My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
LINGERIE



Pesta pernikahan Aron dan Elena pun berjalan dengan lancar, banyak doa baik yang mengiri pengantin baru itu.


Kini sepasang pengantin itu sudah berada di kamar hotel yang sudah dirubah menjadi kamar pengantin dengan taburan mawar dimana mana.


Elena yang berada di dalam kamar mandi pun terus menggerutu dan mengumpat tiada henti.


"Punya sahabat kok sengklek semua, ini mereka ngasih aku lingerie sebanyak ini buat apa coba?" gerutu Elena.


Malam ini adalah malam pertama Elena dan Aron dan tentu saja Aron tidak akan melepaskan nya untuk istirahat begitu saja.


Elena mengumpati sahabat nya yang memberikan 6 buah lingerie yang harus Elena pilih salah satu untuk dikenakannya malam ini.


"Aku geli melihat wujud lingerie nya" gumam Elena bergidik geli.


"Sayang apakah masih lama?" tanya Aron dari depan kamar mandi.


"I..iya sebentar lagi aku sedang menghapus make up" jawab Elena sedikit berteriak.


"Ahhh sial, masak iya harus pake begini sih? aishhh malu sekali" gumam Elena mengusap kasar wajah nya.


Aron yang sudah menunggu selama setengah jam pun rasanya ingin sekali mendobrak pintu kamar mandi itu.


"Dia pasti sedang pusing memilih lingerie nya" kekeh Aron.


Ternyata itu semua ada campur tangan dari Aron juga yang sudah Breafing dengan sahabat Elena lainnya.


"Sayang apakah ada yang bisa aku bantu?"


"Tidakk, aku akan keluar sebentar lagi" jawab Elena dari dalam.


Aron dengan sabar menunggu Elena sembari duduk disofa dan mengutak atik ponsel nya.


Ceklekkkk


Pintu kamar mandi pun terbuka, Aron langsung terpesona dengan penampilan istrinya yang begitu menggoda.


Elena menggunakan lingerie berwarna putih dengan aksen yang serba tipis membuat Aron tersulut bergairah.


"Jelek ya? ahh sudah akan ku ganti"


"Tidak sayang ja.."


Brakkkkk


Elena langsung kembali lagi kedalam kamar mandi untuk mengganti lingerie yang lainnya.


Ceklekkk


Elena pun keluar lagi dengan menggunakan lingerie berwarna hitam dengan aksen tali berwarna gold.


Aron memandang Elena dengan mata yang berbinar, kulit putih itu begitu mencolok dengan balutan kain tipis.


"Terlihat nakal bukan? aku akan menggantinya"


Brakkkkk


Belum sempat Aron bicara Elena sudah masuk lagi untuk mengganti lingerie nya untuk yang kesekian kalinya.


"Ck sudah habis kesabaran ku" gerutu Aron berdiri dari duduknya dan memilih untuk menunggu didepan kamar mandi.


Ceklekkkk


"Bagaimana jika yang i.... Ahhhhh Aron!" teriak Elena yang tiba tiba langsung diangkat oleh Aron menuju ranjang.


"Yakkk aku belum selesai"


"Apa nya yang belum selesai? kau sudah sangat cantik dan menggoda malam ini sayang" ucap Aron mengeringkan matanya.


Elena langsung tersipu dengan ucapan Aron, suaminya ini sangat pandai mengambil hati nya.


Aron merebahkan tubuh Elena diatas ranjang yang sudah ditaburi oleh kelopak mawar, Aron memandang tubuh indah istrinya yang selama ini tidak dilihatnya.


"Beautifull" puji Aron mengecup pipi Elena.


"E..emm apakah harus malam ini? ma...maksudku tidak kah ingin istirahat lebih dulu?"


"Jangan takut sayang aku berjanji akan melakukan nya secara perlahan, aku sudah sangat lama menunggu masa ini" ucap Aron tersenyum.


Elena menelan ludahnya kasar, senyum itu senyum yang terkadang membuatnya jengkel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat yang berbeda tepatnya disebelah kamar yang Elena dan Aron tempati, Arilandro sedang duduk sembari meminum wine.


"Malam ini El, bukankah seharusnya aku yang saat ini memeluk mu dan menemani mu tidur?"


Arilandro memandang kearah bulan yang sedang bersinar cerah seakan mendukung kebahagiaan pengantin baru itu.


"Kau mencintai wanita itu?" tanya suara seorang wanita yang tiba tiba ada dibelakang punggung Arilandro membuat pria itu terkejut.


"Siapa kau? kenapa bisa masuk kekamar ku?"


"Kau tidak mengunci pintunya"


"Lalu siapa kau? keluarlah karena aku ingin sendiri"


"Tidakkah kau ingin berkenalan dengan ku?" tanya wanita itu yang ternyata adalah Melisa.


