My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
HAPPY BIRTHDAY ELENA



Sebulan pun berlalu setelah Elena menerima amplop putih dikampus nya dan kini semua itu tidak terjadi lagi.


Hari ini adalah hari sabtu, Elena tidak ada jam kuliah dan memutuskan untuk pergi jalan jalan dan mengajak Aron tetapi..


"Aku tida bisa sayang ada janji dengan klien penting, minggu depan ya"


"Tidak seperti biasanya kamu menolak pergi dengan ku"


"Tidak menolak sayang hanya menunda oke? aku janji minggu depan kita jalan bersama, aku berangkat dulu"


Cuppp


Aron pun langsung berlalu pergi bersama Halid, terlihat pria itu sangat terburu buru mengejar waktu.


"Papi temani ak..."


"Maaf sayang papi ada pertemuan dengan klien papi yang ada di US"


"Juga? ohh good kenapa kalian seperti orang sibuk saja"


"Maaf nak papi tidak bisa, sampai jumpa nanti"


Cuppp


Jonathan pun pergi dengan asisten nya yang bernama Ferdi meninggalkan Elena yang sudah kesal.


Elena mengumpat habis habisan karena kedua pria itu tidak memberinya waktu bicara barang sedikit pun.


Elena masuk kedalam rumah dengan kaki yang dihentak hentakkan karena kesal dan dongkol.


"Helga, Amey ayo kita jalan jal.."


"Maaf non, kami berdua dan Zio mendapat tugas dari tuan besar"


"Kalian juga akan pergi? yang benar saja?"


Helga dan Amey pun hanya bisa mengendikkan bahu mereka karena ini semua adalah perintah langsung dari Jonathan.


"Ahhh terserah pada kalian saja lah aku akan mengajak bik Min..."


Ucapan Elena terhenti saat melihat bik Minah dan beberapa pelayan wanita berjalan menuju pintu utama.


"E...ehh bibik mau kemana?" tanya Elena mendekati bik Minah


"Belanja bulanan non, stok sudah tinggal sedikit, bibik pergi dulu ya sampai nanti non" pamit bik Minah dan berlalu pergi.


Begitupun dengan Helga dan Amey yang pergi dengan mobil yang dikendarai oleh Zio.


Elena mengumpat dengan keras hingga membuat pengawal dan para pelayan dirumah itu menutup telinga nya.


"Ahhhhh sialann, sangat malas jika pergi sendiri" gerutu Elena membanting tubuhnya di sofa.


Seketika Elena mengingat Ketiga sahabat nya yang pasti tidak ada wacana apa pun sabtu ini.


"Aduhh El maaf ya aku ada janji sama pacar aku"


"Maaf El aku ada janji sama keluarga aku"


"Maaf El kelinci aku akan melahirkan"


Itulah alasan ketiga sahabat Elena yang menolak mentah mentah ajakan Elena membuat gadis itu semakin kesal.


"Ahh iya ada Clara"


Elena langsung mengirimi Clara pesan berharap wanita itu mau pergi dengan nya.


"Maaf El ga bisa restauran lagi rame banget"


Elena tercengang dengan jawaban Clara, kenapa tiba tiba semua orang seperti serba sibuk seperti ini pikirnya.


Elena pun memutuskan mengirimi Laras dan Fras pesan bahkan mama nya juga hingga kakak nya Anggi dan jangan lupakan Rico abang Elena.


Sialnya mereka semua sibuk, dan tentu saja memberikan alasan yang tepat dan tidak dapat Elena pungkiri.


"Ohhh good, aku seperti hidup sendiri didunia ini" gerutu Elena menyambar kunci mobil dan langsung berjalan keluar.


Elena langsung mengendarai mobilnya kesembarang tempat karena sangat bosan jika harus dirumah.


Tempat pertama yang Elena datangi adalah warung bakso yang dulu sering di datangi saat bekerja dibutik Laras.


"Ihhh tutup njirrtt" gerutu Elena memukul kemudinya karena kesal.


Elena melajukan mobilnya menuju butik Laras dan sialnya butik itu juga tutup bahkan satpam juga tidak ada.


"Apakah semua orang dikota ini sudah mati? kenapa tidak ada satupun teman ku ahhhhhh" teriak Elena frustasi.


"Oh iya ada Dinda" gumam Elena langsung menyambar ponselnya dan menghubungi Dinda.


"Aduhh El jangan sekarang ya, dipabrik sibuk banget ni by"


Tuttt tutttt tutttt


Panggilan terputus bahkan Elena pun belum mengatakan apa pun kepada Dinda.


"Ohhh baiklah akan ku anggap kalian semua memang sudah mati" gerutu Elena menginjak gas nya menuju taman.


Sesampainya di taman Elena keluar dari mobil dengan bibir yang terbuka karena terkejut.


"A..ada acara apa ini pak?"


"Ya Tuhan cobaan apa ini, kesabaran ku benar benar diuji ternyata" gumam Elena dan kembali ke mobilnya.


