
Sesampai di resto, betapa kagetnya dia melihat teman temannya yang sudah ada disana duduk santai sambil menikmati hidangan yang ada di atas meja. Naila pun segera menghampirinya.
"Assalamu'alaikum." Ujar Naila.
"Waalaikumsalam. Dari mana Nai? Aku dari tadi lho nungguin kamu." Ujar Ayu.
"Maaf tadi aku nganterin pesanan." Jawab Naila sambil duduk di kursi yang kosong.
"Oh, kamu sibuk gak hari ini?" tanya Firoh.
"Enggak kog, emang kenapa?" tanya balek Naila.
"Kita kita mau ngajak kamu jalan jalan." Jawab Rifa.
"Gimana? Mau gak? Jangan bilang kamu mau nolak lag." Ujar Ayu.
"Baiklah, tapi aku ganti baju dulu." Ucap Naila lalu pergi meninggalkan teman temannya. Sebenarnya males keluar bareng mereka tapi mau gimana lagi, dia gak punya alasan untuk menolaknya. Naila pun segera ganti baju di ruangannya dan setelah itu ia kembali menghampiri teman temannya.
"Nai, kalau kamu sibuk gak papa kog gak usah ikut." Ujar Rahma yang gak enak hati, sebenarnya dirinya juga males ikut jalan jalan tapi Ayu, Firoh dan Rifa selalu saja memaksannya.
"Gak papa, jarang jarang kan aku mau ikut." Ucap Naila tersenyum.
"Maafkan aku Nai, karena gak bilang lebih dulu ke kamu kalau kami mau ke sini." Ucap Rani dengan suara pelan karena takut ucapannya di dengar oleh teman temannya.
"Gak papa Ran, aku ngerti." Jawab Naila tersenyum.
"Nai, nanti kamu ya yang bayar makanan dan minuman kita." Ujar Ayu sambil terus memasukkan makananannya ke dalam mulutnya.
"Kog gitu sih, kita kan yang makan kenapa Naila yang harus bayar." Ujar Rahma tak terima.
"Gak papa kali Rah, dia kan kerja disini otomatis dia punya banyak uang." Ucap Firoh.
"Tapi gak gitu juga kali Fi, dia kan kerja dari siang sampai malam. Emang kamu tega mengambil uangnya." Ujar Rahma membela Naila.
"Siapa yang mau ambil uangnya" tanya Firoh.
"Dengan kita meminta Naila membayar makanan dan minuman yang kita makan sama saja dengan kita meminta uang Naila untuk membayar apa yang telah masuk ke dalam perut kita." Ucap Rani membela Rahma.
"Bener apa kata Rani." Bela Rahma.
"Jarang jarang kan kita minta dia traktir kita? Apa salahnya sih sekalli kalli." Ujar Rifa.
"Iya sekali kali setelah keturunan jadi berulang kali." Sindir Rahma.
"Sudah sudah, gak usah debat. Baiklah hari ini aku yang akan mentraktir kalian." Ujar Naila menengahi.
"Gak bisa gitu dong Nai. Kamu gak ikut makan tapi kamu yang harus bayar ini semua. Kalau tau gitu, mending tadi aku gak usah ikut." Ujar Rahma kesal.
"Kalau kamu gak mau, ya sudah makanan dan minuman kamu, kamu sendiri yang bayar. Biar punyaku, Firoh dan Rifa yang di bayar oleh Naila." Ucap Ayu yang memang terkenal egois.
"Baiklah, aku lebih suka bayar sendiri dari pada makanan dan minuman yang masuk ke perutku jadi gak berkah dan jatuhnya malam haram." Ujar Rahma.
"Sudah sudah, gak perlu debat. Gak papa, biar sekalian punya Rahma dan Rani aku yang bayar." Ujar Naila.
"Gak Nai, makasih aku akan bayar sendiri." Ucap Rani tersenyum, walau ia tau ini restoran miliknya tapi ia gak mau makan gratisan dan akhrinya merugikan orang lain.
Selesai makan, merkea pun segera pergi dan masuk ke mobil.
Rahma bersama dengan Naila dan Rani sedangkan Ayu bersama dengan Firoh dan Rifa. Mobil Ayu berjalan terlebih dahulu sedangkan Mobil Rahma mengikutinya dari belakang.
"Maafkan aku ya Nai." Ujar Rani merasa bersalah.
"Gak papa Ran, ga perlu minta maaf. Kita kan udah tau bagaimana watak mereka jadi biarkan saja." Ucap Naila tersenyum
"Tapi Nai.........."
"Sudahlah gak perlu di bahas. Oh ya kog Puput gak ikut?" tanya Naila.
"Puput gak bisa ikut soalnya dia harus menemani mamanya ke kondangan, ke pernikahan sahabat mamanya." Jawab Rahma.
"Oh, kalian kog bisa tiba tiba ada di resto itu. Bukannya kalian tadi pulang ke sekolah langsung pulang ke rumah masing masing ya." Ujar Naila.
"Tadinya sih gitu, tapi tiba tiba Ayu chat aku dan menyuruhku datang ke rumahnya. Gak taunya malah ngajak ke Mal dan sebelum itu mampir dulu ke resto kamu." Ujar Rani.
"Resto kamu, maksudnya?" tanya Rahma tak mengerti.
"Maksudku Resto tempat di mana Naila bekerja." Jawab Rani, hampir aja keceplosan.
"Oh. Kalian kog mau sih di ajak ke Mall terus, emang di sana ngapain?" tanya Naila.
"Ya gak ada Nai, cuma jalan jalan aja dari lantai satu sampai lantai 7. Kalau ada yang cocok ya beli, kalau gak ada ya cuma jalan jalan gitu doang." Ucap Rahma.
"Dari pada cuma jalan jalan kan mending waktunya kita manfaatin buat hal hal yang berguna. Kerja misalnya, dengan kerja kan kita bisa dapat uang. Atau bantu ibu di rumah." Ujar Naila.
"Pengennya sih gitu tapi Ayu, Firoh dan Rifa selalu aja memaksa apalagi kalau sudah ada Puput. Untung sekarang dia lagi gak ikut karena harus menemani mamanya." Ucap Rani kesal mengingat ke empat temannya itu yang selalu saja egois dan gak mau mendengarkan pendapat temannya.
"Ya sudahlah, gak papa. Lain kali kalau di ajak jalan jalan gini lagi mending cari alasan aja yang sekiranya bisa menolak ajakan mereka." Ujar Naila.
"Iya Nai." Mereka berdua pun kompak untuk menuruti nasihat Naila.
Tak lama kemudian mereka pun sudah sampai di Mall, mereka segera memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobil.