
Jam 10, Naila menutu kafenya seorang diri sedangkan yang lain sudah pada pulang semua, hanya dirinya yang pulang belakangan karena memang ada yang harus ia urus.
Saat setelah selesai menutup kafe, ia di kejutkan dengan kehadiran Alfa yang tiba tiba ada di depannya.
"Kak Alfa, ngapain di sini?" tanya Naila kaget.
"Emm tadi baru pulang dari rumah temen terus lihat kafe masih buka, aku mampir, eh malah mau di tutup aja ya,"
"Hehe iya kak, soalnya udah malem juga,"
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Alfa.
"Iya kak capek juga setelah pulang sekolah terus kerja. Pengen cepet istirahat rasanya," ujar Naila dengan wajah letihnya.
"Emm ya, kamu harus segera istirahat, biar gak sakit," ucap Alfa.
"Oh ya apa kaka bawa buku deary punya Kak Fahmi?" tanyq Naila yang tiba keinget dengan buku diary nya.
"Maaf, aku gak bawa tas. Bukunya ada di tas. Aku juga gak tau kalau mau mampir ke sini, tadi tas nya aku titipin ke rumah temen, karena besok pagi mau ke sana lagi, maaf ya,"
"Iya kak, gak papa, santai aja, mungkin belum waktunya aku baca deary Kak Fahmi, kalau gitu aku pupang dulu ya kak,"
"Iya hati hati ya di jalan, apa perlu aku antar kamu sampai depan rumah?" tanya Alfa khawatir. Bagaimanapun dia seorang perempuan, tak baik pulang sendiri apalagi ini udah malam.
"Enggak usah kak, lagian jam segini di jalan masih rame,"
"Yakin kak, iya sudah aku pulang dulu ya kak,"
"Iya."
Dan Naila pun segera mengambil motonya lalu pulang. Sedangkan diam diam Alfa mengikuti Naila dengan jarak yang cukup jauh.
Ia gak berniat melakukan kejahatan, ia hanya khawarir takut Naila kenapa napa di jalan atau di cegat sama orang.
Makanya ia membuntutinya secara diam diam, bagaimanapun Naila adalah wanita yang sangat berharga buat Fahmi, dan dulu dia juga selalu mengawasi Naila secara diam diam hanya ingin memastikan bahwa dia baik baik saja.
Dan kini, setelah Fahmi gak ada, ia pun juga akan melakukan hal yang sama. Anggap aja, ia menggantikan posisi Fahmi buat menjaga Naila, wanita yang sangat spesial di hati Fahmi.
Setelah memastikan Naila sampai rumah dengan selamat, ia pun segera pulang, karena dirinya juga sudah sangat lelah dan ngatuk, dan pengen segera tidir dan istirahat.
Sedangkan Naila, ia yang sudah sampai rumah, langsung menaruh sepeda motornya di garasi, samping rumah. Lalu ia pun masuk ke dalan rumahnya yang sangat sepi, karena bundannya juga belum pulang dari luar kota.
Naila menghembuskan nafas kasar, ia pun menghidupkan semua lampu agar rumahnya terang menderang, ia gak suka kegelapan apalagi sendiri, jujur ia juga takut jika hanya tinggal sendiri di rumah ini.
Selain takut jika ada hantu, ia juga takut kalau ada orang jahat yang masuk ke rumah ini karena mereka tau yang menghuni rumah ini hanya ada satu orang, wanita pula. Apalagi Naila juga gak mahir bela diri, jika sampai ada orang jahat, pasti ia akan kalah telak.
Setelah menghidupkan semua lampu, ia segera masuk ke dalam kamarnya dan segera mandi. Ia gak suka tubuhnya yang sedikit lengket karena keringat.
Habis mandi, ia pun duduk santai menghilangkan rasa lelah sambil main Hp. 15 kemudian, barulah ia mematikan Hp nya dan tidur.