My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
MENOLONG



Sore hari yang berangin, terlihat tiga pria tampan sedang berdiri dengan menundukkan kepalanya.


kabar yang dibawa salah satu pria disana membuat tuan muda mereka murka dan hampir saja dahi mereka berlubang.


"aku tidak ingin mengetahui alasan kalian, cepat temukan barang kita yang hilang!!" ucap pria tampan itu dengan suara menggelegar.


Dia adalah Aron, Hugo datang tadi membawa kabar bahwa pasokan senjata yang akan dikirim ke negara tetangga dicuri dalam perjalanan.


Aron begitu murka, bahkan dia kehilangan beberapa pengawal nya karena dibunuh oleh sipencuri itu.


Aron pun langsung memerintahkan tiga orang kepercayaan nya untuk pergi karena kepalanya terasa berdenyut.


Aron menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya, kepalanya terasa begitu berat karena memang Aron kurang sehat beberapa hari ini.


Tidak lama kemudian Hugo datang membawa berita yang sedikit baik, sebenarnya takut menyampaikan tapi bagaimana pun harus disampaikan


"lapor tuan! barang milik kita sudah didapatkan kembali tetapi satu box hilang" lapor Hugo berdiri tegap didepan Aron.


"ayo kita pergi kesana, aku sendiri yang akan mengawal pemindahan nya" ucap Aron menyambar jas hitam nya yang bertengger di kursinya.


Aron pergi bersama Zio dan Hugo, sedangkan Halid masih berada di perusahaan untuk menghandle semua pekerjaan Aron.


setelah menempuh perjalanan selama dua jam lamanya, Aron dan beberapa pengawal pun sampai di sebuah gudang kumuh didekat hutan.


Aron memberi isyarat agar bawahan nya langsung bekerja untuk memindahkan box box kayu yang berisi senjata itu.


Aron berdiri disamping mobil mewahnya sembari bersender dikap mobil, tangan nya bersidekap didada.


Mata tajam Aron terus memperhatikan cara kerja bawahan nya, mereka yang langsung dipantau tuan muda sedikit gugup.


Semuanya belum juga selesai saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Aron yang merasa kepalanya semakin berdenyut memutuskan pulang lebih dulu.


"tapi tuan, bahaya jika anda pulang sendiri" ucap Hugo menahan tuan muda nya.


Aron memutuskan untuk pulang mengendarai mobil sendiri tanpa dikawal, karena ingin anak buahnya cepat selesai.


"tidak apa, lanjutkan saja" ucap Aron menepuk pundak Hugo dan Zio dan berlalu masuk mobil, setelahnya Aron langsung melesatkan mobilnya.


Aron mengendarai mobilnya sembari memijit pelipis nya yang terasa semakin berdenyut.


setelah satu jam setengah menempuh perjalanan, terlihat Aron sudah memasuki pekarangan jalan yang sedikit sepi karena itu jalan tikus.


Aron merasa mobilnya sedikit oleng, pertanda ada yang tidak beres dengan mobilnya.


Aron keluar mobil dan melihat dua ban mobil depan nya kempes, Aron mengumpat habis habisan.


Aron merogoh ponselnya dan langsung memilah nomor kontak bawahan nya, saat ingin menghubungkan panggilan.


Bukkkkk


"akhhh" ada yang memukul bagian belakang tubuh Aron menggunakan kayu.


seketika ponsel Aron terjatuh kejalan, Aron berbalik dan melihat beberapa pria berbaju hitam dengan penutup hitam sedang ingin menyerangnya.


sialnya pistol Aron tertinggal didalam mobil sehingga Aron harus melawan mereka dengan tangan kosong.


empat lawan satu, karena tubuhnya yang kurang sehat membuat Aron kewalahan melawan musuhnya.


sretttttt


salah satu pria berpakaian hitam itu menggores perut Arab menggunakan pisah sehingga mengeluarkan darah segar.


merasa tidak mampu melawan Aron memutuskan untuk lari secepat mungkin menghindari musuhnya.


"jangan lari brengsek!" teriak salah satu musuh Aron lalu ikut mengejar.


Elena sedang berjalan dimalam yang cukup dingin, Elena baru pulang bertemu dengan klien nya terlihat dari pakaian yang dikenakan nya.


"aku ingin sekali makan mie rebus disana, aku dari jalan itu aja deh" Elena bergumam dengan dirinya sendiri.


Elena sedikit bergidik ngerih saat melalui jalan sepi dan jarang dilalui orang seperti ini.


