
"Tahan sebentar!" ucap Eil ketika dia sedang memposisikan dirinya supaya bisa seimbang dan tidak jatuh. Punggung suaminya memang sangat lebar. Tapi dia juga harus berhati hati kalau tidak ingin jatuh ke lantai. "Aku siap," ucap Eil kepada Suaminya. Nathan mulai menaik turunkan tubuhnya ketika sudah mendapat instruksi dari sang istri. Ya, Nathan sedang push up di pinggir kolam renang yang ada di mansionnya. Namun di tengah kegiatan yang sedang dia lakukan, tiba-tiba Eil datang dan mengatakan kalau dia ingin menaiki punggung Nathan. Alhasil Nathan harus push up dengan Eil yang tengkurap di atas punggungnya.
"Apa kau tidak geli Eil? tubuhku mengeluarkan banyak keringat," ucap Nathan dengan suara yang sedikit tesenggal. Oh ayolah, meskipun Eil tidak terlalu berat, tapi harus menggendongnya sambil push up seperti ini tentu saja dua hal yang berbeda.
"Aku suka Nathan, Kau sangat seksih, aku sangat menyukai semua otot yang ada pada tubuhmu," Eil berucap sambil memejamkan mata. Dia sebenarnya baru bangun tidur dan langsung mencari Nathan saat tahu bahwa suaminya itu tidak ada di kamar mereka. Tangan Eil mulai bergerak nakal mengusap bagian dada sang suami dengan gerakan memutar. Nathan berusaha untuk tidak tergoda. Dia memfokuskan pikirannya pada hal lain. Namun dia langsung menarik tangan Eil dan mendudukkannya di pangkuannya saat tangan istrinya itu bergerak nakal mengusap choco chip miliknya.
"Kau mau menggodaku hmm?" tanya Nathan sambil memegang dagu Eil. Istrinya itu hanya tersenyum dan malah melingkarkan lengannya di leher Nathan. Dia masih mengenakan piyama tidur sutra. Kain seperti itu tidak terlalu tebal bukan, apalagi saat ini Eil tidak mengenakan bra. Tentu saja Nathan bisa merasakan buah dada Eil yang menempel di dada bidangnya.
"Kau benar-benar menggodaku Eil," ucap Nathan, kemudian berdiri.
"Nathan kau mau apa?" pekik Eil saat suaminya berjalan ke arah kolam renang.
Byurrrrrr.....
Nathan melompat ke dalam air masih dengan Eil yang ada di gendongannya.
"Kau gila Nathan, ini masih pagi, airnya sangat dingin," ucap Eil sambil mengusap wajahnya agar air yang menghalangi penglihatan Eil bisa segera enyah saat itu juga. Nathan menyisir rambut basahnya kebelakang dengan jari-jari tangannya. Dia tersenyum. Tatapannya fokus pada spot yang sangat dia sukai. Nathan berjalan mendekati Eil membuat Eil bingung, bukannya menjawab, Nathan malah menatapnya dengan tatapan memburu. Eil yang sadar kalau piyama nya basah langsung menundukkan kepalanya dan...
"Nathan kau gila!" ucap Eil seraya menyilang kan tangannya di depan dada. Eil langsung memutar badannya dan bergerak cepat meraih pinggiran kolam renang.
Srettttt.... Nathan menarik pinggang Eil lalu membalik tubuh mungil itu dan memeluk pinggang istrinya dengan sangat erat. Saking eratnya, Eil yang lebih pendek dari Nathan tidak bisa menapakkan kakinya di dasar kolam, tubuhnya menggantung begitu saja . Eil berusaha berontak. Dia menggoyang-giyangkan kakinya juga mendorong bahu Nathan sekuat tenaga. Namun tentu saja itu sia-sia. Tenaga yang Nathan miliki jauh lebih kuat dari tenaganya.
"Nathan ampuni aku. Aku tahu aku salah, aku benar-benar tidak bermaksud untuk menggoda mu Nathan. Aku tidak sengaja. Dan lagi ini juga salahmu, kenapa kau menceburkan aku ke dalam air. Bajuku sangat tipis, jadi bukan salahku jika apa yang ada di balik kain ini terlihat sangat jelas olehmu. Ayolah Nathan, lepaskan aku," Eil merengek sambil terus berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman hewan buas yang nyatanya adalah suami Eil sendiri.
