Novemberain

Novemberain
Di jodohin oleh teman? Apakah Naila Mau?



Enam bulan setelah perpisahan itu, Naila mulai kuliah di Universitas Terbuka di Jakarta dan mengambil jurusan kedokteran. Sedangkan Rani, ia kuliah di Universitas Mandiri di Jakarta mengambil jurusan bisnis dan manajemen. Rifa sendiri ia memilih kuliah di Bandung mengambil jurusan tata busana, karena ia ingin mendirikan sebuah butik. Puput pergi ke Surabaya, dan kuliah di sana mengambil jurusan hukum. Karena Puput Ingin menjadi pengacara, sedangkan Ayu kuliah di Bali mengambil jurusan psikologi. Ayu pergi ke Bali, mengikuti keluarganya yang ada di sana. Firoh, ia kuliah di Amrik dan mengambil jurusan hubungan internasional karena ia ingin menjadi dosen. Sedangkan Rahma,  ia gak kuliah dan menetap di malang. Rahma kini memilih untuk buka usaha sendiri yaitu jualan keripik. Yang ia pasarkan di toko-toko kecil. Dan juga di jual secara online. Ia yakin, kelak usahanya itu akan besar dan memiliki karyawan banyak. Rahma menjual keripik nangka, keripik apel, keripik pisang, keripik ketela, dan keripik sukun. Ada banyak varisan rasa juga, dari yang original, pedas dan juga asin.


Sekarang, Naila dan mereka semua sudah sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, namun mereka tetap dalam satu grup, sehingga sesekali mereka akan chatan lewat grup itu hingga berjam-jam lamanya, kadang mereka juga melakukakn vidio call. Untuk menghilangkan rasa kangen di antara mereka. Rani dan Naila, walaupun sama-sama kuliah di Jakarta, tapi mereka jarang bertemu karena aktivitas mereka yang padat, terlebih Naila yang kadang habis kuliah masih sibuk bantu sang Bunda, dan kadang masih mencuri-curi waktu agar bisa menulis cerita. Sehingga membuat Naila tak bisa bertemu dengan Rani. Dan harus puas komunikasi lewat chat dan vidio call.


Di kampus, Naila punya teman lagi bernama Alex dan Alexa. Mereka adalah saudara kembar. Awalnya Naila cuma ingin berteman dengan Alexa saja, tapi karena Alex selalu ngintil kemanapun Alexa pergi, jadinya Naila pun tak bisa menolak kehadiran Alex di dekatnya. Alex emang gak bia menjauh dari Alexa karena perintah dari Mamanya yang harus menjaga adik kembarnya itu. Karena Alexa mudah ceroboh membuat Ales harus ekstra menjaganya.


"Nai, nanti kamu pulang kuliah mau kemana?" tanya Alexa.


"Gak ada langsung pulang, kenapa?" tanya Naila.


"Ikut aku yok," ajaknya.


"Kemana?" tanya Naila.


"Jalan-jalan. Aku bosen nih di rumah terus, mumpung Alex ada latihan basket juga, jadi sekarang aku bebas gak ada dia," sahutnya dengan senyuman empat lima.


"Aku takut, nanti Alex marah kalau aku ngebiarin kamu jalan tanpa ada dia."


"Enggaklah, gak akan marah. Nanti biar aku yang cari alasan. Ayolah, mumpung Alex gak ikut," rengeknya seperti anak kecil. Akhirnya karena gak tega, Naila pun menganggukkan kepala.


"Yee, makasih ya Aku seneng deh punya temen kayak kamu, pengertian banget," ucapnya seperti anak kecil. Padahal umurnya sama seperti Naila, delapan belas tahun, tapi sikap Alexa seperti anak SMP. Mungkin karena dia anak perempuan satu-satunya di rumahnya jadi sangat di manja. Yah, Alex dan Alexa masih punya dua kakak cowok. Mama dan Papanya sudah dari dulu sangat ingin anak cewek, jadi saat Alexa lahir, itu seperti anugrah buat mereka berdua. Dia sudah seperti seorang princess di rumahnya. Dan apapun kemauannya harus dituruti. Bahkan Axel rela mengambil jurusan kedokteran biar bisa terus bareng Alexa. Dari dalam perut sampai sekarang, mereka selalu bersama kecuali Axel ada kegiatan lagin seperti ikut kegiatan lagin seperti basket dan olah raga lainnya. Karena emang Axel suka banget sama olah raga, tak heran di umurnya yang baru delapan belas tahun, tubuhnya sudah kekar dan dadanya bidang kayak TNI.


