu menarik tangan suaminya menyuruh Nathan untuk duduk.
"Kenapa kau sangat lama?" tanya Nathan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Aku sudah bilang, aku membuatkan mu teh. Sekarang minumlah teh ini! kau akan merasa lebih baik dan akan segera tidur."
Nathan mengambil cangkir yang ada di tangan Eil. Dia meminum semua teh nya sampai habis. Eil tersenyum namun hatinya terus berucap maaf. Dia terpaksa melakukan ini. Dia baru merasakan kasih sayang Nathan setelah sekian lama mereka menikah. Kalau Nathan mengetahui kejahatan yang Eil lakukan, Eil takut Nathan akan membencinya saat itu juga.
"Maafkan aku Nathan, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku terpaksa melakukan ini. Hanya ini jalan satu-satunya supaya kau tidak mengetahui semuanya saat aku keluar rumah nanti. Semoga misinya berjalan lancar. Jadi aku bisa kembali sebelum kau bangun."
Setttt... Brukkkk... Laki-laki itu menarik bahu Eil dan mengukungnya di bawah tubuh kokohnya.
"Kau sedang melamun kan apa hmm?"
"Aku tidak melamun kan apapun Nathan. Memang apa yang bisa aku pikirkan selain kau dan juga pekerjaanku." Nathan tidak tahu kalau yang Eil maksud pekerjaannya adalah pekerjaan yang lain, bukan pekerjaan Eil di rumah sakit.
"Aku percaya padamu. Kau memang tidak di ijinkan untuk memikirkan pria lain selain diriku." Nathan semakin mendekatkan wajahnya dan mulai menci u mi istrinya dengan gemas. Dia sudah tidak bisa menahan panasnya bara api yang sedang dia rasakan di dalam tubuh juga di dalam otaknya.
Brukkkk..... Belum sampai lima belas menit. Nathan sudah ambruk menimpa Eil yang ada di bawahnya. Beberapa saat kemudian, Eil mendengar napas teratur yang keluar dari hidung suaminya.
"Nathan!" panggil Eil sambil menggoyangkan bahu Nathan. Tidak ada sahutan dari suaminya. Nathan sudah benar-benar tidur.
"Apa aku memberinya obat tidur terlalu banyak!" gumam Eil pada dirinya sendiri. Dia mendorong tubuh suaminya dengan sekuat tenaga. Setelah berhasil Eil menggeser tubuhnya lalu bangkit dan mulai membetulkan posisi tidur sang suami.
"Aku mencintaimu Nathan."
Di sebuah atap bangunan yang sangat tinggi. Eil sudah siap dengan peralatan yang akan membantunya menjalankan misi. Kali ini dia tidak sendiri. Karena bosnya juga ikut turun tangan memberikan arahan di balik earphone yang dia kenakan.
Dsiiiinggggg.....
Blubbbbb.....
Susana di depan kasino menjadi sangat riuh. Semua orang yang ada di dalam kasino tersebut berhamburan keluar saat melihat seseorang tergeletak dengan darah yang sudah mengalir di lantai kasino tersebut. Belasan bodyguard yang mendampingi laki-laki itu terlihat panik. Mereka celingukan mencari sumber di mana peluru itu berasal. Tapi mereka tentu tidak akan menemukannya. Karena Eil berada sangat jauh dari jarak pandang yang bisa mereka tempuh.
"Rupanya kau memiliki penyakit jantung," tutur Eil saat melihat laki-laki yang menjadi korbannya masih bisa bernafas setelah Eil menembak jantungnya 15 detik yang lalu. Setahu Eil, saat seseorang memiliki riwayat jantung atau jantungnya sudah tidak sehat, orang tersebut akan lebih lama mati daripada orang yang jantungnya sehat ketika mendapat tembakan tempat di jantungnya.
"Cihhh.. Kau harus menderita lebih lama. Ini tidak sebanding dengan perbuatan mu yang sudah merusak para generasi muda. Kau berjalan seperti seorang raja. Tapi kau mengabaikan korban-korban yang kau ciptakan dengan obat terlarang mu itu."
Eil membereskan senapannya lalu merapikan jaket dan juga topi yang dia kenakan. Meskipun organisasinya sudah meretas dan menanamkan virus pada sistem komputer di area itu, tapi Eil harus lebih hati-hati. Penampilannya sekarang sangat berbanding terbalik dengan penampilan Eil sehari-hari. Jika dalam kehidupan normal dia mengenakan dress dan rok serta heels. Kali ini dia mengenakan baju serba hitam dengan cela jins yang super ketat, dia juga mengenakan sepatu boot hitam yang membuat penampilannya semakin keren. 😁
Tak
Tak
Tak.
Eil menghentikan langkahnya saat dia membuka pintu rooftop dan muncul lah seorang pria dengan perawakan tinggi besar berjalan mendekatinya. Eil mundur beberapa langkah. Tapi laki-laki itu terus maju dan semakin mempercepat langkahnya sambil tersenyum evil pada Eileria.
"Kita bertemu lagi honey!"
...To Be Continued ....
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you.🤗🤗...