
Di kediaman Darius, Lukas masih terus berusaha mengganggu dan mendekati Amber. Dia selalu saja mencari cara supaya dia bisa lebih dekat dengan istrinya itu. Ini adalah kesalahannya sendiri karena ketika Amber dengan senang hati dan dengan begitu baik menerima Lukas, Lukas malah bersikap cuek dan juga selalu menyakiti Amber dengan perilakunya. tetapi sekarang, ketika Amber tidak menghiraukannya, dia merasakan apa yang dulu pernah dirasakan oleh Amber.
"Amber, sore ini kita ajak main Alard ke taman yuk! Sudah lama kita tidak mengajaknya jalan-jalan."
Amber tidak menjawab, dia masih fokus dengan kegiatan yang ada di depannya. Ya, Amber itu masih seorang mahasiswi. Jadi di sela-sela kegiatannya dia masih berusaha untuk memenuhi kewajibannya. Sekarang Amber sedang membuat skripsi untuk tugas akhir kuliahnya.
"Kau tanya saja Alar lebih dulu! Kalau dia mau, kita pergi tapi kalau dia tidak mau, ya kita tidak akan pergi."
Itulah kalimat yang keluar dari mulut Amber. Lukas mengangguk sambil tersenyum, dia segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar anaknya.
Brakkkkk.
Alard terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu. "Daddy, kau mengagetkanku saja seharusnya Daddy itu pakai sopan santun. Masuk kamal olang ketuk pintu dulu kenapa main masuk saja alad tidak suka. "
Lukas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia tersenyum kikuk lalu berjalan mendekati anaknya. Perlahan dia duduk di samping Alard lalu mengucapkan apa yang memang ingin dia sampaikan.
"Alard, nanti sore kita main ya! Daddy mau mengajak Alard bermain di taman sama Mommy Amber."
Alard menoleh sambil memancingkan kedua matanya entah kenapa dia merasa kalau ayahnya ini sedang merencanakan sesuatu. Namun rencana apa itu Alard juga tidak tahu.
"Oke, nanti sole kita akan pergi belmain ke taman. Tapi hanya kalau Mommy Ambel ikut. Kalau Mommy Ambel tindak ikut, Alad tidak mau ikut."
Lukas mengangguk mantap. Jika kedua orang ini sudah menyetujui permintaannya itu artinya dia hanya harus melakukan langkah selanjutnya.
Pada akhirnya sore hari pun tiba. Alard, Lukas dan Amber kini sudah bersiap untuk pergi ke taman bermain. Namun bukan taman bermain yang besar, ini hanya taman bermain yang ada di taman kota. Taman bermain ini adalah taman bermain yang telah disiapkan pemerintah di sana untuk anak-anak di negara itu.
"Daddy, Daddy, duduk di depan! Alard sama Mommy mau duduk di belakang."
Sebenarnya Lukas tidak mau, namun karena takut Alard marah dan mereka malah tidak jadi pergi ke taman, Lukas mengiyakan apa yang diminta oleh putra semata wayangnya itu. Dia membukakan pintu untuk Amber dan Alard kemudian dia masuk ke dalam mobil namun di bagian depan karena dia harus menyetir mobil.
Selama di perjalanan Alard dan Amber asik bercengkrama bahkan tertawa dan menunjuk hal-hal yang ada di luar mobil yang sekarang mereka tumpangi Lukas hanya melihat mereka dari kaca spion mobilnya dia tidak berani nimbrung atau sekedar melengkapi candaan mereka.
"kita sudah sampai," ucap Lukas kepada kedua orang yang sangat dia sayangi.
Lukas keluar lebih dulu, dia berjalan ke arah belakang mobil lalu membukakan pintu untuk istri dan juga anaknya. Saat keluar dari dalam mobil, Amber dibuat terheran dengan apa yang ada di depan matanya. Taman itu sudah tidak terlihat seperti taman bermain, namun malah terlihat seperti sebuah taman yang dipakai orang-orang untuk melakukan pesta atau sebagainya. Banyak karangan bunga, balon, dan juga ada satu kotak yang berukuran sangat besar di tengah-tengah taman itu.
Lukas tidak menjawab dia hanya tersenyum lalu menuntun Amber dan Alard untuk mendekat ke arah kotak besar itu.