"Bagaimana jika kau butuh?"


"Aku tidak membutuhkan mu sialan, pergi atau aku akan membu..."


"Bagaimana jika aku membantu mu mengembalikan wanita mu ke tangan mu?"


Arilandro langsung memicingkan matanya menatap penuh selidik kearah Melisa yang tersenyum miring.


"Siapa kau?"


"Jika aku mengatakan bahwa aku wanita yang seharusnya menikah dengan Aron apakah kau percaya?"


Arilandro langsung tertarik dengan pembahasan Melisa yang menurutnya bisa memberikan keuntungan.


"Apa tujuan mu?"


"Tidak ada, hanya ingin mengambil kembali calon suami ku, jika bersedia kita bisa bekerja sama kau membawa Elena dan aku membawa Aron, bagaimana?"


Arilandro sedikit ragu dengan tawaran Melisa, tetapi keinginan Arilandro untuk mendapatkan Elena begitu besar.


"Jangan sakiti Elena"


"Kau bisa membunuhku jika itu terjadi, aku hanya ingin mengambil Aron saja tenanglah"


Arilandro terus berfikir akankah menerima tawaran Melisa atau tidak, tetapi Arilandro sangat ingin mendapatkan Elena.


"Sepakat?" tanya Melisa mengulurkan tangan nya.


"Sepakat" jawab Arilandro menerima ukuran tangan Melisa.


"Heh untuk saat ini biarkan saja dulu, bagaimana jika kita melalui malam ini bersama?" tawar Melisa mengelus lembut tangan Arilandro.


Arilandro yang sebagai seorang pria pun mengerti ucapan Melisa, Arilandro sedikit ragu karena selama ini Arilandro terus menjaga agar tidak menyentuh wanita lain.


"Jangan terlalu naif, dia saja menikmati bersama pria lain apa salah nya kita mencoba juga" ucap Melisa yang langsung meraba dada bidang Arilandro.


Arilandro yang memang seorang pria normal pun langsung tersulut gairah, dengan cepat Arilandro menyambar bibir Melisa dan menggiring nya keranjang.


"Awww jangan terlalu kasar" ucap Melisa tersenyum senang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kamar Aron dan Elena, Aron sedang menghujani Elena dengan kecupan kecupan ringan membuat Elena mendesah kecil.


"Mmmppphhhh Aron" desah Elena meremas rambut Aron saat pria itu sedang memainkan kedua bolanya.


Elena bisa merasakan bagian bawah Aron yang sudah mengeras, itu saja sudah cukup membuatnya sedikit merinding.


Aron mendesis kecil saat merasakan adik kecil nya sudah mendesak dibawah sana meminta untuk keluar.


"Bisakah kita mulai sayang?"


Elena hanya memandang mata Aron tanpa menjawab, Aron tersenyum kecil walaupun Elena sudah tidak virgin lagi pasti ada rasa takut untuk melakukan nya lagi fikir Aron.


"Kita lakukan secara perlahan, katakan saja jika aku menyakiti mu hem?"


Elena hanya mengangguk patuh dengan permintaan suaminya, menolak juga tidak mungkin hasrat Aron sudah dipuncak.


Aron langsung melepaskan sisa pakaian yang masih melekat di tubuh ya sedangkan Elena sudah tanpa sehelai benang pun dari tadi.


Elena bisa sedikit melihat milik Aron yang panjang dan besar, Elena ingin mengumpat rasanya melihat semua ini.


"A..apakah muat?" tanya Elena polos


"Akan kita coba" jawab Aron tersenyum tipis.


Aron mengarahkan adik kecil kearah rumah baru nya, dengan perlahan Aron memasukkan miliknya.


"Ahhh ssstt" rintih Elena.


"Dia bilang udah ga virgin tapi kok masih sempit sih" gerutu Aron dalam hati.


"Tahan sayang" ucap Aron mengecup kening Elena.


Aron terus menekan kedalam tetapi tidak mudah karena ini sangat berbeda saat Aron melakukan nya dengan wanita wanita sebelumnya.


Jlebbbbb


"Akhhhhhh.."


Aron langsung ******* bibir Elena agar tidak terlalu keras berteriak, setitik air mata Elena jatuh karena rasa perih dibagian bawahnya.


Aron sengaja menghentikan aktivitas nya dulu agar Elena bisa mengatur nafas untuk melanjutkan semuanya.


"Sudah?" tanya Aron dan Elena pun mengangguk.


Aron pun mulai melanjutkan aktivitas nya dengan ritme yang teratur agar istrinya tidak terlalu merasa sakit.


.


.


.


Cukup sudah jangan dilanjutkan wkwk, ga boleh ya kalian sendiri deh yang bayangin gimana malam pertama mereka wkwk.