My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
INGIN MENJADI LEBIH BAIK



Hari hari terus berlalu, elena menjalani hidupnya seperti biasanya, walaupun terkadang merasa rindu terhadap keluarganya tetapi semua itu terhalang dengan rasa sakitnya.


sore ini elena sedang membersihkan butik bersama staf lain, elena merapikan beberapa pakaian dan produk lain mereka yang bergeser dari tempatnya.


drttt drttt drttt


ponsel elena bergetar didalam saku celana jeans nya, elena mengeluarkan ponsel nya dan tertera nama jessica disana


"iya jess, ada apa?" tanya elena setelah panggilan terhubung


"orang tua ku ingin bertemu denganmu, sebentar lagi pulang kan? biar aku yang jemput" ucap jessica dari seberang sana


"lahh.. ngapain orang tuamu ingin bertemu denganku?" tanya elena bingung


"jangan banyak tanya, aku nunggu didepan ya el by.." jessica langsung menutup panggilan itu.


elena berdecak kesal karena jessica tidak memberinya alasan yang tepat tentang pertemuan nya dengan orang tua nya.


"lagian jessica ngapain sih pake acara buat pertemuan aku sama orang tuanya" batin elena megutuk tindakan sahabat nya itu.


setelah semua selesai dan butik pun dalam keadaan bersih, elena keluar dari butik sendiri karena dita pergi dengan laras.


elena sudah melihat mobil Jessica didekat pos keamanan, elena langsung mendekat.


setibanya disana elena langsung masuk kedalam mobil jessica, setelah sahabat nya masuk jessica langsung menancap gas nya membelah jalan raya yang masih ramai.


sesampainya dirumah elena dan dita, jessica ikut turun karena mau menunggu elena bersiap.


"mau ngapain sih jes?" tanya elena sedikit kesal karena dari tadi wanita itu tak kunjung menjawab


"banyak tanya bocah" jawab jessica duduk disofa ruang tamu.


elena mengumpati jessica sepanjang aktifitas nya membuat jessica terkekeh gemas dengan perlakuan sahabat nya itu.


elena telah selesai mandi, dengan menggunakan celana panjang berwarna sage green yang dipadu dengan blouse berwarna putih, serta flatshoes berwarna senada dengan baju nya.


Rambut elena dibiarkan tergerai, dengan penjepit berbentuk bunga yang ada dibelakang nya, tidak lupa tas kecil elena yang berwarna sage green juga.


setelah sahabat nya selesai, jessica langsung menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh orang tuanya.


mereka pergi setelah hari sudah gelap karena jessica tidak menyuruh elena untuk terburu buru.


setelah sampai di sebuah restauran mewah, ternyata orang tua jessica sudah datang lebih dulu.


"maaf membuat kalian menunggu om tante" sapa elena mengecup punggung tangan kedua orang tua jessica.


"dia sopan sekali" batin mama jessica, terlihat sepele memang tapi di jaman seperti ini tata krama yang ditunjukkan elena sangat jarang ditemui.


"tidak kok nak, tante sama om juga baru dateng, ayo duduk" ucap mama jessica, mempersilahkan anaknya dan elena untuk duduk.


mama jessica bernama astrid, sedangkan papa nya bernama bidin.


mereka langsung memesan makanan, karena sudah menunjukkan waktu makan malam.


mereka makan diselingi dengan obrolan hangat, orang tua jessica tidak terkejut karena melihat cara bicara elena yang terkesan dingin karena anak mereka telah menceritakan semua tentang elena.


setelah selesai makan, astrid mencoba untuk menuju pokok pembicaraan mereka.


astrid menyodorkan sebuah map berwarna coklat kepada elena


elena mengerutkan kening nya "apa ini tante?" tanya elena bingung tetapi tetap menerima map itu


"buka nak" jawab astrid tersenyum hangat kearah elena


elena membuka map itu, alis elena bertaut karena melihat isi map itu yang berisi sebuah kertas formulir pendaftaran sekolah paket c di sekolah terkenal dan mahal.


elena memandang astrid dengan raut bingung seakan mencari jawaban dari tatapan mata wanita paruh baya itu.