Akhirnya Alexa dan Naila pun pergi ke Mall. Mereka pergi menggunakan mobil Naila karena emang Naila sekarang kuliah pakai mobil. Dia juga sudah punya SIM, jadi gak takut kena tilang polisi, umurnya juga sudah lebih dari tujuh belas tahun.


"Nai, kamu punya pacar, belum?" tanya Alexa saat dalam perjalanan menuju Mall.


"Enggak, kenapa?" tanya Naila.


"Beneran, kamu belum punya pacar?" tanya Alexa kaget.


"Iya, beneran."


"Kamu belum pernah pacaran sama sekali?"


"Kenapa, putus?"


"Ada kesalahfahaman jadinya dia ngajak udahan."


"Ya ampun, jadi karena kesalahfahaman kalian mengakhiri hubungan?"


"Iya."


"Jadi kamu jomblo dong?"


"Iya."


"Kamu gak mau jadi ipar aku, aku punya dua kakak laki-laki, atau kamu mau sama Alex, juga gak papa, tinggal pilih," ujarnya santai membuat Naila melotot.


"Ya ampun, kamu fikir saudara kamu apaan, sampai aku harus milih salah satu di antara mereka?" tanya Naila geleng-geleng kepala.


"Hehe habisnya kamu cantik banget, Nai. Jadi aku ingin kamu jadi saudara perempuan aku, tenang aja kok. Mama dan Papa aku tuh orangnya baik dan sabar banget. Terus kakak aku juga baik banget, sayangnya mereka jomblo sampai sekarang karena fokus kerja, terus Alex, kamu tau sendiri kan, dia juga baik dan perhatian banget ke aku. Kalau kamu nikah sama salah satu di antara mereka, beneran deh, aku gak akan jadi ipar julit kek di tivi-tivi. Aku akan menyayangi kamu sama seperti aku menyayangi kakak-kakakku yang lain," ucap Alexa yang kagum dengan kecantikan Naila dan sikap Naila yang ramah, baik dan perhatian. Gak suka neka-neko dan penampilannya pun sederhana dan tertutup.


"Hmm kita fokus aja sama sekolah kita, Lexa. Masa depan kita masih panjang, impian kita aja belum tercapai, kan? Kita aja baru masuk kuliah beberapa bulan yang lalu. Aku aja gak mikir nikah dulu. Aku mau bahagiain bunda. Aku ingin jadi dokter yang hebat sambil bantu Bunda memajukan usahanya, aku juga ingin menjadi penulis terkenal, aku ingin ceritaku itu di buat layar lebar. Ada banyak hal yang harus aku lakukan."


"Iya juga sih." Alexa emang tau jika Naila penulis cerita, karena saat jam istirahat dan ada wkatu luang, Naila memanfaatkan waktunya buat nulis di Hp.


"Oh ya, hari Minggu, anniversary mama sama papa aku yang ke tiga puluh dua tahun. Kamu  datang ya, soalnya mama dan papa aku buat pesta kecil-kecilan," ujar Alexa memohon. Alexa emang sedikit cerewet sih.


"Lihat nanti aja ya."


"Kok gitu, datang dong. Please," pinta Alexa sambil menampakkan wajah imutnya.


"Baik, deh. Nanti aku akan datang," akhirnya Naila pun tak kuasa menolaknya, karena melihat wajah melas sekaligus imut milik Alexa.


"Hehe makasih ya. Kamu pasti betah deh soalnya keluarga aku tuh asyik orangnya," ujar Alexa yang emang suka bicara. Naila pun hanya menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di depan Mall. Setelah memarkirkan mobilnya, Naila dan Alexa pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Mall.