My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
HAPPY WEDDING



Hari pernikahan Elena dan Aron pun tiba, Elena sedang berdiri didepan kaca yang memantulkan dirinya.


Gaun putih mewah yang didesain langsung oleh Laras pun melekat sempurna ditubuh indah Elena.


Riasan make up tipis dari Merry pun menambah kecantikan gadis berusia 20 tahun yang kini sudah menjadi istri orang itu.


Rambut yang disanggul dengan sebuah mahkota kecil dikepalanya membuat Elena seperti ratu hari ini.


"Kau sangat cantik El" puji Rasya terharu.


Sahabat Elena berkumpul diruang rias itu sekarang ini, mereka begitu terharu melihat Elena yang kini sudah menjadi milik orang lain.


"Aku tidak berhenti menangis dari tadi" gerutu Merry sembari terisak.


Elena tersenyum hangat melihat para sahabat nya yang juga ada Dinda di sana, Dinda juga sudah menitikan air matanya melihat sahabat kecilnya itu.


"Dia sudah mengucapkan ijab qabul nya bukan? kau sudah bukan milikku lagi sekarang ini" ucap Dinda dengan tangisan bahagia.


"Tidak ada yang berubah kita hanya terpisah jarak, datanglah bersama calon suami mu mengunjungiku nanti"


"Aku akan merindukan mu selalu El" ucap Dinda memeluk sahabat nya.


"Kemarilah" ucap Elena kepada sahabatnya yang lain dan mereka pun berpelukan bersama melepas rasa haru mereka.


Anggi masuk dan ikut terharu melihat pemandangan hangat ini, Anggi dan Bram saling pandang dengan senyuman hangat mereka.


"Apakah sudah?" tanya Anggi membuat mereka melepaskan pelukan nya.


"Adikku akan tetap menjadi adik kalian juga, jangan menangis ayo kita berbahagia untuk nya hari ini" ucap Anggi merangkul Dinda.


"Papa" panggil Elena dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Kau sangat cantik sayang, dia sudah sah menjadi suami mu denga mengucapkan ijab nya didepan papa dan juga restu papa selalu menyertai mu sayang"


Elena langsung memeluk Bram, mimpinya dulu yang ingin menikah dengan didampingi papa kandung nya pun kini terwujud sudah.


"Ayo kita keluar, mereka semua sudah menunggu mu" ucap Bram menggenggam tangan putrinya.


Aron yang sudah menunggu Elena didepan semua tamu pun dibuat terpesona dengan penampilan istrinya hari ini.


Semua orang berdecak kagum melihat kecantikan Elena yang sedang berjalan menuju Aron dengan didampingi Bram yang namanya sudah melambung tinggi.


Aron sedikit gugup menanti kedatangan Elena, padahal saat ijab dia begitu lantang dan berani mengatakan nya.


Elena yang berjalan menuju Aron pun dibuat terpesona dengan penampilan suaminya yang sangat tampan.


Tubuh atletis Aron begitu terlihat walaupun dibalut dengan tuxedo putih yang juga di desain khusus oleh Laras.


"Kuserahkan putriku kepadamu, jagalah dan bahagiakan dia jika tidak ingin aku mengambilnya"


"Akan aku janjikan" ucap Aron menerima tangan Elena dan Bram pun kembali duduk berdampingan dengan istrinya yang sudah menangis haru.


Mata Elena berkaca kaca melihat Aron, rasanya masih seperti mimpi kini dirinya sudah menjadi istri sah dari pria yang sangat mencintai dirinya.


"Aku mohon jangan menangis sayang, kau sangat cantik hari ini"


"Kau juga sangat tampan" balas Elena tersenyum manis.


"First kiss" teriak semua orang dengan antusias.


Aron mengelus pipi Elena lalu mendekatkan wajah nya dengan perlahan, Elena pun menunggu sembari memejamkan matanya.


Bibir Aron dan Elena pun bertemu, dengan lembut Aron mengecup bibir Elena yang dibalas juga oleh Elena.


Semua orang bersorak bahagia dengan penyatuan keduanya, begitu banyak pujian yang terlontar dari para tamu.


Aron dan Elena pun melanjutkan acara dengan menyambut para tamu dengan hangat, ralat hanya Elena yang sedikit hangat sedangkan Aron masih tetap dingin.


"Happy wedding ya El kau sangat cantik hari ini" ucap salah satu teman kuliah Elena.


