
Seorang pria bertubuh tegap gagah sedang berdiri di teras balkon sebuah hotel, pria itu berdiri dengan bertelanjang dada.
seorang wanita yang berada diatas ranjang hanya berbalut selimut tanpa sehelai benang pun
melihat suasana kamar yang cukup berantakan, semua orang bisa menyimpulkan jika telah terjadi malam yang panjang diantara kedua nya.
"aron" panggil wanita itu menggeliat di dalam selimut nya, mata nya mencari sosok yang dicarinya yang ternyata berdiri diteras balkon.
pria itu adalah aron, aron sedang bersama seorang model dihotel ini, aron membutuhkan model itu untuk memenuhi hasrat nya sebagai pria.
siapa yang bisa menolak pesona sangat Casanova kaya raya satu ini, banyak wanita yang rela menjadi teman tidur satu malam aron hanya karena ingin menikmati kegagahan tubuh pria itu.
selain tubuh gagah nya, juga bayaran nya yang diterima begitu banyak, aron tidak pelit selagi wanita itu bisa memuaskan hasrat nya.
wanita itu menghampiri aron dan langsung memeluknya dari belakang "kamu sudah bangun lebih dulu dari aku sayang" wanita itu bergelayut manja ditubuh aron.
tok tok tok
"ck, siapa yang berani mengganggu waktu kita berdua" gerutu wanita itu dengan nada kesal.
aron melepas tangan wanita itu dengan kasar, dan berlalu untuk membuka pintu hotel.
terlihat seorang pria dengan tubuh kekar bak algojo "salam tuan muda, kita harus berbicara dan menyusun rencana" ucap pria itu
"5 menit Hugo" ucap aron dan menutup pintu kamar hotel nya lagi.
pria itu bernama hugo, hugo adalah kepala pengawal dari sekian banyak pengawal bodyguard milik aron.
aron masuk kembali dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah selesai aron keluar dengan tubuh yang sudah segar "hadiah mu sudah ada dibawah" ucap aron dan berlalu keluar begitu saja meninggalkan wanita itu.
Dibutik laras, elena sedang berkutat dengan pekerjaan nya yang ditemani dengan secangkir jus alpukat.
tok tok tok
"masuk"
"permisi sekertaris el, nyonya laras memanggil anda keruangan nya" ucap salah satu staf
"kau boleh keluar" ucap elena, setelahnya elena menutup laptop nya dan pergi meninggalkan ruangan nya.
tok tok tok
setelah mendapat jawaban dari dalam elena masuk keruangan laras, terlihat laras sedang memandang laptop nya
"ada apa bunda?" tanya elena duduk di hadapan laras
"besok kita keluar kota ya sayang, maaf bunda memberi kabar nya mendadak" ucap laras memberikan beberapa berkas pada elena.
elena menerima berkas itu dan mengangguk "el akan pesanan tiket untuk kita berdua" ucap elena yang sudah beberapa kali pergi keluar kota bersama laras sehingga sudah mengerti apa saja yang mesti di lakukan
laras menggeleng "bunda berangkat sore ini sayang, kamu berangkat sendiri ya nanti disana ada yang jemput kamu, bunda sama om fras"
elena mengangguk mengerti dan berlalu keluar dari ruangan laras, elena kembali ke dalam ruangan nya sendiri
dita masuk dan memberikan beberapa lampiran pekerjaan pada elena "dari mana el?" tanya dita yang tadi sudah kemari tetapi sahabat nya tidak ada
"ke ruangan bunda, aku akan keluar kota besok" ucap elena menerima lembaran kertas dari dita.
dita mengangguk paham, dita dan elena bergantian mendapatkan giliran keluar kota bersama laras bahkan terkadang keluar negeri.
