
Hari ini Melisa sudah akan pergi keluar negeri karena ada job nya sebagai model di Italia.
Hari ini juga Elena mulai masuk kuliah kembali setelah cuti beberapa hari karena pernikahan nya.
Elena mengendarai mobilnya sendiri menuju universitas dimana tempat dia menuntut ilmu.
Kedatangan Elena menjadi pusat perhatian, dengan menggunakan celana bahan berwarna coklat yang dipadu dengan kemeja hitam panjang.
Sepatu berhak tipis yang berwarna coklat membuat Elena begitu menawan dan anggun hari ini.
"Eyyo pengantin baru, ga bulan madu ni?"
"Kan bakal ada ujian seminggu lagi gimana mau bulan madu" jawab Elena.
"Ahhh iya aku lupa, jadi kapan kalian bulan madu? aku pengen gendong ponakan kali"
"Ga bulan madu aja tiap malam ngadon" jawaban Elena sukses membuat ketiga sahabat nya tertawa terpingkal pingkal.
"Pasti brutal"
"Behhh jangan ditanya" jawab Elena ngasal membuat suasana semakin absurd.
"Besar?"
"Jangan ditanya lagi, mau pingsan aku"
Tawa ke empat wanita itu semakin menggelegar dengan jawaban jawaban Elena yang sangat lucu.
"Polos banget lagi jawab nya"
"Kan jujur" jawab Elena terkekeh.
"Jadi selesai ujian kalian mau bulan madu?"
"Tentu, Aron udah mempersiapkan segalanya"
"Kemana?"
"Maldives"
"Wahhhh ikut dong" ucap Rasya dengan nada menggoda
"Aku sama Aron mau bulan madu bukan wisata keluarga, papi aja ditolak mentah mentah sama anak nya" jawab Elena terkekeh.
"Ehh Sya kamu kapan nyusul sama dokter Robby?"
"Ck jangan bahas itu aku malu"
"Setelah ini kau ga bisa panggil aku adik kecil karena kamu menikahi adik sepupuku" ucap Elena dengan nada angkuh.
"Siap kakak ipar kecil ku" jawab Rasya tertawa.
"Hay El" sapa Fito yang ntah datang dari mana
"Kamu cantik hari ini"
"Terimakasih Fito"
"Mau kekelas?"
"Iya nih, yuk Jess, by kalian" ucap Elena dan berlalu sembari menarik tangan Jessica.
"Jangan mendekati El lagi Fito" ucap Dita setelah Elena menjauh.
Fito langsung memandang kearah dua sahabat Elena yang menatapnya dengan tatapan datar.
"Apa maksud mu?"
"Mata mu Fito, mata mu tidak bisa berbohong bahwa kau masih menginginkan Elena" jawab Rasya.
"A..aku ti...."
"Aku tahu ini semua sulit tapi dari awal El juga ga ada rasa apa pun sama kamu, jangan maksain keadaan Fito" ucap Dita dan berlalu bersama Rasya.
"Kalian fikir aku akan menyerah? El itu milikku dan akan selamanya seperti itu" gumam Fito mengepalkan tangan nya.
Hari sudah mulai gelap saat Elena keluar dari Universitas, begitu banyak tugas membuat wanita itu pulang sedikit terlambat.
"Beneran ga bareng aja?"
"Kita lawan arah Jess" jawab Elena yang menolak pulang bersama Jessica.
"Ga masalah kali, aku khawatir sama kamu lo El"
"Aku tidak apa, aku bisa langsung telfon Aron atau kamu jika ada hal yang mencurigakan" ucap Elena menenangkan.
"Yasudah kalau begitu, aku pulang duluan ya kamu hati hati" ucap Jessica dan berlalu pergi dengan mobilnya.
"Loh kunci mobil aku mana?" gumam Elena yang tidak menemukan kunci mobilnya didalam tas nya.
"Ck pasti ketinggalan" gumam Elena dan memilih kembali kedalam kelas nya untuk mencari kuncinya.
Setelah beberapa saat mencari Elena pun kembali dan sudah mendapatkan kunci mobilnya yang memang tertinggal didalam kelas.
Bughhhh
Brukkkk
Seseorang memukul bagian belakang Elena hingga membuat wanita itu langsung pingsan.
Pria berpakaian hitam itu pun mengangkat Elena dan memasukkan wanita itu kedalam mobil dan langsung melaju kencang meninggalkan pekarangan universitas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman Smith, Jonathan sedang mondar mandir diteras rumah menunggu kepulangan Elena.