Elena mendengar derap langkah orang dari depan sana, Elena memicingkan mata nya saat melihat ada beberapa orang yang berlari ke arahnya.


Elena langsung terbelalak, Elena melihat sekeliling dan melihat tong sampah besar ditepi jalan, langsung saja Elena berlari kesana untuk bersembunyi.


Aron terus berlari hingga kaki nya tersandung sesuatu membuat nya tersungkur keaspal jalan.


Elena yang berada dibalik tong sampah terkejut saat melihat ada seseorang yang dikeroyok oleh empat orang pria.


"kalau aku tidak menolongnya dia akan mati" gumam Elena merasa panik dan juga kasihan


"ayo El berpikir" gerutu Elena memukul kepalanya yang tiba tiba merasa buntu.


tiba tiba Elena teringat sesuatu, Elena merogoh tasnya dan terlihat sebuah louspeker kecil di tangan nya.


Elena mencampakkan louspeker itu ke sembarang tempat, Elena langsung menghubungkan louspeker itu ke ponsel nya.


Elena langsung menghidupkan sirine polisi membuat empat pria itu lari karena merasa panik.


Setelah memastikan orang orang itu pergi Elena langsung mematikan suara bising yang memekakkan telinga itu.


Elena berjalan mendekat pria yang sudah terkapar lemas itu, Elena berjongkok didepan pria itu.


"hey bangun" ucap Elena menepuk pelan pipi Aron.


Aron merintih kesakitan, Elena semakin panik dan langsung membantu Aron untuk bangkit.


sayup sayup Aron dapat melihat wajah siapa yang sedang menolong nya, tanpa Elena sadari senyum tipis terbit dibibir Aron.


"aishhh kau berat sekali" gerutu Elena memapah tubuh kekar Aron kebelakang tempat sampah.


lama lama kesadaran Aron pun menghilang, dan kini Aron sudah berada dibelakang tempat sampah dalam kondisi pingsan.


"dia pingsan, aku harus membawa nya pulang jika kerumah sakit bisa saja orang orang jahat itu mencarinya"


"dan juga aku tidak mungkin meninggalkan nya dirumah sakit apa lagi menungguinya" gerutu Elena sembari tangan nya memesan taxi online.


tidak lama taxi yang dipesan Elena pun tiba, Elena langsung keluar dari belakang tong sampah membuat driver itu terjingkat kaget


"yaampun mbak saya pikir setan" ucap driver itu mengelus dada nya


"Hiss sembarangan, bantu saya bawa dia kedalam mobil pak" ucap Elena menunjuk Aron.


driver itu pun langsung membawa tubuh Aron kedalam mobil dibantu oleh Elena.


kini mereka sudah berada didalam mobil, Elena menyenderkan kepala Aron dibahu nya.


"suaminya kenapa mbak?" tanya driver itu membuat mata Elena melotot


"hah? dia bukan suami saya pak, dia emmm.. di..dia oom saya pak, tadi dijambret makanya begini" jawab Elena sekenanya.


Driver itu pun mengangguk dan lanjut mencecar Elena dengan banyak pertanyaan membuat Elena kesal.


tidak lama mereka sampai didepan gedung apartemen Elena, Elena turun lebih dulu untuk menemui pak Mardi.


"pak, bantuin El pak, angkat om El yang ada didalam mobil bawa keatas" ucap Elena menarik tangan pak Mardi


"eh i..iya ndok sabar" ucap pak Mardi mengikuti langkah gesit Elena.


"Jessi ada pak?" tanya Elena saat pak Mardi sudah memapah tubuh Aron bersama rekannya yang lain


"tidak ada ndok" jawab pak Mardi.


Elena menghela nafas "untung saja, jika tidak mungkin dia akan memberikan qultum malam minggu untuk ku"


"sahabat ku semua gila, jika aku menolong orang mereka akan. marah seakan akan aku memberikan harta ku kepada orang itu"


Elena menggerutu dalam hati jika mengingat sahabat nya yang marah jika dirinya membantu orang.


seperti nya Elena tidak menyadari jika pria yang ditolongnya saat ini adalah pria yang hampir saja tertabrak mobil dan dirinya juga yang menyelamatkan.


.


.


.


cieee penasaran ga nih, Aron bakal berapa lama di apartemen Elena. haha yuk ikutin terus gimana kelanjutan nya.


jangan lupa dukungan buat author ya bestie 🥰