
Hari sudah menunjukkan pukul makan siang, elena yang masih didalam selimut nya pun mulai mengerjapkan matanya karena sinar matahari yang masuk dari sela gorden nya.
elena bangun terlambat karena tadi malam menghabiskan waktu dengan film drama Korea nya, dan juga karena belum kembali bekerja.
kaki jenjang elena turun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi, rumah sudah sepi karena dita sudah berangkat bekerja sedangkan rasya dan jessica berkuliah.
elena keluar dari kamar mandi sembari bersenandung, elena memilih hotpants jeans berwarna baby blue dan sebuah hoodie berwarna putih.
setelah rapi elena turun dan menuju dapur, ingin melihat makanan apa yang dibuatkan dita untuk nya.
ternyata dita memasak chicken katsu untuk elena, elena memanaskan nya dan langsung memakan nya, ntah sarapan atau makan siang intinya keduanya dilakukan secara bersamaan.
setelah selesai makan elena memutuskan untuk pergi keluar, elena mengenakan pakaian yang tadi dipadu dengan sepatu berwarna putih dan tas kecil berwarna senada.
elena berjalan menuju ujung gang rumah mereka, disana terlihat sebuah counter kecil yang menjual paket data serta kartu ponsel.
elena membeli kartu ponsel, setelah nya elena memesan taxi online yang bertujuan kesebuah cafe.
setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, taxi yang elena tumpangi berhenti di sebuah cafe yang terlihat tidak terlalu ramai karena sudah lewat jam makan siang.
elena berjalan masuk kedalam cafe itu "el" panggil seorang wanita dengan rambut panjang yang dikuncir kuda.
"clara" sapa elena memeluk wanita yang tadi memanggil nya.
wanita itu bernama clara, seorang waiter di cafe itu, elena mengenal clara dari jessica begitupun dengan dita dan rasya.
"congratulations dan happy birthday ya el" ucap clara antusias, setelahnya mereka duduk berhadapan disudut cafe
"terimakasih ya clar" ucap elena tersenyum hangat, elena menganggap clara sama seperti dirinya menganggap dita, jessica dan rasya.
"mau pesen seperti biasa?" tanya clara yang sudah tahu pesanan yang biasa dipesan elena.
elena dan ketiga sahabat nya sering hangout dicafe tempat clara bekerja sembari menemani clara.
elena mengangguk "yaudah aku buatin ya" clara pun meninggalkan elena sendiri disana.
beberapa saat kemudian clara kembali, dengan secup coklat dingin dan sebuah paperback berwarna maron ditangan nya.
"*ini pesanan nya, dan ini hadiah ulang tahun nya"
"maaf aku ga bisa datang karena ga bisa cuti*" ucap clara yang duduk didepan elena
"ck aku tidak butuh kado ini, ucapan dan doa mu sudah cukup bagiku" ucap elena mendorong paperback yang disodorkan clara
"aku tidak ingin ada penolakan el" ucap clara mengerucutkan bibirnya agar elena enggan menolak.
elena menghela nafas, elena membuka paperback itu dan mata nya pun terbelalak
"aku suka itu dan cocok dengan mu" ucap clara tersenyum manis kearah elena
"i..ini mahal clar" ucap elena melihat sebuah sepatu pesta berwarna maron dengan merek ternama.
"tidak jika untukmu, lagian aku ada uang lebih jadi aku mampu membelinya" ucap clara mengelus tangan elena.
elena benar benar tidak mengerti dengan clara, ingin menolak tidak mungkin yang ada menyakiti hati sahabat nya.
elena tahu kehidupan clara jauh berada dibawah nya, hanya saja clara tidak pernah mengeluh, apalagi clara tidak memiliki sanak saudara ataupun orang tua.
elena mengeluarkan kartu ponsel yang dibelinya tadi lalu menukar dengan miliknya yang lama, yang masih berada di ponsel nya.
