
Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..
Happy reading semuanya..
"Ini," ucap Eil saat mencium isi dari dalam botol tersebut.
Dragon mengangguk saat Eil menatapnya dengan mata yang membulat sempurna.
"Itu adalah produk yang sedang di kembangkan seseorang . Di dalamnya terdapat narkotika berkualitas tinggi dan juga zat-zat lain yang bisa membuat seseorang hilang kewarasan saat menghirupnya. Aku sudah melakukan pengujian. Parfum ini hanya memiliki efek samping berlebih pada laki-laki saja. Kau juga tahu bukan kalau suamimu pernah menghirup aroma parfum ini?"
Eil mengangguk. Kini dia mengerti kenapa Nathan tega menusuknya dari belakang. Eil tahu kalau Belle itu adalah wanita yang cantik. Dia juga memiliki body yang sangat menggoda. Tidak menggunakan parfum ini pun Belle akan mampu menjerat semua pria yang dia dekati. Mungkin suaminya juga bisa tergoda untuk sesaat. Tapi kalau dia sampai kebablasan seperti yang di ceritakan Lukas. Mungkin parfum ini adalah alasannya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Eil sambil menatap Dragon lekat. Mata coklatnya fokus menatap Dragon yang kini juga sedang menatapnya.
"Tunggulah untuk beberapa saat. Organisasi kita sedang mencoba untuk menyelidiki ini. Jika kau mau, kau juga bisa membantu. Cari tahu darimana Belle mendapatkan parfum ini!"
Deg.
"Dragon tahu perihal Belle," batin Eil.
"Kau juga belum tahu siapa yang membuat produk iblis seperti ini? lalu darimana kau mendapatkan ini semua?"
"Aku mendapat kiriman dari seseorang. Aku sudah berusaha mencari tahu ini sejak lama. Tapi hasilnya nihil. Dan pada saat Belle menemui mu di rooftop rumah sakit. Dia menunjukan parfum itu padamu bukan?"Eil di buat melongo dengan ucapan bos nya itu. Jadi sampai mana dia tahu semua tentang Eil.
"Kau tenang saja! aku tidak akan melewati batas. Aku hanya tidak akan mendengar suaramu ketika kau sedang berada di dalam kamar suamimu."
"Kau!" ucap Eil sambil menunjuk wajah Dragon. Laki-laki itu hanya tersenyum. Dia mengedipkan satu matanya membuat Eil semakin di buat dongkol. Jadi selama ini dia tahu apa yang sering Eil lakukan jika dia berada di luar kamar Nathan. Lalu, apa bos nya ini juga mendengar semua de sa han dan juga era ngan yang dia lakukan. Oh gila.. Ini benar-benar gila.
"Pergilah! aku akan memberitahumu jika aku mendapat informasi terbaru," ucap Dragon segera. Dia tidak ingin melihat singa betina ini mengamuk di depannya.
Eil melengos tanpa pamit atau menanggapi bos nya itu. Dia sudah di buat dongkol. Haruskah dia menghormati orang tua itu atas semua yang telah dia lakukan pada Eil.
Eil memacu kendaraan nya lagi ke apartemen Jerome. Dia memutuskan untuk tidur di apartemen itu sementara. Besok mungkin dia baru akan pulang ke mansion suaminya. Dia harus meminta penjelasan yang sebenarnya dari Nathan. Dia tidak boleh egois. Ya.. Eil sudah mengetahui fakta yang sesungguhnya. Jadi untuk apa dia terus bersikap keras kepala.
Flashback off...
Nathan menatap Eil yang sedang duduk di kursi tunggu airport. Dia menatap lekat Eil yang sedang membersihkan sisa-sisa airmatanya menggunakan sapu tangan Nathan. Laki-laki itu tidak henti-hentinya tersenyum. Dia sangat menyukai pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. Eil sangat cantik. Tangannya terulur untuk menyelipkan rambut Eil ke telinga wanita cantik itu. Dan Eil menoleh saat merasakan sentuhan Nathan.
"Kau tidak menertawakan ku Nathan?" tanya Eil sambil memincingkan matanya karena dia ingin tahu ekspresi seperti apa yang akan di tunjukan Nathan saat ini. Nathan tersenyum . Dia mencubit pipi Eil gemas.