"lanjutkan lah pendidikan mu nak" ucap astrid yang mengerti dengan tatapan elena


astrid mengangguk dengan senyum mengembang, berharap elena tidak menolak permintaan nya.


"tidak bisa tante, el sedang bekerja" tolak elena dengan suara yang sangat lembut


"ini sebagai tanda Terimakasih kami, kamu sudah menyelamatkan jessica nak" ucap bidin mencoba membujuk elena


"om tante, el nyelamatin jessica ikhlas kok ga pamri, om sama tante jangan berlebihan seperti ini" ucap elena masih menolak secara keras


"Terima nak" ucap seorang wanita dari balik punggung elena, suara itu cukup familiar ditelinga elena.


elena membalikkan tubuh nya dan terkejut melihat kehadiran karas bersama frasa suami nya


"bunda?" ucap elena memandang laras yang kini duduk disebelah nya


laras mengangguk sembari mengelus rambut elena "Terima lah nak" ucap laras mendukung tindakan astrid


elena masih menggeleng, dia merasa sungkan karena terus menyusahkan semua orang pikirnya


"ini bukan keputusan kami sepihak sayang, ada orang tua dita dan rasya serta bunda laras" ucap astrid mencoba memberi pengertian.


mata elena terbelalak mendengar nya "hah? ba.. bagaimana bisa" gumam elena masih bingung dengan keadaan dan penawaran ini


"kembalilah ke butik bunda dengan nilai terbaik mu sayang" ucap laras mengecup kening elena dengan sayang


elena benar benar sudah buntu, menolak pun tiada guna tidak ada yang membela nya.


"tapi ini mahal bunda tante" ucap elena masih mencoba bernegosiasi


laras terkekeh melihat wajah menggemaskan elena"jangan pikirkan biaya nya, cukup pikirkan caranya mendapat nilai terbaik, bunda ingin kamu menjadi lebih baik sayang" ucap laras membelai pipi chubby elena


elena menghembuskan nafas kasar, semua alasannya sudah tidak dapat membantu


"tapi tante bunda, el kemari tidak membawa data diri el" ucap elena mendapat alasan terbaik di kepala nya


"sudah rasya dapatkan" ucap jessica yang dari tadi hanya mendengarkan, jessica menyodorkan ponselnya yang menunjukkan poto data diri elena


elena menatap jessica dengan tajam, sahabat nya ini adalah dalang dibalik ini semua.


elena menghela nafas berkali kali "baiklah, el akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian semua" jawab elena tersenyum kearah semua orang.


mereka yang mendengar keputusan elena pun langsung sumringah, elena tidak bisa berkutik jika mereka meminta berbarengan.


elena terus menggerutu sepanjang perjalanan pulang bersama jessica, dia merasa kesal tetapi juga bahagia karena bisa mendapatkan ijazah SMA nya.


sesampainya dirumah, disana sudah ada rasya dan dita yang menunggu kepulangan mereka


"kau rasya, jelaskan kepadaku bagaimana bisa kau mendapatkan semua data diriku?" tanya elena memicingkan mata nya.


"dari dinda dong" jawab rasya terkekeh


elena terkejut "ba.. bagaimana bisa kalian berkomunikasi dengan dinda" ucap elena masih terkejut


"dinda sering memposting poto lama kalian di instagram, jadi aku tahu dari sana" jawab rasya nyengir.


"ck, kalian bener bener yah" ucap elena yang langsung dipeluk oleh dita dan disusul oleh lainnya


"yeyyyy, adik kecil kita akan sekolah, nanti dia akan pergi dan pulang bareng aku" ucap jessica sangat antusis.


mereka semua tertawa melihat wajah berbinar jessica, elena tidak bisa menolak, sejujurnya dia merasa sangat sungkan atas kebaikan mereka semua, tetapi apa boleh buat menolak pun tiada guna, batin elena.


.


.


.


jangan lupa dukungan buat author ya bestie bestie 🥰