
Pagi menjelang siang, elena sudah berada dibandara bersama jessica, jessica yang mengantar elena sampai bandara.
"beri kabar jika kau ingin pulang, agar aku bisa menjemput mu" ucap jessica memeluk elena sesaat.
elena hanya mengangguk sembari tersenyum hangat lalu masuk kedalam airport menuju pesawat nya.
Sore harinya elena sampai di kota B, seorang supir yang diutus laras juga sudah menunggu nya disana.
sesampainya di hotel elena langsung menuju kamar yang sudah dipesan nya, elena merebahkan dirinya diatas ranjang.
hingga akhirnya elena tertidur, cukup lelah baginya karena tadi malam mengerjakan beberapa proposal yang akan dibawa nya kemari.
Di sebuah rumah sederhana, tepatnya didalam gang sempit, aron bersama 3 orang kepercayaan nya sedang bercengkrama.
"nanti malam dia akan ke fresh food tuan muda" ucap halid memangku sebuah laptop didepan nya
"anak buah yang lain sudah mensurvey tempat yang akan kita gunakan untuk melancarkan misi tuan"
"jaraknya tidak terlalu jauh, ada gedung terbengkalai disana. kita akan memakai tempat yang cukup tinggi" ucap hugo dengan yakin.
aron hanya menganggukkan kepalanya saja "sepertinya marcus ingin mengetahui keberadaan kita tuan muda" ucap zio memandang tablet di tangan nya.
aron langsung menegakkan tubuh nya "seperti nya dia ada rencana lain karena tuan menolak bekerja sama" ucap zio sebelum aron bertanya.
aron hanya mengangguk mengerti "kau pikir aku orang bodoh" gumam aron menyeringai seram.
malam hari pun tiba, elena sudah bersiap untuk bertemu Coustemer yang akan melakukan pembelian produk butik laras secara besar besaran.
elena malam ini menggunakan gaun selutut berwarna peach, rambut pendeknya digerai begitu saja dan tidak lupa penjepit mutiara kecil diatas nya.
elena juga menggunakan sendal tali berhak rendah berwarna putih yang senada dengan tas nya, tidak lupa sebuah map yang tidak terlalu besar berada ditangan elena.
elena keluar dari kamar hotel nya menuju lift, pintu lift terbuka elena terus berjalan hingga diloby hotel. disana sudah ada supir yang diutus laras untuk mengantar elena kemana pun.
setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mobil yang elena tumpangi sudah sampai disebuah restauran mewah.
"bapak pergi lah dulu, nanti jika saya sudah selesai akan saya kirimi pesan" ucap elena dan keluar dari mobil itu.
elena masuk kedalam restauran itu dan disambut langsung oleh pemilik restauran itu dengan ramah.
elena digiring kesebuah private room, elena tahu siapa yang akan ditemuinya, seorang pria kaya dan bukan sembarangan orang.
hanya saja sifat nya yang membuat elena ingin sekali mencabik cabik wajah pria itu walaupun belum pernah bertemu.
elena masuk kedalam private room itu, ada seorang pria tambun yang sudah menunggu nya disana dengan seulas senyum.
elena mendekat dan langsung menjabat tangan pria itu "maaf membuat Anda menunggu tuan martin" ucap elena yang sudah dipersilahkan duduk di kursi yang ada didepan martin.
"bukan masalah jika yang ku tunggu wanita secantik dirimu, nona elena" ucap martin memandang elena begitu intens
elena mencoba menahan emosi nya "baik tuan Mar.."
"jangan terlalu terburu buru, ayo kita makan lebih dulu aku sudah menunggumu dari tadi" tawar martin dengan nada paksa
elena hanya mengangguk saja, setelah itu pelayanh restauran menyajikan berbagai macam makanan sefood disana
elena ingin sekali mencolok mata martin yang dari tadi memandang nya dengan tatapannya yang menjijikkan itu.
elena berkali kali menghembuskan nafas kasar "kau sangat cantik malam ini nona" ntah pujian atau apa, intinya kata kata yang dilontarkan martin membuat selera makan elena kian berkurang.
bukan tanpa alasan martin menjadi Coustemer dibutik laras, dia ingin mendekati gadis di depan nya ini yang wajahnya sudah pernah martin lihat tanpa sengaja saat elena bersama laras.
martin memandang setiap inci wajah dan lekuk tubuh elena, Martin meneguk salivanya menahan hasrat nya yang kian melonjak.
setelah selesai makan elena langsung pada inti pertemuan mereka, elena menjelaskan secara detail tentang produk yang laras jual.
