
Hari ini adalah pertunangan Adrian dengan orang yang tengah di jodohkan dengannya. Naila belum tau siapa wanita yang beruntung mendapatkan Adrian, namun siapapun itu. Naila hanya bisa mendoakan kebahagiaan buat mereka berdua. Naila datang bersama Marfel memakai baju couple. Bahkan Naila yang merancang sendiri gaun yang ia pakai khusus untuk datang ke pesta Adrian. Bukan karena dia mencintainya, hanya saja ia ingin menghargai undangan yang ia terima.
Saat mereka sudah sampai di pesta, Naila sedikit gugup. Namun Marfel menggenggam tangannya sehingga Naila merasa lebih tenang. Sejujurnya ia gugup bukan karena Adrian dulu pernah melamarnya dan menyatakan perasaannya. Ia gugup karena yang datang kali ini adalah para kalangan atas semua, bahkan para selebritipun pada hadir di sana.
Acara ini juga di adakan di gedung yang memang khusus di sewa untuk sebuah acara pernikahan, pertunangan, atau acara lainnya yang membutuhkan lahan yang lebih luas. Tak heran jika gedung ini sering kali di pakai oleh para pengusaha, aktor, model ternama, dan mereka yang mempunyai uang banyak tentunya.
Saat mereka mau berjalan ke arah pintu utama, tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Naila," ucapnya membuat Naila menoleh ke asal suara dan betapa kagetnya ia melihat Rani yang kini tengah berjalan bareng Alfa.
"Loh Rani, kamu di sini?" tanya Naila kaget.
"Iya, aku gak nyangka loh bisa ketemu kamu di sini," ujar Rani sambil memeluk Naila. Naila pun membalas pelukan Rani.
"Haha sama, aku juga gak nyangka," ucap Naila terkekeh.
"Aku di ajak Kak Alfa ke sini, kamu tau kan kalau Mas Adrian itu sepupunya Kak Alfa," balasnya.
"Iya, aku tau. Kan dulu waktu Kak Alfa di rawat rumah sakit, ada Mas Adrian di sana. Cuman aku gak nyangka aja kalau kamu akan datang. Tau gitu, kan kita berangkat bareng tadi," sahutnya. Naila jelas tau jika Alfa itu sepupunya Adrian, dulu saat di rumah sakit, sudah di jelaskan hubungan mereka dan saat Anniversary orang tua Adrian, juga Naila ketemu orang tuanya Alfa di sana.
"Aku mana tau, kalau kamu akan datang ke acara pertunangan Mas Adrian."
"Hehe ya, kita sama-sama gak tau. Tapi gak papa, yang penting kita bisa ketemu di sini," jawabnya.
"Hay Nai," sapa Kak Alfa canggung.
"Hay, Kak. Lama gak ada kabar," ujar Naila yang juga tersenyum canggung.
"Iya, sibuk soalnya," balas Alfa sambil menatap ke arah Marfel.
"Kamu masih sama dia?" tanya Alfa.
"Iya, sekarang Mas Marfel sudah jadi suami aku. Emang Rani gak bilang?" tanyanya.
"Aku cuma bilang sama Kak Alfa kalau kamu sudah nikah, tapi aku gak bilang kalau suaminya itu Pak Marfel,' ujar Rani merasa bersalah.
"Iya sudah gak papa, yang penting kan sudah tau sekarang," sahut Naila tersenyum.
"Saya minta maaf ya, Mas. Atas kejadian yang dulu," ujar Alfa sambil mengulurkan tangannya ke Marfel. Marfel pun dengan senang hati menerimanya. Alfa sangat merasa bersalah, apalagi setelah Rani menceritakan tentang Naila yang dulu sampai menangis berhari hari karena di putusin sama Marfel, gara gara dirinya.
"Iya, Saya juga minta maaf jika dulu ada salah," balas Marfel yang memang merasa jika sikapnya dulu terlalu kekanak-kanakan.
"Enggak papa, semua sudah berlalu. Saya harap ke depannya kita bisa semakin dekat, seperti Rani dan Naila," tuturnya dan Marfel pun mengangguk setuju.
"Jangan ngomong formal gitu kalau ingin dekat, ngomong biasa aja, ini kan bukan di tempat kerja," kata Naila membuat yang lain terkekeh.
"Iya sudah, ayo masuk. Ini acaranya akan segera di mulai, kan?" tanya Rani dan mereka pun mengangguk setuju.
"Oh ya, Nai. Katanya hari ini Puput tunangan juga ya?" tanya Rani sambil masuk ke dalam.
"Iya, katanya sih di jodohkan. Cuma dia gak bilang tunangan di mana, padahal aku pengen datang loh, walaupun gak di undang."
"Sama, andai aku tau tempatnya, pasti aku akan datang. Sayangnya aku gak tau tempatnya di mana. Cuma yang aku tau, dia tunangan di Jakarta, dia sama kayak Mas Adrian, di jodohkan juga."