"Ini adalah hadiah untukmu Amber, aku sudah menyiapkan ini sejak beberapa hari yang lalu namun karena aku kesulitan menyesuaikan jadwal denganmu aku baru bisa menunjukkan ini padamu sekarang."
Amber semakin dibuat bingung ketika segerombolan orang mulai datang mendekat. Mereka semua membawa setangkai bunga mawar merah dan memberikannya kepada Amber. Entah berapa jumlah orang-orang itu, Amber tidak bisa menghitungnya karena mereka terlalu banyak.
Satu demi satu, orang-orang itu memberikan bunga mawar merah kepada Amber sampai pada akhirnya bunga mawar merah yang ada di tangan Amber sudah menumpuk karena sepertinya bunga-bunga itu berjumlah sangat banyak bukan puluhan namun ratusan tangkai.
"Lukas ini ... ucap Amber sambil menatap suaminya.
Lukas mengangguk. "Ya, semua ini aku siapkan untukmu. Ini adalah permintaan maaf ku kepadamu Amber. Ada satu hal lagi, kau harus melihatnya," ucap Lukas. Dia menarik satu tangan Amber lalu membawanya mendekat ke arah kotak hadiah dan menyuruh Amber menarik pita besar yang mengikat kotak hadiah itu.
Semua orang berkerumun di taman itu, mereka menyaksikan apa yang sedang terjadi seolah mereka adalah saksi-saksi yang telah disiapkan oleh Lukas untuk melihat dan menyaksikan hal yang akan dia lakukan untuk istrinya.
" Bukalah!" ucap Lukas kepada Amber.
Dengan sangat hati-hati dan dengan perasaan yang gugup Amber menarik pita besar itu, dia mundur semakin menjauh agar kotak besar itu bisa segera terbuka.
"Jeng- jreng! Kejutan!" heboh semua orang yang muncul dari dalam kotak bersama dengan sebuah mobil mewah berwarna merah yang bisa dipastikan harganya itu teramat sangat mahal.
Nathan, Eleria, Bara, Sulli, Jerome dan juga Darius ada di dalam kotak itu. Ambar membekap mulutnya tidak percaya dia benar-benar merasa terharu dan terkejut mendapat hadiah seperti ini. Amber menoleh ketika Lukas menyentuh tangannya lembut.
Lukas berjongkok di depan Amber lalu menyodorkan sebuah kotak yang berisi cincin berlian di dalamnya. "Amber aku tahu mungkin ini agak terlambat, kau sudah menjadi istriku dan aku melakukan lamaran kedua untukmu ini adalah sebagai permintaan maaf juga sebagai permohonanku untukmu. Aku memohon dan meminta padamu agar kau mau menjadi istriku untuk selama-lamanya. Amber, aku mau kau menjadi Ibu sambung satu-satunya untuk anakku, aku ingin kau menjadi Ibu dari anak kita yang seutuhnya. Aku ingin memberikan keluarga yang utuh untuk dia, aku tidak akan menerima penolakan. Kau harus menerima permintaanku ini."
Perlahan air mata Amber menetes. Sebenarnya Ambar benar-benar tidak menyangka kalau Lukas akan melakukan hal seperti ini di depan banyak orang. Setelah beberapa bulan menikah dengannya, Amber selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Lukas yang cuek, Lukas yang tidak pernah menganggapnya ada dan Lukas yang selalu mengucapkan kata-kata yang menyakitkan untuk dirinya. Namun saat ini Amber melihat laki-laki yang sama dengan sikap yang berbeda. Dia bertingkah seolah-olah Amber telah menjadi orang yang berharga dalam hidupnya dan Amber menghargai itu.
Ambar mengangguk lalu menyodorkan tangan kanannya kepada Lukas. Semua orang bersorak gembira. Ya, mereka semua tahu asam garam hubungan Amber dan Lukas seperti apa, dan ketika Lukas mengatakan kalau dia ingin membuat kejutan untuk Amber serta ingin melamar istrinya dengan cara yang benar, mereka semua sangat bahagia.
"Aku mencintaimu Amber," ucap Lukas sambil memeluk Amber erat .
"Aku juga mencintaimu Kak Lukas."
...To Be Continued....