
Elena langsung turun dari mobil tanpa menunggu Aron membukakan untuk nya, Aron yang panik pun mengejar Elena.
"Sayang maafkan aku" bujuk Aron.
"Kau selalu seperti itu hiks hiks" isak Elena berjalan masuk tanpa memperdulikan Aron.
Bram dan Jhonatan yang sedang duduk di ruang keluarga pun dibuat terkejut dengan kepulangan Elena yang dibarengi dengan tangisan.
"Kenapa nak?" tanya Bram.
Elena tidak menjawab dan memilih untuk ke kamar nya saja dengan menggunakan lift.
Aron yang hendak mengejar Elena pun langsung berhenti karena tatapan tajam dari kedua pria yang sangat menyayangi calon istrinya.
"Ohh ayolah jangan menceramahi ku"
"Kau apakan dia?" tanya Bram
"Aku? ck salah paham papa aku hanya sedang emosi tadi"
"Aku bertanya kau apakan dia Aron" ucap Bram dingin
"Oke oke, tadi Elena bertemu dan berbicara dengan mantan istri papi dan itu cukup membuat ku marah" jawab Aron jujur.
Bram dan Jonathan hanya bisa menghela nafas, Aron terkadang sangat sulit mengkontrol emosinya sendiri.
"Nak, kau seharusnya tidak seperti itu Elena tidak tahu menahu masalah nya" ucap Jonathan
"Iya papi aku tahu aku salah"
"Sudahlah bujuk dia turun karena sebentar lagi mama akan pulang kita akan makan siang bersama" ucap Bram.
Aron pun langsung berlari ke lantai atas tanpa menggunakan lift karena enggan menunggu lagi.
Sesampainya dilantai atas Aron langsung menuju ke kamar nya, sialnya saat ingin membuka pintu itu dikunci dari dalam.
"Sayang maafkan aku, mama akan kembali ayo kita makan siang dibawah"
Tidak ada jawaban apa pun dari dalam, Aron begitu bingung kenapa sangat sulit mengkontrol emosinya.
Didalam kamar Elena terus menggerutu karena tindakan Aron tadi, Elena melihat pergelangan tangan nya yang masih memerah.
"Dia pikir ini tidak sakit apa? dasar cowok hanya bisa mengandalkan kekuatan tapi tidak dengan hati" gerutu Elena.
Tokkk tokkk tokkk
"Sayang aku mohon buka" ucap Aron dari luar.
Elena diam saja terduduk diatas ranjang, hatinya terlanjur dongkol dengan pria itu.
Aron berdecak kesal karena Elena enggan menjawab barang sekata pun, Aron langsung berlalu keruang kerjanya untuk mengambil kunci cadangan.
Setelah mendapatkan nya Aron langsung kembali kedepan kamar nya karena Aron memang tidak pernah tahan jika didiamkan oleh Elena.
Ceklekkkk
Aron langsung masuk dan menutup bahkan mengunci lagi pintu itu dari dalam dan langsung menatap Elena yang enggan memandang nya.
Aron mendekat dan duduk di tepi ranjang menghadap Elena yang mengalihkan pandangan nya ke jendela.
"Sayang aku minta maaf" ucap Aron menggenggam tangan Elena tetapi ditepis oleh wanita itu.
Aron jadi merasa bersalah saat melihat pergelangan tangan Elena yang memerah karena perlakuan nya.
"Sayang aku mohon jangan diamkan aku" mohon Aron langsung memeluk Elena.
Elena ingin berontak tetapi pelukan Aron begitu kuat membuatnya hanya bisa pasrah saja dengan tingkah pria ini.
"Sayang maaf"
"Hemmm"
"Sayang"
"Hemm"
"Sayang"
"Hemm"
"Maaf sayang"
"Hemmm"
"Sayang maaf"
"Ku jahit mulutmu jika berbicara lagi" gerutu Elena mendorong Aron.
Aron langsung menarik Elena dan menindih tubuh gadis itu membuat Elena terbelalak karena terkejut.
"Bolehkah unboxing sekarang?"
Plakkkk
Elena langsung menampar pelan pipi Aron karena pria ini melontarkan pertanyaan konyol kepadanya.
