Novemberain

Novemberain
Pesan Dari Kak Fahmi




 


Saat Naila pergi ke ruangan kantor bundannya, ia langsung mengganti bajunya terlebih dahulu karena gak etis rasanya bekerja menggunakan seragam masih SMA. Untunglah ia membawa baju ganti yang ia taruh di dalam tas hingga ia tak perlu pusing untuk cari baju pengganti.  Setelah selesai ganti baju, ia langsung duduk di kursi kebesaran milik bundannya, ia hidupkan komputer yang ada di atas meja.


Setelah itu ia mulai ngecek satu persatu data yang ada di komputer dan mencocokkannya dengan hasil laporan yang di kirim oleh tangan kanan bundannya. Setelah satu jam setengah berkutik dengan komputer, akhirnya ia pun selesai mengerjakan semua pekerjaannya.


Dan setelah itu, ia di panggil oleh Indah untuk ke ruang rapat karena di sana semua pegawai sudah berkumpul. Pegawai yang tadi pagi sama pegawai yang baru datang. Karena memang di sini kerjannya sift siftan. Pegawai yang kerja dari tadi pagi akan pulang jam 3 begitupun dengan pegawai yang baru datang, ia juga mulai kerja dari jam 3 sore sampai jam 10 malam.


Sebelum mereka pergi dan memulai pekerjaan, Indah sudah mengumpulkan mereka semua. Dan setelah merekaa berkumpul berulah Indah memanggil Naila di ruangan kerjannya. Setelah Naila datang, mereka semua diam. Mungkin mereka bingung siapa wanita yang kini ada di hadapannya.


"Assalamu'alaikum." Ujar Naila terssenyum ramah.


"Waalaikumsalam." Ucap mereka serempak.


"Oke, kita langsung aja ya ke intinnya. Biar kalian yang kerja dari tadi pagi bisa langsung pulang dan yang baru datang bisa langsung segera bekerja. Saya mengumpulkan kalian semua hanya ingin memperkenalkan diri, saya adalah Naila Cellina Okta, saya putri tunggal dari Ibu Ila Hasana, pemilik resto di tempat di mana kalian bekerja.


Di sini saya menggantikan posisi bunda selama satu minggu karena bunda harus pergi keluar kota untuk membuka cabang resto lagi. Tapi di sini saya juga gak bisa dari pagi sampai malam. Karena paginya saya harus sekolah dan setelah itu saya juga harus ke resto yang satunya lagi. Jadi gak bisa fokus sama resto ini saja. Jadi saya meminta untuk kerja sama dari kalian agar kompak dan tak bikin ulah.


Dan satu lagi yang terpenting, bagi kalian yang merasa memakai baju ketat, tolong besok ganti ya. Karena kan kita bekerja untuk melayani pelanggan bukan untuk memperlihatkan bentuk tubuh kita dan usahakan jilbabnya juga sampai menutup dada. Dan jika ada pelanggan datang, tolong di sapa dengan ramah ya. Jangan judes, ingat pelanggan atau pembeli itu adalah raja. Tanpa mereka, resto ini tak kan bisa maju dan berkembang seperti sekarang. Jika saya tau ada pegawai yang judes, gak ramah,menghina dan menggunakan nada tinggi maka saya gak akan segan segan untuk memecatnya dan saya rasa bunda juga akan setuju dengan apa yang saya lakukan karena saya gak bisa mempertahakan pegawai yang gak punya etika dan tatakramah.


Baiklah, saya rasa cukup pertemukan kita kali ini. Dan sekarang, kalian boleh bubar." Ujar Naila tersenyum ramah.


Setelah semua pegawai bubar, Indah mendekati Naila.


"Nai, ada yang bisa aku bantu?" tanya Indah.


"Gak mbak, setelah ini aku langsung pergi ke resto yang utama ya mbak. Soalnya di sana gak ada yang jaga. Aku juga gak pakek sekertaris. Beda sama yang di sini. Selama aku dan bunda gak ada, tolong di jaga baik baik ya mbak. Dan jika ada apa apa, mbak bisa langsung nelvon atau chat aku. Mbak punya kan nomerku?" tanya Naila.


"Iya ada Nai." Jawab Indah.


"Syukurlah. Ya sudah mbak bisa kembali bekerja, saya akan bersiap siap untuk pulang." Ucap Naila.


"Assalamu'alaikum. Nai, ini aku Kak Fahmi. Kamu ada di mana? Tumben gak ke resto? Sekarang aku ada di resto kamu tapi kamunya malah gak ada."


Naila tersenyum membaca pesan dari Kak Fahmi. Ia pun segera membalas pesan tersebut.


"Waalaikumsalam. Maaf kak, aku sekarang ada di resto yang satunya. Tapi sekarang sudah mau balek ke sana kog. Kakak tunggu aja ya di sana"


"Kamu ada di resto yang mana lagi Nai?"


"Lala's Restaurant 2 ka."


"Oh ya saya tau. Kamu mau ke sini naik apa?"


"Kayaknya naik taxi kak."


"Kalau gitu, kamu aja yang tunggu aku di sana ya. Aku akan jemput kamu. Tunggu ya."


Sebelum Naila membalas pesan Fahmi, Fahmi langsung mematikan datanya sehingga ia tak lagi online. Naila hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah laku Fahmi yang memang seenaknya. Sambil nunggu Fahmi datang, Naila pun memutuskan untuk sholat ashar dulu karena memang ini sudah memasuki sholat ashar.