"Iya. Kayaknya yang lain masih belum ada yang mau terbuka ya sama kita, masih banyak yang nyimpen privasi. Seperti Puput dia cuma bilang dijodohkan dan akan tunangan hari ini, cuma gk ngasih tau, tunangannya itu siapa dan tunangan di mana. Rahma dan Ayu pun juga bilang sudah punya pacar, tapi lagi-lagi gak ada yang ngenalin ke kita. Kalau Puput kan masih di Amrik, dan gak tau kapan mau pulang. Betah banget dia di sana," jawabnya.
Dan saat mereka masuk, lagi-lagi mereka di buat kaget dengan Rahma dan Ayu yang ada di sana dan tengah ngobrol bareng.
"Ayu, Puput. Kalian ngapain di sini?" tanya Naila dan Rani kaget.
Rahma dan Ayu pun tak kalah kagetnya melihat mereka berdua.
"Loh Naila, Rani. Kalian kok di sini."
"Kami di sini inginĀ menghadiri pertuangan Mas Adrian, kalau kalian?" tanya Naila. Sedangkan Rani menatap ke arah mereka dengan tatapan penasaran. Marfel dan Alfa memilih diam saja. Dan berjalan di belakang mereka, seakan ingin menjaga mereka agar tidak hilang.
"Aku di sini karena di undang sama pacar aku, kebetulan yang tunangan itu kakaknya, calon ipar kakak aku," ucap Rahma.
"Aku juga, aku di sini karena di undang sama pacar aku, karena yang tunangan itu, calon kakak ipar aku," ujar Ayu ikut-ikutan.
"Bentar, jadi kalian pacarnya Kak Andre sama Alex?" ucap Naila menerka-nerka, karena setua dirinya di rumah ini ada tiga laki-laki, jika Andrian yang akan tunangan, berarti ada dua laki-laki yang masih jomblo dan itu adalah Andre dan Alex.
"Kamu kenal mereka?" tanya Rahma dan Ayu bareng.
"Iya, Alex itu teman aku, sudah kayak sohib gitu. Kemana-mana bertiga. Sama Alexa juga saudara kembar Alex," ucapnya memberitahu
"Astaga, jadi kamu sahabatnya pacar aku?" tanya Ayu kaget.
"Oh jadi pacar kamu itu Alex?" tanya Naila dan Ayu mengangguk antusias.
"Berarti yang pacarnya Kak Andre itu kamu dong Ra?" tanya Naila. Dan Rahma pun menganggukkan kepalanya.
"Astaga, dunia ini sempit sekali ya," ucap Naila ketawa. Dan mereka pun ikut ketawa.
"Sumpah sih, akhirnya kita bisa ketemu di tempat ini," ujar Naila yang gak menyangka, kalau pacar Rahma dan Ayu itu adalah orang yang ia kenal.
Saat mereka mengobrol, Alexa datang. Dan menyapa Naila. Alexa pun juga sudah kenal dengan Rahma dan Ayu, karena tadi mereka sempat kenalan saat Andre dan Alex memperkenalkan mereka ke keluarganya.
"Kok lama datangnya?" tanya Alexa sampai berdiri di samping Naila.
"Ya, maaf. Tadi masih ngobrol sama Rani di depan. Oh ya, Alexa, aku gak nyangka loh kalau calon ipar kamu itu, sahabat aku semua," ujar Naila memberitahu.
"Benarkah?" tanya Alexa antusias.
"Iya, Rahma, Ayu, Rani ini teman aku," ucap Naila memberitahu. Alexa juga sudah kenal sama Rani, karena sebelumnya, saat Alexa datang ke rumah Tante Arini, kebetulan ada Rani di sana.
"Wow, aku gak nyangka. Jangan-jangan calon Kakak Adrian, juga sahabat kalian," ucap Alexa.
"Emang siapa namanya?" tanya mereka kepo. Karena belum ada yang tau, siapa yang akan jadi tunangan Adrian. Rahma dan Ayu walaupun sudah datang dari tadi, juga belum ketemu sama calonnya Adrian. Saat Rahma datang, ia hanya di kenalkan sama Alexa dan saling kenal. Lalu Andre menitipkan Rahma pada Alexa, karena dirinya di panggil sama papanya.
Lalu tak lama kemudian, Alex datang membawa Ayu. Dan dari sanalah, Rahma kaget melihat Ayu ada di sana. Sehingga mereka berpelukan melepas rasa rindu karena sudah lama gak ketemu, karena selama ini mereka cuma ngobrol via chat aja.
Karena Alex gak bisa lama-lama, jadi Alex membiarkan Ayu bersama Rahma, karena dirinya harus membantu melancarkan jalannya acara ini. Alexa pun kenalan dengan Ayu dan mereka bertiga berbincang lama. HIngga Alexa juga undur diri setelah ada yang memanggil dirinya.
Rahma dan Ayu pun ngobrol berdua, hingga lagi-lagi mereka di kejutkan dengan kedatangan Rani dan Naila yang juga ada di acara itu.
Saat Alexa ingin menjawab nama calon kakak iparnya. MC sudah menyebut nama Adrian dan Puput terlebih dahulu. Dan setelah itu, dua orang itu muncul dari salah satu ruangan dan berdiri di atas pentas.
"Loh PUPUT," ucap mereka serempak.