"5 bulan sudah aku menunggu mereka, tetapi mereka menganggap ku seperti tidak pernah ada"
"untuk apa ku lagi? menghilang dari mereka keputusan yang tepat clar. dari sini saja aku sudah bisa mengerti bahwa ketidak hadiranku tidak berpengaruh pada kehidupan mereka"
elena mengganti nomor ponsel nya karena sudah tidak ingin menunggu apa yang tidak pasti, selama ini elena menunggu keluarga nya menghubungi nya tetapi satu pun tidak ada.
karena itu pula kebencian elena kepada keluarga nya kian bertambah, bahkan elena enggan bertemu sama sekali jika suatu hari nanti mereka ingin bertemu dengan nya.
elena merasa dirinya telah di buang oleh keluarga nya sendiri, keputusan nya untuk menghilang dari mereka pun sudah tepat.
clara mengangguk mengerti, clara juga tahu tentang hidup elena bagaimana wanita ini pergi dari rumah dan memutuskan untuk bangkit sendiri dari keterpurukan.
"el" panggil clara, elena mendongak dan clara menyodorkan ponsel nya kepada elena.
elena menerima ponsel clara, seketika mata elena berkaca kaca memandang potret seorang bocah tampan tengah tersenyum disana.
"apakah dia baik baik saja?" tanya elena memandang clara dengan air mata sudah menggenang dipelupuk mata nya
clara mengangguk "dia anak yang baik dan pintar sama seperti dirimu, seperti nya dia juga merindukan mu el" ucap clara berpindah duduk ke samping elena
elena menggeleng "aku belum siap menemuinya, jika nanti dia bertanya selama ini aku kemana aku bingung harus jawab apa" lirih elena menitikan air mata nya.
"beritahu aku jika kau ingin bertemu dengan nya, dia pasti mengerti dengan keadaan mu, dia pria kecil yang kuat" ucap clara memeluk elena
"aku sangat merindukan nya clar, jika bisa aku ingin membawa nya bersama ku saja, rasya nya tidak sanggup meninggalkan nya" lirih elena yang mulai terisak
"suttt dia anak yang hebat sama seperti dirimu, jika kau berjuang dan bertahan hanya karena dirinya maka dia akan tersenyum karena dirimu"
"suatu hari nanti dia akan mengerti tentang alasan apa kau meninggalkan nya, dia pria kecil yang hebat el dia tersenyum untukmu"
"jangan sedih, aku menjaga nya dari jauh begitupun dengan mu, dia akan bangga dengan dirimu yang baru" ucap clara menghapus air mata elena.
elena mengangguk "apa dia sering bertanya tentang ku?" tanya elena memandang clara.
clara sangat ragu untuk menjawab "katakan saja clar" desak elena yang melihat tatapan sendu clara
clara mengangguk "dia selalu bertanya tentang mu el, kapan kau akan menemuinya, dan kapan kau akan bermain lagi dengan nya"
jawaban clara membuat air mata elena kian deras, seorang pria kecil yang ditinggalkan nya tidak pernah melupakan kehadiran nya
"aku juga selalu merindukan nya, tetapi aku belum siap menemuinya aku merasa bersalah clar" air mata terus mengalir deras dari mata indah elena.
"suttt tenang lah el, kau saja bisa menabung rindu untuk nya kenapa dia tidak, tenangkan dirimu nanti dia akan merasakan kesedihan yang sama disana"
"dia akan mengerti posisi mu suatu hari nanti, jika sudah bisa menjelaskan maka bertemu lah dengan nya katakan bahwa semua yang kau lakukan untuk kebaikan nya"
elena hanya bisa mengangguk dalam pelukan clara, terlalu sulit menanggung rindu yang begitu berat, semuanya terasa hampa ketika menjalani hidup tanpa melihat senyuman yang selalu menemani di setiap langkah.
.
.
.
penasaran ga tuh siapa anak kecil yang dirindukan el, apa el sudah punya anak? tapi dimana suami ny?
ikutin terus kisah nya ya bestie, dan jangan lupa dukung author terus🥰