Novemberain

Novemberain
Surat Dari Fahmi




 


Saat mereka berada ada di Mall, mereka hanya jalan sana sini tanpa ada yang mau beli bahkan Naila sampai merasa kakinya sakit karena terus berjalan tanpa henti. Rahma dan Rani yang  faham melihat kondisi Naila yang sudah tak kuat lagi untuk jalan memilih untuk duduk di resto sambil memesan es teh biasa aja karena memang mereka masih kenyang untuk beli makanan. Sedangkan Ayu, Firoh dan Rifa mereka memilih untuk terus naik ke lantai 3 untuk melihat lihat siapa tau ada yang cocok.


"Nai, kita pulang aja yuk." Ujar Rahma.


"Tapi gimana dengan mereka?" tanya Naila yang gak enak hati.


"Gak papa biarkan mereka di sini dulu, kalau kita tungguin mereka bisa bisa kita pulang habis isya'." Jawb Rani.


"Tapi apakah mereka gak marah, jika kita ketahuan pulang duluan?" tanya Rahma.


"Biarlah mereka marah, emang mereka siapa mau marahin kita. Orang tuaku aja gak pernah marahin aku, kog malah mereka yang gak pernah ngasih makan aku berani marahin aku. Lebih baik aku kehilangan teman seperti mereka dari pada punya temen tapi egois dan hanya mementingkan kepentingan mereka pribadi. Nyuruh ini dan itu kayak kita pembantunya mereka aja. Gak semua ucapan mereka harus kita turutin, sesekali kita harus berani menolak dan membantah ucapannya. Aku udah kesel dan gak betah rasanya punya temen sperti mereka." Ujar Rahma mengungkapkan isi hatinya.


"Iya sudahlah, ayo kita pulang sebelum mereka melihat kita." Ucap Rani.


"Ayo."


Akhirnya mereka bertiga pun segera pergi ke tempat parkiran dan masuk ke dalam mobil tanpa pamit dulu kepada Ayu, Firoh dan juga Rifa.


Namun saat mereka sudah ada di perjalanan, Ayu mengirim pesan kepada Rani.


"Ran, kamu ada di mana?" tanya Ayu lewat chat di WA.


"Rahma, Ayu wa aku nih." Ujar Rani sambil memperlihatkan chat yang di kirim oleh Ayu.


"Bilang aja sejujurnya kalau kita sudah pulang dan sudah ada di jalan." Jawab Rahma.


"Oke."


Rani pun membalas pesan dari Ayu.


"Maaf Yu, aku pulang duluan bersama Rahma dan juga Naila."


"Kog gak bilang bilang dulu sih kalau mau pulang duluan?"


"Aku takut ganggu kamu Yu, jadi aku gak pamit. Maaf ya."


"Iya sudahlah gak papa, lain kali kalau  mau pulang duluan itu bilang dong. Biar aku gak nyari nyari kamu gini."


"Iya Yu, Maaf."


"Y." Balas Ayu.


Dan setelah itu Rani pun mematikan Hp nya dan menaruhnya di dalam tas.


"Gimana Ayu marah gak?" tanya Naila.


"Kayaknya sih iya." Jawab Rani.


"Sudahlah gak perlu bahas mereka bikin pusing tau gak." Ucap Rahma.


"Hehe iya." Ujar Rani cengengesan.


"Kita mau kemana dulu nih?" tanya Rahma.


"Anterin aku dulu dong ke resto." Ujar Naila.


"Kenapa gak langsung pulang aja Nai?" tanya Rahma.


"Kan sepeda motorku ada di resto." Jawab Naila.


"Iya juga ya, iya udah aku antarkan Naila dulu ke resto dan setelah itu nganterin Rani ke rumahnya."


"Oke."


 


\=========================


Tepat jam 10 malam, Naila pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Namun sesampai di depan rumah, ia melihat ada bunga mawar, coklat dan juga amplop. Naila pun mengambilnya dan membawanya ke dalaml rumah. Sedangkan sepda motor milik Fahmi ia parkirkan di deket sepeda motor miliknya.


Setelah ia selesai sholat isya' dan makan malam, Naila pun membuka amplop itu dan melihat ada selembar kertas di dalamnya.