"Lagian siapa sih yang bilang aku akan pergi selama satu tahun. Aku hanya akan pergi satu minggu Eil. Bahkan jika semuanya berjalan lancar, aku bisa pulang lebih cepat. Ayah mengatakan kalau Lukas tidak bisa pergi ke Rusia karena Alard sedang sakit. Jadi aku harus menggantikan-nya." Nathan mengelus kepala Eil lembut. Hatinya sangat tenang saat ini. Tadinya dia memang akan pergi sore ini. Tapi karena jadwal nya delay , dia baru akan pergi jam tujuh malam. Nathan tidak menyangka kalau Eil akan menyusulnya. Istrinya bahkan menangis karena takut dia akan meninggalkan nya.
"Eil!" panggil Nathan lembut.
"Kau mencintaiku bukan?" tanya Nathan tiba-tiba.
Eil tersenyum. Dia mengecup bibir Nathan sekilas lalu memeluk suaminya erat. "I'm yours forever Nathan. Tidak akan ada yang menggantikan posisimu di hatiku." Eil melepas pelukannya. Dia menatap wajah Nathan dengan seksama. Tangan mungilnya terulur untuk menyentuh bekas luka di wajah tampan suaminya itu. "Maafkan aku Nathan. Aku seharusnya tidak menghajar mu terlalu keras kemarin."
Nathan menarik tangan istinya. Dia menggenggam tangan mungil itu dan mengelus punggung tangannya lembut. "Aku pantas mendapatkannya Baby. Kau tidak salah. Jangan meminta maaf untuk ini. Aku merasa buruk jika kau melakukannya. Tangan mu juga terluka. Ini salah ku karena telah membuatmu marah."
Cup.. Nathan mengecup punggung tangan Eil yang masih menyisakan bekas-bekas luka di buku tangannya.
Eil Tersenyum. Dia kembali memeluk suaminya erat. Seminggu dia tidak akan bisa memeluk tubuh besar nan kokoh miliknya ini. Eil pasti akan merasa sangat kehilangan.
"Nathan!"
"Yes Baby!"....
"Jangan pernah mendekati Belle. Dia sangat berbahaya."
"Baik. Aku tidak akan pernah mendekatinya lagi. Kalau sampai itu terjadi, kau boleh langsung membunuh ku."
Eil terkekeh ketika mendengar kata-kata suaminya. Nathan tidak tahu kalau Eil memang suka membunuh orang. Andai laki-laki nya ini tahu, Nathan pasti tidak akan berani mengucapkan kalimat sadis seperti itu.
Beberapa jam kemudian. Akhirnya waktu Nathan untuk pergi tiba.
"Seharusnya tadi aku mengajak mu makan malam dulu Nathan. Aku malah tidur di pelukan mu. Kau juga tidak membangunkanku," cerocos Eil sambil memanyunkan bibirnya. Ya. Karena terlalu nyaman memeluk suaminya Eil malah ketiduran. Dan Nathan yang kala itu memang merasa nyaman juga malah membiarkan Eil tidur. Sekarang sudah mau jam 7. Nathan sudah harus pergi.
Cup. Nathan mengecup bibir istrinya sekilas. "Aku akan makan di pesawat. Kau jangan lupa makan malam. Kalau pulang hati-hati."
Eil kembali memeluk suaminya . Dia sangat tidak rela jika harus membiarkan Nathan pergi. "Aku akan ke rumah Ayah dulu. Aku ingin membuat perhitungan dengannya." Nathan hanya terkekh.
" Dan aku juga sangat ingin menemui pangeran kecilku," ucap Eil.
Nathan menjauhkan istrinya dari pelukannya. "Kau boleh menemui Alard. Tapi ingat, jangan terlalu dekat dengan Lukas."
Eil mengerutkan keningnya bingung. Kenapa Nathan tiba-tiba mengucapkan kata-kata seperti itu. Bukannya selama ini Nathan tidak pernah melarangnya dekat dengan Lukas. "Kenapa?" tanya Eil akhirnya.
"Dia menyukaimu Eil."
"What?".........😳
...To Be Continued....
...Hai reader. Jangan lupa like dan komentarnya ya. Terimakasih......