Novemberain

Novemberain
Punya Pasangan Masing-Masing



Kehidupuan Naila dan Marfel sangatlah bahagia setelah mereka menikah, Marfel juga berusaha untuk terus mengalah, dan tak mementingkan egonya sendiri. Ia ingin menciptakan hubungan yang harmonis. Dan jika pun ada yang tidak dia suka, Marfel akan bicara baik-baik pada Naila sehingga Naila tau apa yang harus dilakukan. Naila juga akan ngomong langsung jika ada sifat Marfel yang tidak ia sukai.


Mereka berdua terus berusaha untuk saling terbuka satu sama lain, setiap kali mau tidur, Marfel juga akan menceritakan kesehariannya begitupun dengan Naila. Merkea benar-benar hidup bahagia. Dan jika ada tugas kuliah, Marfel akan mengantarkan kemanapun Naila pergi dan membantu Naila sebisanya, karena ia sendiri kuliah bukan jurusan kedokteran dulu, namun ia berusaha untuk bisa membantu Naila sebisa dia.


Karena Marfel sering antar jemput Naila, membuat Alex dan Alexa akhirnya  menaruh curiga, siapa Marfel. Awalnya Naila gak mau mengakui, namun karena Alexa merajuk akhirnya Naila pun membeberkan semuanya, bahwa ia sudah menikah dan Marfel adalah suaminya. Mendnegar hal itu, Alex dan Alexa pun tercengang, tak percaya jika Naila akan menikah muda. Namun walaupun begitu, mereka sangat menghargai pernikahan Naila, toh mereka juga gak punya hak untuk melarang Naila, karena Naila punya kehidupan yang tidak semua orang boleh mengaturnya seenaknya.


Naila pun bersyukur karena mereka berdua mendukung keputusan Naila, sehingga saat mereka ada tugas bersama. Naila pun tak canggung lagi membawa Marfel. Marfel juga kenalan dengan teman-teman Naila. Bagi Marfel, teman Naila adalah temannya. Dan ia senang misal Naila mau mengakui pernikahannay di depan mereka semua karena itu artinya Naila menghargainya, menghargai pernikahannya.


Kadang saat Marfel ikut Naila kerja kelompok, Marfellah yang seringkali mentraktir mereka. Naila sampai merasa gak enak sendiri sama suaminya, namun Marfel menjelaskan bahwa memang dirinya ingin berbagi sama mereka dan itu tidak akan membuat dirinya bangkrut, yang ada rezekinya akan mengalir deras karena suka mentraktir mereka.


Setiap seminggu sekali, Naila dan Marfel juga akan menginap di rumah Bunda Ila, Minggu depannya menginap di rumah Mama Maria. Jadi gantian. Setiap Minggu pasti akan menginap di rumah orang tua mereka. Biar adil tentunya.


Hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Beberapa tahun telah berlalu dan kini Naila sudah mendapatkan gelar sarjana kedokteran, bukan hanya itu. Dan saat ini Naila juga tengah melanjutkan Program Profesi Dokter untuk menjadi dokter muda atau istilahnya di sebut KOAS. Dan Masa KOAS ini membutuhkan waktu 1,5 tahun sampai dua tahun lamanya, baru setelah itu, Naila akan mengikuti wisuda lagi dan mengikrarkan Sumpah Dokter.


Naila sangat menikmati perjalanannya dalam meraih cita-citanya, ia selalu semangat untuk menjadi apa yang ia impikan. Apalagi ia mendapatkan dukungan penuh dari suaminya, Marfel. Dari Bundannya, dari Mama mertuanya dan dari Papa mertuanya.


Dan itu membuat Naila semakin semangat untuk bisa lulus lebih cepat.


Adrian yang tau jika Naila sudah menikah sempat patah hati. Yah pada akhirnya Adrian tau jika Naila sudah menikah setelah Alexa tanpa sadar memberitahunya. Jujur, Adrian merasakan patah hati bahkan sebelum dirinya berjuang, namun ia berusaha untuk ikhlas karena dirinya sadar, bahwa mungkin Naila bukanlah jodohnya. Akhirnya Adrian pun menerima perjodohan yang sudah Mamanya atur.


Sedangkan Andre sendiri, ia sudah punya pacar, jadi ia tak perlu di jodohkan seperti Adrian, begitupun Alex yang diam-diam punya pacar. Hanya Alexa lah yang bertahan menjomblo karena dia masih ingin fokus sama kuliahnya dan menikmati kebebasannya itu.


"Iya, Sayang," jawabnya sambil menoleh ke arah Naila.


"Minggu depan, kita pergi ke pertunangan Mas Adrian ya."


"Adrian, Kakaknya Alexa itu?" tanyanya. Dulu Marfel sempat cemburu karena beberapa kali ia melihat jika Adrian itu menyukai Naila. Cuma dia memilih diam aja karena gak mau bertengkar dengan Naila. Toh Naila adalah miliknya jadi gak ada siapapun yang bisa merebut Naila darinya.


"Iya, Mas. Dia di jodohkan terus cocok, jadinya langsung tunangan katanya, nikahnya tiga bulan lagi."


"Alhamdulillah Mas senang dengarnya," jawab Marfel senang.


"Aku juga dapat kabar dari Rani, kalau dia juga sudah jadian sama Kak Alfa. Begitupun dengan Rifa, dia juga sudah jadian sama Kak Stefan. Puput juga katanya juga di jodohkan ma orang tuanya dan akan segera tunangan, cuma aku belum tau jodohnya siapa. Kalau Rahma dan Ayu juga sudah punya pacar masing-masing, tinggal Firoh yang belum. Dia masih betah menjomblo, Alexa juga," ucap Naila bercerita.


"Kamu gak mau mengadakan reunian sama mereka?" tanya Marfel.


"Belum sempat, masih sibuk semua. Mungkin kapan-kapan aja, kalau sudah ada waktu, baru deh reunian sambil bawa pasangan masing-masing."


"Oh, gitu. Enak kalau bawa pasangan semua, nanti bisa ngedate bareng," ujar Marfel dan Naila pun mengangguk setuju. Ia juga sudah gak sabar untuk bertemu mereka semua untuk melepas rindu.