
Elena terkejut bukan main setelah mendengar cerita dari Areta, Elena merasa dirinya orang bodoh sekarang ini.
"Bagaimana? kau bodoh bukan? mereka berhasil menyembunyikan hal besar dari mu anak lugu" ucap Areta menyeringai.
"Ke..kenapa mereka mempermainkan hidupku seperti ini" gumam Elena menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Ya kau benar, mereka sudah mempermainkan hidup mu dan membahayakan nyawa mu selama ini"
"Kau juga harus tahu bahwa suami tersayang mu itu sudah mengetahui semuanya tetapi tidak memberitahu mu, jika kau berfikir kau terlahir dari keluarga miskin maka itu semua salah"
"Arga Agarandra adalah orang kaya nomor satu sebelum harta nya diketahui rivalnya hingga akhirnya membuat rencana bodoh dengan mengorbankan dirimu"
Areta terus menabur garam di luka basah Elena, hatinya begitu sakit mendengar cerita sebenarnya dari mulut orang lain.
Brakkkkkk
"ARETA!"
Elena dan Areta serempan menoleh keambang pintu yang memperlihatkan Arga dengan wajah yang sudah dipenuhi dengan raut kemarahan.
"Hay mantan suami yang tidak bisa adil dengan istrinya" sapa Areta menyeringai.
Kini posisi Areta sudah berada tepat disamping Elena dengan sebuah pistol ditangan nya.
"Jauhi cucu ku!"
"Ck ck ck, untuk apa lagi? cucu cantik mu ini sudah mengetahui segalanya"
Arga langsung memandang Elena yang matanya sudah memerah dan berkaca kaca menatap Arga dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Kau sakit hati cantik? pasti iya bukan? mereka mempertaruhkan nyawa mu hanya karena harta, mereka tamak anak cantik"
Elena sekuat tenaga menahan air mata nya agar tidak jatuh, selama ini Elena tidak pernah melihat wajah Arga.
Tetapi keinginan nya untuk melihat wajah kakek nya kini terjadi diwaktu yang tidak tepat.
Secara bersamaan Elena juga mendengar fakta yang begitu menyakitkan baginya dan itu cukup membuatnya kecewa.
"Nak jangan dengarkan dia sayang, ini kakek El kakek yang selama ini ingin El temui bukan?"
Setitik air mata Elena jatuh membasahi pipi putih nya, hatinya begitu berdenyut saat ini.
Tidak ada kata kata yang bisa dia ucapkan untuk saat ini, hatinya begitu sakit untuk mengatakan sesuatu.
"El kemari lah nak, jauhi wanita itu sayang"
Areta langsung membidik kepala Elena dengan pistolnya karena apa yang diinginkan selama ini sudah didepan mata.
"Kau menginginkan nya Arga? sayang nya tidak semudah itu setelah apa yang kau lakukan kepada ku"
"Jangan gila Areta! jauhkan pistol itu dari cucuku!" bentak Arga.
Elena juga sudah gemetar saat merasa dinginnya moncong pistol itu menempel di pelipis nya.
Aron yang baru muncul dibelakang Arga pun terkejut melihat istrinya sudah ditodong pistol oleh nenek tua itu.
"Wah wah, lihat suami tersayang mu itu anak cantik, wajah nya terlihat sangat cemas nak" ucap Areta terkekeh.
"Jauhkan pistol mu tua bangka!" bentak Aron
"Uhhh takut, hahahaha kau fikir akan semudah itu hem? oh iya anak cantik kau juga harus tahu bahwa mereka semua"
Areta memiringkan kepalanya menatap wajah cantik Elena yang sudah pucat dan keringat dingin.
"Kakek mu, mertuamu, papa mu dan suami mu adalah komplotan mafia terkejam yang ada didunia" ucap Areta menyeringai.
Elena semakin terbelalak mendengar ucapan Areta, Elena benar benar seperti orang bodoh yang tidak tahu hal besar seperti ini.
"Terkejut? ck ck mereka itu jahat sekali dengan mu cantik, mereka menyembunyikan nya dari mu tapi paling tidak kau tahu sekarang sebelum kau mati"
Areta tersenyum menang kearah Elena, Areta saat ini benar benar merasa diatas awan karena harta keluarga Agarandra ada di tangan nya.
"Tutup mulut mu sialan!" bentak Aron.
"Dia kasar sekali untuk menjadi suami mu" gumam Areta menatap Aron dan Elena secara bergantian.
"Sayang jangan dengarkan dia sayang, sayang kamu jangan takut ya" ucap Aron saat melihat kaki Elena bergetar.
"Sepertinya membawa mu dalam keadaan hidup itu sangat sulit anak cantik, bagaimana jika dalam keadaan ma..."
Dorrrrr
"Akhhhhh"
Bughhhh
Brukkkkk
Elena langsung menendang perut Areta hingga terjatuh saat sebuah peluru melesat dan mengenai lengan Areta yang digunakan untuk menodong Elena.
"Kalian lama sekali sialan, aku sangat takut tadi" gerutu Elena menatap tajam kedua wanita itu.
"Hehe maaf non, kendala sedikit tadi"
"Kendala apanya, sibodoh ini menggunakan sepatu yang licin sehingga susah untuk manjat" gerutu Helga menjitak kepala Amey.
"BERANINYA KAU!" bentak Areta menahan sakit di lengan nya yang sudah mengeluarkan darah segar.
"Ck ck, bagaimana akting ku tadi?" tanya Elena pada Helga dan Amey
"Tentu saja bagus" seru kedua wanita itu.
Arga dan Aron yang melihat nya pun hanya bisa melongo, bahkan Jonathan dan Bram yang baru datang juga dibuat terkejut.
"Fyuhhh hampir saja" ucap Elena menyeka keringatnya dengan tisu.
"Perih mata non?"
"Aku ga kedip biar matanya berair bodoh" ucap Elena menjawab pertanyaan bodoh Amey.
Helga terkekeh mendengar nya, Amey pun hanya bisa mengumpat dalam hati karena keposesifan nona mudanya.
"Jadi ini semua rencana mu bajingan kecil!" bentak Areta.
"Maafkan aku nyonya Areta Zicon, tetapi aku bukan wanita bodoh yang bisa kau tipu sesuka mu, kau mendongeng dengan sangat bagus tadi"
"Dan yahh apa tadi? cerita masa lalu ruang rahasia dan kalung ini bukan?" ucap Elena menunjukkan sebuah kalung yang ada dalam saku nya.
Areta terbelalak melihat kalung berlian rubik itu, kalung yang menjadi salah satu kunci menuju ruangan itu.
"Aku sudah tahu semuanya nyonya, se-mu-a-nya-" ucap Elena menekan nada bicara nya.
"Jika kau berfikir aku tahu dari kakek dan papa ku itu salah, aku yang menjadi kuncinya lalu apa salahnya aku menyelidiki segalanya secara diam diam"
"Brengsek kau wanita licik!" bentak Areta ingin menggapai kalung itu tetapi ditarik oleh Elena.
"Tidak bisa ya? kasihan sekali" ucap Elena dengan nada mencibir.
"LUCAS FITO! TOLONG OMA!" teriak Areta berharap cucunya datang.
"Ini nona, mereka sudah men..."
"Jangan bawa kedalam bodoh!" Bentak Amey kepada Zio yang langsung menghilang karena takut.
"Kau berharap cucu mu datang dan menolong mu? oma ku sayang maafkan aku" ucap Elena dengan nada mengejek membuat Areta semakin memanas.
"Kau wanita Iblis"
"Aku? apa tidak salah? kau yang berusaha mengejar ku bukan? aku yang iblis atau dirimu?"
Elena menatap remeh kearah Areta yang menahan nyeri di tangan nya yang terus mengucurkan darah segar.
"WANITA SIALANN!" teriak Areta hendak mencakar Elena tetapi Elena langsung ditarik oleh Aron.
"Kau membuat ku jantungan anak kecil, kau tunggu hukuman dari ku" ucap Aron menatap tajam Elena.
"Helga Amey, kalian berdua ikut aku pulang" ajak Elena yang masih dalam gendongan Aron.
"Wanita ini?"
"Terserah sih, ga guna juga"
"Bunuh boleh?"
"Boleh, eh tunggu dulu sayang bisa turunkan aku sebentar?" mohon Elena kepada suaminya.
Setelah diturunkan oleh Aron, Elena langsung menarik rambut putih milik Areta hingga wajahnya mendongak.
"Kau mengatakan kepada ku bahwa mereka semua mafia bukan? kau bodoh jika tidak tahu bahwa aku ratunya" ucap Elena menyeringai membuat Areta ketakutan.
Elena melepaskan jambakan nya dan kembali kepada Aron yang langsung menggendong nya lagi.
"Selesaikan" titah Aron kepada orang kepercayaan nya.
"Kita pulang?"
"Jangan lihat kedepan, tutup saja matamu" ucap Aron setelah Elena diselimuti dengan jeket kulit milik Bram.
Mereka pun langsung meninggalkan vila yang sudah hancur berantakan dengan mayat yang bergelimpungan dimana mana.
.
.
.
Siapa yang ketipu? mau muji kepintaran Elena apa author?🤣