Elena hanya tersenyum tipis atas pujian semua orang kepadanya, Elena bisa merasakan kebahagiaan yang terpancar dari keluarga nya.


"Welcome kakak ipar" ucap Robby yang berdiri berdampingan dengan Rasya


"Cepatlah menyusul sahabat ku lebih tua dari ku" celetuk Elena menggoda Rasya membuat sahabatnya terbelalak.


"Aku benar benar terharu untuk hari ini El" ucap Rasya memeluk Elena.


"Mereka begitu akrab"


"Lalu harus bagaimana? kau ingin menumpang dirumah kami Robby?"


"Singkirkan fikiran kotor mu Aron, apakah aku harus cepat menikahi Rasya?"


"Otak ku tidak semesum dirimu sialan" gerutu Robby


"Elena" panggil Fito yang juga datang ke acara pesta pernikahan Elena.


Elena menoleh secara bersamaan dengan Rasya, Aron dan Robby pun juga langsung memandang kearah yang sama.


"Semoga bahagia ya, pernikahan mu sangat indah"


"Terimakasih Fito sudah berkenan hadir"


"Sama sama dan ini hadiah dari ku untuk mu semoga bahagia" ucap Fito memberikan sebuah paperbag kecil berwarna gold kepada Elena.


Dari kejauhan ada seseorang yang melihat interaksi Elena dan Fito, dia juga melihat keposesifan Aron terhadap Elena.


Yah pria itu adalah Arilandro, Arilandro datang ke pernikahan Elena dengan membawa paperbag berwarna hitam yang ada ditangan nya.


"Aku seperti pernah melihat pria itu" batin Arilandro terus menatap Fito yang sudah menjauh dari Elena.


Arilandro berjalan mendekati Elena, terlihat Elena sedang berbicara dengan para tamu yang ditemani suaminya sendiri.


Secara bersama Arilandro yang mendekati Elena, Aron yang berpamitan untuk menyambut tamu lainnya sehingga Aron dan Arilandro tidak bertemu.


"Hay El" sapa Arilandro tersenyum hangat


Arilandro begitu terpesona melihat kecantikan Elena yang begitu alami apa lagi gadis ini memakai gaun pernikahan yang begitu indah.


"Kau datang?"


"Untuk mu" ucap Arilandro memberikan hadiah nya


"Terimakasih, kau bersama siapa?"


"Aku sendiri dan kau sangat cantik hari ini"


"Terimakasih atas pujian mu Aril, nikmati lah pesta nya"


"Sama sama"


Bram dan Aron yang tanpa sengaja melihat Elena sedang berbicara dengan Arilandro pun langsung saling pandang.


Seketika Aron dan Bram mendekati Elena, hanya Elena yang belum tahu bahwa Arilandro adalah pria kedua yang dijodohkan dengan nya.


"Sayang" panggil Aron membuat kedua orang itu menoleh.


"Hay, sayang kenalin ini Aril dia pernah satu sekolah sama aku" ucap Elena memperkenalkan


Arilandro dan Aron pun saling pandang, mereka berjabat tangan seakan baru pertama kali bertemu padahal dari pandangan kedua nya terlihat kebencian satu sama lain.


"Apa kabar paman?" tanya Arilandro menatap Bram


"Loh papa sama Aril kenal?"


"E..emmm itu sayang papa sama dia..."


"Aku pernah melakukan kerja sama antara perusahaan ku dengan papa mu El" ucap Arilandro


"Ohhh begitu"


"Sayang, teman ku ada yang ingin bertemu dengan mu ayo" ajak Aron yang sudah menyalakan lampu waspada terhadap Arilandro.


"Aku tinggal dulu" ucap Elena dan berlalu pergi bersama Aron yang merangkul pinggang nya.


"Kenapa kau datang nak?" tanya Bram menatap Arilandro


"Apa salah? aku merindukan kekasih ku paman"


"Ayolah Arilandro, El sudah menikah hari ini apa yang kau tunggu?"


"Sampai waktu nya tiba paman" jawab Arilandro tersenyum dan berlalu pergi.


Bramasta menatap sendu kepergian Arilandro, Arilandro yang sudah di anggap putra oleh Bramasta pasti merasakan sakit karena cinta nya tak terbalaskan.


"Maafkan aku Arilandro, El sudah mendapatkan cinta sejatinya aku tidak akan menyakiti hati putri **ku**".


.


.


.


🥰