"Coba saja jika tidak ingin ular piton mu itu ku jadikan makanan anjing tetangga"
"Itu punya mu sayang kenapa ingin membaginya dengan anjing" ucap Aron terkekeh
"Apa salahnya? kau calon istriku aku tidak sabar saat malam pertama kita nanti, kita akan melakukan nya sam.... mmmppfhhhh"
Elena langsung membekap mulut Aron karena tahu jalan cerita Aron yang bisa membuatnya pusing.
"Singkirkan otak mesum mu itu"
"Ck apa salahnya? kita akan bulan madu dan membuat banyak anak nantinya"
"Kalau begitu kau saja yang hamil jangan aku" jawab Elena mendorong tubuh Aron dan bangkit dari tidurnya.
"Mana bisa sayang" ucap Aron mengikuti langkah Elena yang keluar dari kamar mereka.
"Itu tahu, lagian aku bukan kucing yang bisa berkali kali hamil dan melahirkan banyak anak Aron"
"Anak kembar bagaimana?"
"Ahhh terserah padamu, ingat ya pernikahan kita dua minggu lagi"
"Siapa yang lupa? hari itu yang paling aku tunggu" ucap Aron memeluk elena dari belakang membuat Elena tersenyum hangat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat yang berbeda tepatnya dirumah keluarga Zicon, Lucas sedang duduk di bangku taman dengan memangku laptop nya.
Fito yang baru kembali dari kampus pun menyambangi kakak laki lakinya yang seperti sedang termenung itu.
"Rasanya ingin sekali menggenggam tangan mu El" batin Lucas memandang foto Elena yang ada di laptop nya.
Kedatangan Fito tidak disadari Lucas, ada rasa sakit dihati Fito saat melihat kakak laki lakinya memandang foto gadis pujaan nya.
"Bang" panggil Fito membuat Lucas terjingkat
"Kau sudah kembali?"
"Baru saja, emmm bang ada yang ingin aku tanyakan"
"Katakan" ucap Lucas menyuruh adiknya duduk.
"Apa kau akan tetap mengincar Elena sebagai harta yang diinginkan papa seperti dulu?" tanya Fito
Lucas langsung memandang adiknya, kenapa adiknya ini tiba tiba bertanya hal seperti ini.
"Tidak"
"Tidak?"
"Abang akan mengincar Elena sebagai gadis yang abang inginkan dan abang jadikan istri bukan semata karena harta"
Fito langsung tersenyum kecut dengan jawaban abang nya, rasa cemburu pun muncul dihati Fito
"Bukankah dia akan menikah dalam dua pekan mendatang?".
" Aku tahu"
"Lalu?"
"Jika waktunya tiba aku akan mengambilnya"
"Bukankah oma mengatakan akan membunuh Elena jika su.."
"Tutup mulut mu Fito, tidak ada yang bisa menyakiti Elena karena aku akan menjaga nya!" bentak Lucas
"Bang tapi Aron itu berbahaya"
"Lalu? apa kau menyuruhku untuk menyerah sedangkan Elena adalah cinta pertama ku?"
"Bu..bukan begitu, hanya saja Elena itu pasti sudah tid...."
"Apa pun itu Fito, siapa pun yang sudah pernah memiliki nya aku tidak perduli karena aku mencintainya" ucap Lucas dingin.
"Kau menyukai Elena?" tanya Lucas memicingkan matanya menatap Fito yang terbelalak.
"Ti...tidak bang, aku tahu El cinta pertama mu jadi tidak mungkin aku mencintai atau menyukai gadis yang kau sukai"
"Bagus jika kau sadar, jangan sampai kau jatuh cinta kepadanya hanya karena sering bertemu"
"Ti..tidak, aku sudah menyukai gadis lain" bohong Fito menutupi perasaannya
"Bagus kalau begitu, jagakan kakak ipar mu selama dikampus" ucap Lucas menepuk pundak Fito dan berlalu pergi.
Fito mengepalkan tangan nya, bagaimana mungkin dia melupakan Elena yang sebagai cinta pertama untuknya juga.
"Gadis yang ku cintai itu Elena bang, apakah kita akan bermusuhan setelah tahu perasaan ku terhadapa Elena?"
"Ahhh apa pun itu intinya aku yang harus mendapatkan Elena dan menjadikan nya sebagai istri ku" batin Fito menatap tajam punggung abang nya.
Fito pun berjalan kekamarnya dengan segudang rasa sakit dihatinya karena rasa cinta abang nya kepada gadis kesayangan nya tak kunjung hilang melainkan semakin menambah.
.
.
.
💪🏻🤗