Novemberain

Novemberain
Bertemu Alfa di depan sekolah



Saat Ayu dan Naila kembali ke kelas, ternyata gurunya masih belum datang dan ternyata hari ini kelas kosong karena para guru sedang ada rapat. Ayu dan Naila pun akhirnya bisa bernafas lega, tadi mereka mikir kalau mereka sudah telat dan akan di hukum. Tapi untunglah, kalau gurunya lagi rapat, jadi merasa lolos dari hukuman.


Naila kembali ke tempat duduknya begitupun dengan Ayu, sedangkan Rani hanya diam membisu. Naila pun  memilih untuk diam dan gak berani ngajak Rani bicara.


Kedatangan Ayu sudah sangat di tunggu oleh teman temannya, siapa lagi kalau bukan Rifa, Puput dan Firoh.


Ayu pun membawa mereka ke pojok kelas yang agak sepi karena teman temannya pada sibuk semua, lalu Ayu pun mulai cerita semuanya dengan suara yang sangat pelan hingga ketiga temannya itu harus memasang telinga dengan sangat lebar agar mendengar apa yang di ucapkan oleh Ayu.


Ayu emang gak berani cerita dengan suara tinggi karena takut, ada yang mendengar suaranya terutama Rani, bisa bahaya kalau Rani mendengar Ayu yang kini tengah bergosip tentang dirinya.


Setelah selesai bercerita, Rifa, Puput dan Firoh pun mengerti masalah yang kini tengah di hadapi oleh temannya itu. "Orang kalau sudah jatuh cinta, bisa lupa semuanya, bisa bikin orang berubah," gumam  Rifa yang di angguki oleh Puput dan Firoh, mereka juga setuju apa yang di ucapkan oleh Rifa.


Mereka terus berbicara masalah Rani tapi tetap dengan suara pelan.


 


\======


Jam 1 siang, bell pun berbunyi pertanda semua kelas telah berakhir dan mereka di izinkan pulang.


"Ran, mau pulang bareng aku?" tanya Naila.


"Enggak," jawab Rani cuek.


Naila pun mengangguk mengerti, tiba tiba seseorang datang mencari Naila.


"Nai, ada yang nyariin kamu tuh di depan sekolah, katanya namanya Alfa," ucap perempuan itu.


"Iya, makasih ya," ujar Naila tersenyum.


"Sama sama," jawabnya lalu pergi.


"Ngapain Kak Alfa ke sini ya?" tanya Naila dalam hati.


"Apalagi Kak Alfa gak chat dan von aku, kenapa dia datang ke sekolahku gak bilang bilang," gumam Naila sambil menatap ke arah Rani.


Naila dan Rani pergi menuju  depan sekolah, dimana Alfa sedang menunggu kedatangan Naila.


"Assalamu'alaikum kak," sapa Naila yang kini tengah berada di dekat Alfa, sedangkan Alfa ia duduk di sepeda motornya  dan sibuk dengan Hp nya, mendengar suara Naila, Alfa langsung menoleh dan melihat ke arah Naila tapi tidak melihat ke arah Rani, padahal Rani berada di sampingnya.


"Waalaikumsalam Nai," jawab Alfa ramah.


"Kak Alfa ngapain ke sini, kog gak bilang bilang?" tanya Naila.


"Iya tadi aku dari kampus, terus keingat dengan buku deary Fahmi, jadi sekalian aku mampir ke sini, ini bukunya," ucap Alfa sambil memberikan buku deary Fahmi yang ia ambil dari dalam tas.


"Makasih ya kak, oh ya kenalin ini teman aku, namanya Rani. Ran, ini Kak Alfa," ucap Naila memperkenalkan mereka berdua. Rani pun tersenyum sambil menyodorkan tangannya namun tak di hiraukan oleh Alfa. Rani yang merasa di abaikan pun langsung menarik tangannya kembali. Membuat Naila gak enak hati sama sahabatnya itu.


Firoh, Ayu, Puput dan Rifa, bahkan bisa melihat dengan jelas, bagaimana Rani di acuhkan. Mereka juga mendengar saat Naila memperkenalkan mereka berdua namun yah Alfa tidak merasa tertarik sedikitpun.


"Kak, kog gitu sih," ujar Naila kesal.


"Maaf Nai, aku ga bia bersentuhan dengan sembarangan orang. Bahkan teman dan sahabatku pun hanya hitungan jari. Aku gak bisa sok akrab, apalagi dengan orang yang bahkan tidak aku kenal sekali. Dan bukankah tadi kamu sudah menyebut namaku, ku rasa dia sudah tau namaku dan aku tau namanya, bukan kah itu sudah lebih dari cukup," ujar Alfa menjelaskan membuat Rani yang mendengarnya malu sendiri.


"Tapi ...."


"Sudahlah, aku ke sini cuma nganterin buku deary itu, bukan untuk kenalan dengan temanmu. Aku pamit dulu karena masih ada urusan, Assalamu'alaikum," ucap Alfa lalu menghidupkan sepeda mtoronay dan pergi.


"Waalaikumsalam," jawa Naila sambil melihat sepeda motor Alfa yang sudah melaju dengan kecepatan tinggi.


"Maaf ya Ran," ucap Naila gak enak hati.


"Gak papa, ini memang salahku. Aku pulang dulu, terima kasih sudah memperkenalkan aku dengannya," ujar Rani lalu pergi. Sedangkan Naila hanya menghembuskan nafas kasar sambil melihat kepergian Rani. Lalu Naila pun memasukkan buku dearinya ke dalam tas.


 Ia segera pergi menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya yang terpakir di sana dan pulang.


Sedangkan Ayu, Rani, Firoh dan Rifa pun hanya geleng geleng kepala. "Kak Alfa emang tampan, tapi gak seharusnya Rani mencintai laki laki itu, dingin dan tak tersentuh," ujar Ayu berkomentar.