Novemberain

Novemberain
Fahmi Ingkar Janji




 


 


Setelah hujan mulai reda, Fahmi segera melanjutkan perjalanannya menuju resto. Dan sesampai di resto, Fahmi hanya mengantarkan Naila sampai di depan resto saja dan setelah itu ia pamit pulang karena ada urusan. Sebenarnya Naila merasa bersalah karena membiarkan Fahmi pulang dalam keadaan kedinginan tapi mau bagaimana lagi, ia tak punya baju ganti dan tadi di suruh mampir toko tapi Fahmi malah gak mau dan dia bilang dia sangat menikmati hujan ini.


Memang sih, Naila pun sebenarnya sangat menikmati hujan deras ini tapi ia juga gak mungkin egosi. Main hujan lama lama juga bisa membuat tubuh jadi sakit.


Setelah kepergian Fahmi, Naila meminta tolong kepada Rina untuk mengambilkan baju di ruangannnya karena disana Naila menyimpan beberapa baju dan hijab lengkap dengan BH dan CD nya. Setelah Rina memberikan baju itu, Rina kembali bekerja sedangkan Naila pergi ke kamar mandi untuk ganti baju. Selesai ganti baju, ia segera membantu teman temannya untuk melayani pelanggan dan mengecek persediaan bahan di dapur.


Hingga tak terasa Adzan Maghrib pun tiba. Naila segera menyelesaikan pekerjaannya dan pergi untuk ambil wudhu lalu sholat Maghrib berjamaah dengan karyawan yang lain. Hanya yang berhalangan aja yang tetep melayani pelanggan. Setelah selesai sholat, Naila pergi ke ruangannya dan mengambil Hp yang ada di dalam tas.


Ia mengirim pesan kepada Fahmi.


"Assalamu'alaikum Ka. Sudah sampai rumah belum?"


Tak lama kemudian, pesan Naila pun di balas.


"Waalaikumsalam. Sudah dari tadi."


"Sudah sholat Mahgrib?" tanya Naila.


"Alhamdulillah sudah."


"Syukurlah."


"Nai, nanti malam kamu pulang sama siapa?" tanya Fahmi hawatir.


"Mungkin aku akan pesen ojek kak."


"Gak perlu, nanti malem aku akan kesana lagi untuk jemput kamu."


"Tapi kak?"


"Sudahlah. Aku gak percaya jika orang lain yang jemput kamu apalagi di tengah malam. Aku takut kamu kenapa napa."


"Iya sudah kalau gitu, nanti aku tunggu di depan resto ya ka."


"Oke."


"Kalau gitu chatnya kita udahin dulu ya kak soalnya aku masih ada kerjaan."


"Iya. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah selesai chatan dengan Fahmi, Naila menaruh Hp nya di atas meja dan setelah itu ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


 


Setelah resto tutup dan jam sudah menunjukkan pukul 22:10, Naila duduk santai sambil main hp di kursi yang ada di depan resto sambil nunggu Fahmi datang. Namun sampai jam menunjukkan pukul 23.45 Fahmi pun tak kunjung datang. Akhirnya Naila memilih untuk berjalan ke jalan raya siapa tau masih ada ojek atau apa. Namun nyatanya gak ada.


Naila hanya bisa pasrah dengan keadaan.


"Haruskan malam ini, aku tidur dan menginap di resto saja?" tanya Naila dalam hati.


Naila terus mencoba untuk menghubungi Fahmi tapi tetep saja gak di angkat, di chat berulang ulang juga gak di baca padahal dia lagi online.


"Ka, kamu ngapain sih padahal udah janji mau jemput aku." Ujar Naila sambil menitikkan air mata. Ia memeluk boneka yang masih basah itu karena kehujanan saat pulang bareng Fahmi.


Namun tiba tiba saja, ia melihat ada sepeda motor yang berhenti di depannya.


"Kak Stefan?" ujar Naila kaget melihat Stefan yang tiba tiba ada di depannya.


"Kenapa jam segini belum pulang?" tanya Stefan


"Aku gak nemu angkot atau apapun."


"Ya sudah naik."


"Tapi........."


"Mau di sini sampai pagi?" tanya Stefan ketus. Tanpa fikir panjang, Naila pun segera naik ke jok sepeda motor sedangkan bonekanya ia taruh di tengah. Di sepanjang jalan tak ada satupun di antara mereka yang berbicara. Sebenarnya Stefan sudah dari tadi ada di sana dan melihat Naila, dia ingin tau siapa yang di tunggu oleh Naila tapi karena melihat jam sudah menunjukkan hampir jam 12 malam. Mau gak mau Stefan harus menghampirinya karena ia tak mungkin membiarkan Naila yang hanya mematung seperti orang bodoh apalagi wajahnya sudah seperti mau menangis saja.


Sesampai di depan rumah Naila, Stefan menghentikan sepeda motornya.


"Kamu tau dari mana rumah aku?" tanya Naila karena dari tadi dia hanya diam dan tak memberitahu di mana ia tinggal.


"Aku tau semua tentang kamu. Tapi lebih baik kita gak usah bahas ini sekarang. Kamu masuk aja, setelah itu langsung istirahat biar besok gak telat masuk sekolah."


"Iya. Terima kasih atas tumpangannya. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Naila pun segera masuk ke dalam rumahnya dan Stefan pun segera pergi dari rumah Naila. Diam diam Stefan tersenyum karena akhirnya ia bisa mendekati Naila dan bisa ngobrol dengan orang yang ia suka.