Naila pun membacanya dengan seksama.


"Assalamu'alaikum Nai. Kalau kamu membaca surat ini berarti kamu sudah sampai di rumah ya. Ini aku Fahmi, hehe. Maaf ya aku meminta tolong temanku tadi untuk menaruh bunga, coklat dan surat ini di depan rumahmu karena aku ingin memberikan surprise aja buat kamu.


Nai, aku ingin banget liat wajah kamu hanya saja tubuhku masih terlalu lemah untuk pergi dan melihat kamu secara langsung. Nai, nanti kalau aku sudah sembuh mau gak, kalau aku ajak kamu jalan jalan. Aku pengen banget ngajak kamu jalan jalan. Itu sih kalau kamu mau tapi kalau enggak, aku gak akan maksa. Aku akan hargai semua keputusanmu.


Nai, aku ingin menghabiskan waktuku untuk bisa bersama mu. Maafkan aku Nai, tapi jika boleh jujur aku suka sama kamu tapi kamu gak perlu balas perasaanku kog. Aku gak butuh balasan cinta dari kamu jika itu karena terpaksa. Aku cuma mau jujur aja tentang apa yang aku rasakan sekarang. Aku harap setelah kamu tau perasaanku, kamu gak menjauhi ku ya. 


Oh ya maaf ya kalau bungannya gak rapi, aku natanya cuma ala kadarnya doang. Aku tadi meminta temanku untuk membeli bunga dan setelah itu aku merangkainya dengan tanganku sendiri karena aku ingin memberikan yang special buat kamu.


Dan masalah coklatnya, haha jujur itu aku bikin sendiri lho. Jadi maaf jika nanti rasanya nano nano. Aku berusaha untuk bikin kue itu khusus buat kamu, ya walaupun dengan tubuhku yang kadang pengen banget mau roboh hehe. Untung ada temanku yang selau ada buat aku. Itu aku resepnya ambil di youtube. Semoga kamu suka ya......


Maaf aku gak bisa nulis surat ini panjang lebar karena temanku sudah cerewet dan menyuruhku untuk istirahat terus. Jika kamu chat aku dan gak segera aku balas, itu tandannya aku masih tidur. 


Selamat Malam Naila.


Dariku: Yang selalu mencintaimu."


 


Setelah membaca surat dari Fahmi, entah kenapa hati Naila begitu sakit. Ingin rasanya ia menjenguk keadaan Fahmi, tapi ia gak tau Fahmi ada di mana. Naila gak tau dan benar benar gak tau, sejak kapan Fahmi masuk ke dalam hati dan fikirannya padahal ia sudah berusaha untuk menutupnya serapat mungkin karena ia telah berjanji kepada bundannya untuk tidak main perasaan atau pun menjalin hubungan dengan orang lain tapi sekarang, ia tak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dirinya sangat menyayangi dan mencintai Fahmi, orang yang akhir akhir ini sudah membuat dirinya kadang galau.


Naila mengambil bunga yang ada di atas meja dan menciumnya berulang ulang.


 


 



"Kak Fahmi, aku kangen kamu. Kamu ada di mana sekarang?" ucap Naila dalam hati. Tak terasa ada air mata yang mengalir di pipinya, ia pun segera menghapusnya.


Setelah mencium bunga yang ia pegang berulang ulang, ia menaruh bunga itu dan mengambil coklat yang ada di depannya. Ia membuka coklat itu dengan  hati hati.


 



Lagi lagi Naila menangis haru. Ia tak menyangka di saat Fahmi lagi sakit, ia masih sempat membuatkan kue untuknya. Bahkan Naila rasanya tak tega untuk mengambil satu kue itu dan memakannya. Naila pun memutuskan untuk menutup kembali kue itu dan menaruhnya di samping bunga.


Naila mengambil Hp yang ada di dalam tas, ia membuka aplikasi Wa dan mengirim chat untuk Kak Fahmi.


"Assalamu'alaikum kak." Itulah pesan yang di kirim oleh Naila namun hanya centang satu karena memang Fahmi tidak lagi online.


Setelah 15 menit menunggu dan masih saja off, Naila pun memutuskan untuk menaruh hp nya dan ia berharap besok pagi, ia sudah mendapatkan balasannya.