setelah satu jam menjelaskan akhirnya elena pun berhenti "semua nya mengesankan, tapi aku ingin kesepakatan ini ditanda tangani saat pertemuan kita selanjutnya" ucap martin yang terus memandang elena
elena begitu risih dipandang demikian oleh martin, seakan akan dirinya adalah santapan penutup makan malam martin
"baik tuan martin, saya akan menunggu kabar anda, silahkan anda atur dimana pertemuan kita selanjutnya" ucap elena menutup map nya
"kita akan melakukan pertemuan di kota kita nona, aku kesini hanya karena pekerjaan, bagaimana?" tawar martin memainkan alisnya
langkah elena terhenti saat lengan nya digenggam oleh martin, elena menepis tangan martin dengan kasar
"jangan berbuat semau anda tuan martin, dari tadi saya mencoba menahan emosi saya melihat tatapan ranjang anda itu" ketus elena
"jangan galak begitu dong nona, kau sangat cantik jika galak aku jadi ingin cepat cepat membawa mu ke kamar ku" ucap martin menyeringai
plakkkkkk
elena menampar martin dengan keras membuat bodyguard yang ada disudut ruangan itu terkejut, tetapi tidak ada yang berani mengangkat senjata.
sebelumnya martin sudah mewanti bodyguard nya agar tidak mengangkat senjata jika dirinya masih bersama gadis kecil ini.
wajah martin langsung memerah menahan emosi "jangan kurang ajar ******!" bentak martin menggebrak meja
"anda yang jangan kurang ajar tua bangka, jangan anda fikir saya bisa anda beli dengan harta anda, seluruh harta anda saja tidak bisa membeli harga diri dan tubuh saya" ucap elena ketus
"jangan terlalu jual mahal" ketus martin memandang elena tajam, martin menahan panas di pipinya bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar
"aku memang mahal tua bangka, jangan samakan aku dengan wanita yang bisa kau ajak tidur dengan dirimu yang menjijikkan ini, tubuhmu sudah bau tanah!"
"jangan terus berfikir tentang ************ wanita tua bangka, aku bukan wanita yang bisa kau aja tidur!" bentak elena yang sudah tersulut emosi
"beraninya kau berbicara seperti itu padaku! akan ku batalkan pembelian ini dan kau akan dipecat!" martin juga tak kalah lantang
"silahkan saja batalkan, pembatalan dari mu tidak akan membuat butik nyonya laras goyah" elena berbalik hendak pergi.
sebelum benar benar pergi elena berbalik menatap martin dengan tajam "bahkan ketika kau mengancam ingin merubuhkan butik nyonya laras pun beliau tidak akan menyalahkan ku" ucap elena melenggang pergi.
martin mengumpat habis habisan dengan tindakan elena, tidak disangka nya gadis kecil itu akan menolaknya.
disebuah gedung terbengkalai yang terletak tidak jauh dari restauran, orang orang berpakaian hitam tengah memantau depan restauran mewah itu.
aron beserta anak buahnya melancarkan aksi nya. aron menulusuri setiap tempat dengan teropong nya.
hingga mata aron tertuju pada seorang gadis cantik bergaun peach sedang berdiri didepan restauran itu.
aron terus memperhatikan gadis itu. tiba tiba aron terkejut saat melihat tatapan gadis itu seakan mengarah padanya dengan tatapan sendu.
mata coklat itu berkaca kaca memandang kearah nya, aron memastikan lagi bahwa gadis itu tidak sedang melihat nya.
tiba tiba mata aron tertuju pada pantulan bulan yang ada dibelakang nya dari senjata selaras panjang milik Sniper ny.
aron tersenyum kecil, saat aron ingin melihat wajah gadis itu lagi aron kehilangan dirinya.
aron terus mencari kesudut tempat yang dapat dijangkau nya tanpa mendengar panggilan dari hugo yang berada di samping nya.
aron menghela nafas saat tidak dapat menemukan gadis yang membuat perut nya merasakan ribuan kupu kupu sedang berterbangan disana.
"dimana martin?" tanya aron yang melihat lagi dengan teropongnya tetapi tak kunjung mendapatkan target atau pun gadis tadi
hugo menggaruk tengkuk nya "martin sudah pergi tuan, tadi saya sudah memanggil tuan tetapi tuan tidak menjawab seakan sedang mencari sesuatu" jawab hugo.
"kita pulang saja, anggap saja martin diselamatkan bidadari malam ini" ucap aron berlalu lebih dulu.
semua anak buah aron pun tercengang tetapi enggan bertanya karena mereka masih sayang dengan nyawa.
Didalam mobil tepatnya dalam perjalanan menuju penginapan aron, aron terus memandang keluar jendela mata nya terus tertuju pada bulan yang sedang bersinar indah malam ini.
"aku berharap pertemuan kita dimalam bulan purnama ini tidak menjadi yang terakhir, kau berhasil memenangkan hatiku tanpa melakukan apa pun"
"aku berharap Semoga kita dipertemukan kembali" batin aron memejamkan mata nya membayangkan wajah cantik gadis kecil tadi.
.
.
.
uhuyy aron akhirnya bertemu dengan elena, kayanya aron lupa elena siapa wkwk. yuk ikutin kelanjutan kisah elena dan aron, bagaimana perjuangan aron mendapatkan cintanya.
stay tune ya bestie dan jangan lupa dukung author😉