Novemberain

Novemberain
Ending Atau TAMAT



Puput yang ada di pentas itu langsung menoleh ke arah orang-orang yang menyebut namanya. Dan betapa kagetnya Puput melihat Naila, Rani, Rahma dan Ayu ada di sana.


Dari kemaren ia hanya ada di dalam dan dari tadi pagi, ia bahkan gak keluaran dari kamar, dan baru sekarang ia keluar dari kamar setelah habis di make up in. Jadi ia gak tau sama sekali jika tenyata keempat sahabatnya itu, hadir di acaranya. Puput benar-benar gak tau, mereka tau dari mana, jika dirinya tunangan di tempat ini.


Puput ingin menghampiri dan mengobrol dengan mereka, namun ia gak bisa meninggalkan pesta gitu aja, jadi ia harus menahan rasa penasarannya itu dan fokus untuk bertukar cincin dengan Adrian, orang yang sudah di jodohkan dngannya. Yang bentar lagi bukan hanya jadi tunangannya, tapi juga akan jadi suaminya.


Sedangkan, Alexa menoleh ke mereka berempat.


"Jadi, mereka itu sahabat kalian?" tanya Alexa bengong.


Dan mereka pun menganggukkan kepala kompak.


"Astaga, aku gak nyangka loh. Sumpah, kenapa bisa kebetulan gini ya?" tanya Alexa ketawa dan mereka pun menggelengkan kepala, karena mereka juga tidak mengerti, kenapa ini bisa terjadi.


"Jadi ketiga calon kakak ipar aku, calon ipar sepupu aku dan sahabat aku sendiri, adalah orang yang saling kenal?" tanya Alexa lagi, dan lagi-lagi mereka berempat menganggukkan kepala.


"Ya Tuhan, dan aku akan jadi orang paling beruntung karena ada di tengah tengah kalian. Selain kalian, siapa lagi?" tanya Alexa penasaran. Ia gak peduli dengan acara yang tengah berlangsung. Sedangkan Marfel dan Alfa pun juga ikut menggelengkan kepala ketika tau, kalau sejauh apapun mereka di pisahkan, nyatanya Tuhan mempertemukan mereka kembali dan hubungan mereka pun mungkin juga akan semakin erat ke depannya. Marfel dan Alfa tetap berada di sana sambil sesekali fokus menatap ke atas pentas di mana Adrian dan Puput ada di sana sambil memamerkan cincin yang sudah  ada di jari manis mereka.


"Ada Rifa sama Puput. Kalau Puput, dia ada di Amrik, belum pulang. Tapi kalau Rifa ada di Bandung."


"Owh, andai mereka ada di sini, pasti makin seru ya," ucap Alexa.


"Pastinya," ujar mereka kompak.


Saat mereka tengah mengobrol, tiba-tiba, dua orang datang terlambat. Alexa yang mengenal Kak stefan pun langsung menghampiri.


"Kak Stefan, sini," ucap Alexa antusias saat tau, jika Stefan datang ke pesta.


Stefan pun dan Rifa menghampiri Alexa. Dan sama seperti tadi, mereka benar-benar kaget jika lagi dan lagi, Rifa yang di maksud adalah Rifa sahabat mereka.


"Kok kalian ada di sini semua?" tanya Rifa.


"Kalian kenal?" tanya Alexa karena melihat raut wajah kaget mereka.


"Ini Refa, sahabat kita," ucap Rani.


"Astaga," lagi, Alexa di buat terkejut.


"Rifa, ya ampun, kamu kenapa gak bilang mau ke sini?" tanya Naila.


"Kamu kan gak nanya," jawab Rifa polos, yang masih bingung juga kenapa mereka ada di sini semua.


"Kak stefan, bukannya ada di luar negeri?" tanya Naila.


"Aku sudah pulang seminggu yang lalu," jawabnya membuat mereka menganggukkan kepala.


"Kayaknya kita benar reunian ini, reunian yang gak di sengaja," ujar Ayu.


"Yah, aku setuju sama kamu."


"Itu bukannya Puput ya?" tanya Rifa saat melihat ke atas panggung dan ada Puput di sana.


"Jadi cuma aku yang gak di kasih tau sama Puput?" tanyanya berfikir negatif.


"Bukan cuma kamu, kami semua juga gak ada yang di kasih tau, aku aja kaget kok," ucap Rahma.


"Kok bisa?" tanya Rifa masih belum mengerti.


Akhirnya Naila pun membantu jelaskan dari awal dan benar saja Rifa pun terlihat bengong karena ini bener-bener kejadiang langka, mereka di pertemukan di tempat ini tanpa ada yang saling memberitahu sebelumnya.