Diperusahaan raksasa yang begitu terkenal, aron duduk di kursi kebesaran nya dengan gagah.
tiga orang kepercayaan nya duduk disofa yang ada di sudut ruang kerja nya, terlihat ketiganya sedang bercengkrama serius.
aron yang seorang ceo di smith Groupe menggantikan posisi sang papi yang sudah enggan memimpin perusahaan dan klan nya dalam dunia bawah tanah.
halid adakah asisten aron diperusahaan, wajahnya tampan dan juga tatapan nya tajam.
hugo adalah kepala pengawal, tubuh nya yang seperti algojo membuat siapa saja bergidik ngeri melihatnya.
sedangkan zio adalah asisten aron dalam dunia bawah tanah, zio orang yang cukup tampan hanya saja mulut nya tidak difilter jika berbicara.
aron yang seorang ceo juga seorang mafia yang sangat kejam, hanya saja tidak banyak yang tahu jika dirinya adalah mafia yang sangat bengis bak iblis.
"bagaimana?" tanya aron yang duduk dengan gagah menatap tiga orang kepercayaan nya
"selain kita, marcus yang adiknya martin juga ingin abang nya mati tuan muda" jawab zio
"dia juga memberikan penawaran terhadap kita tuan, marcus mengatakan jika kita berhasil membunuh martin maka lahan di kota D akan jatuh ke tangan kita"
"dia juga akan membantu dengan cara mengirim beberapa pengawal tuan" jelas hugo
aron mengangguk mengerti lalu menatap halid "kotor tuan" ucap halid yang langsung dimengerti aron
drtt drtt drtt
ponsel aron berdering dari dalam jas nya, aron langsung mengambil nya dan sudut bibir nya terangkat saat melihat siapa yang menelpon nya.
"salam aron, aku yakin kau sudah mendengar penawaran ku bukan?" tanya seorang pria dari seberang sana
"marcus marcus, kenapa kau ingin abang kandung mu mati?" tanya aron, ya benar yang menelpon adalah marcus
"aku yakin kau tahu alasan nya aron" jawab marcus dengan nada yang sudah tidak bersahabat
aron terkekeh "aku tidak membutuhkan bantuan mu marcus, jika aku menginginkan lahan dikota D aku bisa mendapatkan ny sendiri" ucap aron dengan nada dingin.
sebelum marcus menjawab aron sudah memutuskan panggilan itu lebih dulu dan meletakkan ponsel nya diatas meja yang ada di hadapan mereka.
"martin sudah keluar dari tempat persembunyian nya tuan, kita bisa membereskannya di kota B" ucap zio saat mendapat tatapan dari bos nya
"bagus, kita akan berangkat hari ini juga" ucap aron yang langsung dipahami oleh halid yang akan mengurus keberangkatan mereka.
"jika martin sudah mati, maka kita bereskan marcus karena dia tidak juga menyadari kalau sudah mengusik ku"
"biarkan dia bahagia dulu dengan kematian abang nya yang akan terjadi dalam waktu dekat ini, setelah itu kita hancurkan dia" ucap aron menyeringai
"semua persiapan sudah rampung tuan muda, tuan besar mengirim senjata banyak pada kita jika marcus membuka peperangan secara besar besaran nanti" ucap hugo
"kerja kalian selalu bagus, lihat saja siapa yang akan menang, kalian lebih dulu mengusik ku" gumam aron mengepalkan tangan nya.
"bukti juga sudah rampung tuan, memang anak buah martin yang mengedarkan obat obatan di wilayah kita dan itu atas perintah martin"
"marcus juga mempunyai rencana setelah kematian abang nya, saya yakin dia akan menyerang kita tuan" ucap halid.
"tidak akan mudah bagi nya, sebelumnya sudah ku peringatkan tetapi mereka tidak menggubris nya" ucap aron mengepalkan tangan nya.
aron mempunyai misi yaitu membunuh martin yang sudah mengusik wilayahnya, aron sudah menentang keras bagi siapa pun agar tidak mengedarkan obat terlarang di kota nya, di wilayah nya dan dibar miliknya.
hanya saja martin tidak memperdulikan peringatan aron dan tetap melanjutkan semua nya, maka kematian adalah jalan satu satunya pikir aron.
.
.
.
wahh sama sama mau keluar kota nih, bakal ketemu ga ya el sama aron hehe jadi ikut penasaran.
staytune ya bestie dan jangan lupa dukung author 😉