Nathan tersenyum menyeringai. Bukannya menuruti apa yang di katakan Eil, Nathan malah membungkam mulut istrinya membuat Eil tidak bisa mengoceh lagi.
"Eumhhhh," lengguh Eil sambil menepuk pundak suaminya beberapa kali.
💣💣💣
"Kau gila Nathan!" sarkas Eil kepada Nathan . Saat ini dia sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Dia memiliki jadwal operasi siang nanti. Tadinya Eil akan berangkat agak pagi, tapi Nathan malah membuat Eil harus merangkak ke dalam kamar mandi karena ulah Nathan yang terus meminta ronde tambahan.
"Apa masih sakit?" tanya Nathan di dekat telinga Eil. Eil hanya mendengus mendengar ucapan basa basi busuk yang keluar dari mulut suaminya. Kenapa Nathan seolah sangat perduli padanya setelah dia menyiksa Eil dengan bringas di kolam renang di dapur dan juga di atas ranjang. Eil sangat ingin membunuh laki-laki ini sekarang juga.
Nathan mengambil ikat rambut dan tidak menghiraukan Eil yang sedang menatapnya horor dari cermin yang ada di hadapan mereka. Dia mengikat rambut Eil dengan telaten. Nathan sudah belajar cara mengikat rambut perempuan belakangan ini. "Jangan menggerai rambutmu! kau akan menggoda setiap laki-laki yang melihatmu jika kau melakukannya." Nathan merapikan bagian depan rambut Eil lalu mengecup pucuk kepala istrinya sekilas. "Maafkan aku Eil," ucap Nathan.
"Ayo!" ucap Nathan menarik tangan istrinya. "Kau harus makan dulu sebelum pergi. Kau bilang aku tidak boleh mengantar mu bukan? jadi makanlah sarapan yang telah aku buat untukmu!"
"Aku tidak membuat salad buah atau susu kedelai Eil," ucap Nathan saat menerima tatapan tajam dari istrinya. Eil yang mendengar itu langsung merubah ekspresi wajahnya dan bergelayut manja di lengan Nathan.
Satu jam kemudian, Eil sudah sampai di rumah sakit. Semua pekerja yang ada di sana membungkukkan badan mereka saat berpapasan dengan Eil. Mereka sangat menghormati Eileria karena kemampuan yang di miliki dr. cantik itu sangatlah luar biasa.
"Dr. Eil!" panggil Daniel saat melihat wanita cantik yang dia sukai sedang berdiri di depan sebuah lift . Eil menoleh saat mendengar namanya di panggil.
"Dr. Daniel!" seru Eil.
"Kupikir Kau akan datang agak pagi. Aku sudah mengirimkan data pasien yang akan kita operasi siang ini. Kau tinggal membuka surel yang aku kirim. Aku juga menyimpan data tertulis di atas mejamu."
"Terimakasih Daniel. Aku ada sedikit urusan, jadi aku tidak bisa berangkat pagi. Dan aku minta maaf karena selalu merepotkan mu."
Eil dan Daniel masuk ke dalam lift lalu kembali melanjutkan perbincangan mereka.
Settttt... Daniel menarik bahu Eil saat segerombolan dokter dan juga perawat ikut masuk di lift yang sama dengan mereka. Eil menarik tubuhnya supaya tidak menempel dengan tubuh Daniel.
"Maaf!" ucap Daniel merasa tidak enak karena dia secara spontan menyentuh bagian tubuh Eil tanpa persetujuan dari wanita cantik itu.
"Hmmm," gumam Eil sambil tersenyum. Dia tahu kalau Daniel hanya ingin melindunginya supaya dia tidak tersenggol orang lain.
Hari itu berjalan dengan sangat cepat. Seperti biasa, operasi yang di lakukan Eil dan juga tim nya berjalan dengan sangat baik.
"Astaga, sudah semalam ini," ucap Eil saat melihat jam di pergelangan tangannya. Eil buru-buru merapikan barangnya dan langsung pergi ke basement rumah sakit.
Eil sudah ada di dalam mobilnya saat ini. Dia hendak menyalakan mobilnya namun saat itu juga matanya melihat sosok laki-laki yang sedang menjambak rambut perempuan yang membawa bayi dalam gendongannya. Laki-laki itu terus menarik rambut sang wanita meskipun wanita itu sudah berteriak minta ampun.
"Brengsek!" geram Eil sambil memukul setir mobilnya.
...To Be Continued....
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you 🤗🤗🤗...