Elena memutuskan untuk mengunjungi restauran Clara, Clara memang sudah mempunyai restauran sendiri dan itupun pemberian Elena waktu ulang tahun nya.


Sesampainya di depan restauran Clara, Elena pun tercengang karena melihat restauran yang begitu ramai hingga berdesak desakan.


Elena yang tidak menyukai keramaian pun memutuskan untuk pergi dari pada menunggu.


Elena terus berkeliling kota hingga matahari hampir terbenam, Elena pun memutuskan untuk pulang saja.


Sesampainya dirumah Elena bingung melihat rumah yang sepi dan hanya berisi pengawal dan pelayan yang menurut Elena mereka adalah orang bisu.


Elena memilih untuk naik ke lantai atas menuju kamar nya bersama Aron untuk mandi.


Elena mengerutkan kening nya saat melihat sebuah paperbag berwarna biru ada diatas ranjang mereka.


Elena membukanya dan melihat ada sebuah gaun mewah berwarna ice blue di dalamnya dan secarik kertas.


"Cih, setelah meninggalkan ku dia sekarang mengajak ku menghadiri pesta rekan nya"


"Dan apa ini? Zio yang akan menjemput? ohh good Aron akan ku pukul kau setelah ini" gerutu Elena dan berlalu kekamar mandi.


Beberapa saat kemudian Elena pun telah selesai, dengan make up tipisnya dan gaun panjang dengan bagian lengan yang terbuka membuat Elena sangat cantik.


Elena juga memakai sepatu yang senada karena memang sudah ada didekat gaunnya tadi.


Elena turun kelantai dasar untuk mencari dimana lelaki menyebalkan yang akan mengantar nya.


"Dimana dia?" gumam Elena.


"Nona sudah siap?" tanya Zio yang tiba tiba datang membuat Elena terjingkat kaget.


"Yakkkk kau membuat ku terkejut, aku bisa sakit jantung jika terus seperti ini" gerutu Elena mengikuti langkah Zio.


Elena pun menaiki mobil yang dikendarai langsung oleh Zio, Elena terus fokus pada ponselnya berharap Aron mengiriminya pesan tetapi tidak barang satupun.


Setelah beberapa saat mobil yang dikendarai Zio pun sampai didepan sebuah hotel mewah yang ternyata milik Aron sendiri.


"Dimana Aron?"


"Silahkan masuk saja nona" jawab Zio dan berlalu begitu saja.


"Aishhhh lihat saja nanti akan ku balas perlakuan mu malam ini" gerutu Elena menjulurkan lidahnya mengejek Zio.


Elena masuk kedalam Hotel itu, anehnya Hotel ini terlihat sangat sepi bahkan hanya ada karyawan yang bekerja tanpa ada pengunjung.


"Anda sudah di tunggu oleh tuan Aron nona, mari ikut saya" ucap salah satu karyawan Hotel dan menggiring Elena.


Kini mereka sudah sampai di depan sebuah pintu kayu yang sangat besar, Elena bingung karena tidak pernah kehotel ini bahkan Elena juga tidak tahu jika ini punya Aron.


"Aron disini?"


Karyawan itu mengangguk dan langsung membukakan pintu besar itu untuk Elena.


"HAPPY BIRTHDAY ELENA GRESYA"


Seketika Elena tercengang melihat siapa saja yang ada didalam ruangan besar dan mewah itu.


"Happy birthday sayang" ucap Ani memeluk putrinya.


"Ka..kalian semua? kalian kenapa ada disini?" tanya Elena masih bingung.


"Maafkan kami nak, seharian ini kami sudah membuat mu kesal dan ini lah hasil dari kekesalan mu dalam sehari" ucap Jonathan terkekeh.


"Yakkk jadi tadi kian mengerjai ku? ahh kalian keterlaluan karena membuatku hampir menangis" gerutu Elena membuat mereka semua terkekeh.


Bukan hanya keluarga Elena tetapi juga banyak rekan kerja Aron, Fras, Jonathan maupun rekan dosen Deni.


"Happy birthday adik ku sayang"


"Abang" pekik Elena langsung memeluk Rico.


"Ehem" dehem Aron


Elena langsung beralih memeluk Aron dengan nyaman dan haru.


"Kau dalangnya" tuduh Elena.


"Paling tidak aku tidak sendiri" jawab Aron mengecup kening Elena.


"Selamat ulang tahun untuk yang ke 20 tahun sayang, doa yang terbaik selalu menyertai mu" ucap Aron tulus.


Begitu banyak ucapan dan juga kado yang Elena Terima baik dari teman, sahabat maupun rekan kerja Aron dan yang lain nya.


Jonathan juga mengumumkan bahwa Elena memang calon istri putranya bukan Melisa ataupun wanita lainnya.


Pesta ulang tahun Elena juga berjalan dengan baik, sahabat Elena juga mendapat omelan dari gadis itu yang ikut mengerjainya dalam sehari ini.


.


.


.


20 years hihi.