Hari sudah menunjukkan pukul 8 malam tetapi wanita itu tidak juga pulang sedari tadi.
Harlina yang tanpa sengaja melihat putranya gelisah pun langsung menghampiri Jonathan.
"El belum pulang ma" jawab Jonathan membuat Harlina terkejut.
"Udah kamu hubungi dosen nya?"
"Sudah dan kelas sudah berakhir setengah jam yang lalu seharusnya El sudah pulang sedari tadi" jawab Jonathan yang semakin khawatir.
Mobil Aron pun memasuki pekarangan rumah mewah itu dan berhenti telat di depan teras rumah.
Aron bingung melihat wajah papinya yang terlihat bingung dan juga khawatir serta gelisah.
"Mana El pi?"
"El belum pulang Aron"
"Kok belum pulang? kelasnya kan sudah selesai setengah jam yang lalu"
"Itulah yang papi bingung coba pengawal suruh cari Aron" titah Jonathan.
"HUGOO!" teriak Aron dan Hugo pun langsung datang bersama Helga.
"Ada apa tuan?"
"Kerahkan pengawal untuk mencari Elena disekitar Kampus atau dimana pun"
"Ada apa dengan nona tuan?" tanya Helga penasaran
"El belum pulang Helga, kelasnya sudah berakhir setengah jam yang lalu"
"Nona hilang?" pekik Helga terkejut.
"Saya akan mencari nona tuan" ucap Hugo dan langsung berlalu pergi bersama Helga.
"Aku juga akan mencari El pi"
"Papi ikut boy" ucap Jonathan dan langsung dituruti oleh Aron
"Oma ikut Aron" ucap Harlina.
Aron dan Jonathan langsung saling pandang, terbesit rasa curiga dengan sikap Harlina yang tiba tiba berubah perduli.
"Ini semua bukan rencana oma dan Melisa kan?"
"Apa maksud kamu Aron?"
"Tidak ada, hanya saja jika ini rencana Melisa maka aku yang akan membunuh wanita itu" ucap Aron dan langsung masuk kedalam mobil.
Harlina dan Jonathan pun juga ikut masuk kedalam mobil yang sama dengan Aron, Halid langsung melesatkan mobilnya keluar pekarangan rumah.
Di dapur, Amey sedang menikmati segelas coklat panas buatan buk Minah yang begitu menghangatkan di malam yang dingin ini.
"Ameyy!"
"Fuhhhhh uhuk uhuk" Amey tersedak karena teriakan Helga yang memekakakkan telinga.
"Apa sih Helga" gerutu Amey langsung menenggak air mineral.
"Nona hilang"
"Uhuk uhuk" untuk kedua kalianya Amey tersedak karena Helga.
"Jangan main main sialan"
"Siapa yang main main? nona belum pulang kuliah sampai sekarang sedangkan kelasnya sudah selesai satu jam lalu"
"Sial, ini pasti kerjaan Melisa yang katanya mau keluar negeri ternyata menculik nona muda" gerutu Amey mengepalkan tangan nya.
"Apa yang kalian bicarakan?"
"Nona muda hilang"
Pyarrrrr
Gelas yang dipegang bik Minah pun langsung terjatuh dn pecah karena jawaban dari Helga yang membuatnya terkejut.
"Jangan bercanda Helga, hari ini hari nona kembali kuliah lo"
"Aelahhh bercanda apaan sih bik, udah ah kami mau nyari nona muda"
"Kabarin bibik kalau ketemu ya"
Helga dan Amey pun mengangguk dan langsung berlari pergi menuju garasi dimana mobil yang mereka gunakan berada.
Bik Minah dengan raut cemas memunguti pecahan gelas itu, bukan hanya bik Minah pelayan wanita lain juga merasakan kecemasan yang sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah kamar mewah bernuansa warna hitam dan putih, ada seorang pria yang sedang memandangi seorang wanita yang sedang tertidur.
Pria itu mengelus lembut wajah cantik wanita yang belum sadarkan diri itu, pria itu juga mengecup kening wanita itu.
"Akhirnya kau bersama ku sayang, mulai hari ini dan selamanya kita akan hidup bersama dengan bahagia membinah rumah tangga bersama"
"Kau harus tahu bahwa aku sudah menunggu mu selama bertahun-tahun lamanya dan kini semua nya sudah selesai sayang"
"Penantian ku sudah selesai dalam menunggu mu karena kau sudah bersama ku untuk selamanya"
Cupppppp
.
.
.
Ayo tebak tebak😄