"Dan aku ingin menjadi sahabat kalian, jika di perbolehkan," lanjut Alexa yang iri karena sebelumnya, ia gak pernah punya sahabat yang seperti mereka, cuma Naila sahabatnya itu pun, mereka sahabatan dari pertama kuliah bukan dari saat mereka SMA.


"Tentu, mulai sekarang, kamu akan jadi sahabat kami semua dan jadi saudara juga," ucap Rahma dan Ayu kompak. Mereka pun berpelukan untuk merayakan persahabatan mereka yang kini bertambah satu orang.


Saat mereka mengobrol, Alex dan Andre datang. Dan mereka melihat para wanita yang tengah berpelukan.


"Kenapa dengan mereka?" tanya Andre.


"Aku gak tau," ucap Alex sambil menghampiri mereka.


Alex menghampiri Ayu dan Andre menghampiri Rahma.


Saat Alex dan Andre datang, mereka pun melepas pelukannya dan mulai melihat ke arah Alex dan Andre yang baru datang.


Ayu ada di samping Alex


Rahma ada di samping Andre


Naila ada di samping Marfel


Rani ada di samping Alfa


Rifa ada di samping Stefan


Dan gak lama kemudian, Puput dan Adrian datang. Puput menghampiri mereka dan menanyakan kenapa mereka ada di sini semua.


Pupu berdiri di samping Adrian hingga hanya Alexa lah yang sendirian di sana, tanpa ada pasangan.


Alex dan Andre yang tidak tau apa-apa hanya bisa diam dalam kebingungan.


Sedangkan kini, Ayu, Rahma, Naila, Rani dan Rifa menatap Puput dengan tatapan horor.


"Kalian kenapa? Kok natap aku segitunya dan kenapa kalian bisa datang, aku kan gak ngasih tau, kalau aku tunangan di sini?" tanya Puput tanpa rasa bersalah.


Para sahabatnya yang mendengar itu hanya bisa mengeram, ingin rasanya memberikan hukuman buat Puput karena tak jujur dari awal dan tidak memberikan mereka undangan untuk hadir di pertunangannya.


Namun pada akhirnya mereka memmilih diam.


"Kak Puput, mereka sahabat Kak Puput semua ya?" tanya Alexa dan Puput pun menganggukkan kepala.


"Aku cuma ngasih tau, kalau aku sekarang sudah resmi masuk dalam persahabatan kalian," ujar Alexa memberitahu sedangkan Puput yang gak mengerti, hanya mengernyitkan dahi.


Dan akhirnya mereka pun saling menjelaskan satu sama lain membuat Puput pun merasa cengo karena gak menyangka jika mereka di persatukan dan di pertemukan di pertunangannya.


Adrian, Andre dan Alex yang tadinya gak tau apa apa, akhirnya tau, dan mereka pun juga tak menyangka jika yang akan jadi pasangan mereka, adalah wanita-wanita yang masih ada kaitangannya dengan Naila.


Karena para perempuan sudah menjadi sahabat, maka Adrian pun mengajak, Andre, Alex, Marfel, Alfa dan Stefan pun untuk membentu kelompok sama seperti para mereka. Agar semakin kompak nantinya.


Jadi bukan hanya para wanita yang membentuk kelompok, tapi para kaum adam pun sama.


Hanya Alexa yang belum punya pasangan di sana, dan ada Alfira juga yang ikut gabung sama mereka. Dari tadi Alfira bersama Mama dan Papanya, dan saat melihat Alfa, Alfira pun menghampirinya dan kini Alfira juga ikut gabung sama kelompok mereka. Awalnya Alfira tak mengerti, tapi Alexa menjelaskannya sehinga Alfira dengan senang hati ikut gabung. Naila pun memasukkan Alexa dan Alfira ke grup watsapp mereka. Sehingga kini sudah ada 9 kelompok di grup itu. Tak lupa Naila memberiahu Firoh lebih dulu, jika ada dua anggoata yang akan masuk ke grup mereka. Firoh pun tak merasa keberatan, malah ia senang karena menambah anggota dan persaudaraan.


Firoh juga kenalan dengan mereka melaui whatsapp, dan Firoh berharap kelak mereka bisa  kenalaan secara langsung sehingga semakin akrab ke depannya.


Alex gak mau kalah, ia juga membuat grup dan memasukkan mereka semua ke grup itu. Siapa lagi anggotanya, kalau bukan dirinya, Andre, Adrian, Marfel, Alfa dan Stefan.


Dan pada akhirnya kini mereka sudah menemukan pasangan masing-masing, tak ada lagi rasa cemburu dan iri. Naila pun merasa bahagia melihat kehidupan sahabatnya pada bahagia. Dan saat pesta usai, Naila pulang dengan wajah cerianya, karena kini ia merasa jika hidupnya jauh lebih baik dan lebih sempurna dengan kehadiran mereka dalam hidupnya. Marfel puun ikut bahagia karena melihat istrinya itu bahagia.